Sejak gaungnya beberapa bulan lalu, udah notice dan udah ada niatan hadir ke festival budaya jepang Djakarta Ennichi 2026 yang akan berlangsung di Lapangan Banteng Jakarta pada 23 - 24 Mei 2026. Mengusung tema “Shinshou” atau “Babak Baru” udah berekspektasi acaranya akan begitu meriah mengingat event serupa bertajuk Ennichisai yang biasa berlangsung di Blok M sudah lama vakum dan terakhir sekitar 2019.
Awalnya aku pun mengira kalau Djakarta Ennichi itu sama dengan Ennichisai tapi sempat baca statment penyelenggara ini berbeda EO. Namun, yang terjadi dan ramai di jagat maya adalah pembatalan acara hanya kurang dari 8 jam sebelum acara terselanggara. Sekitar dini hari postingan itu di publish dan di umumkan dengan dalih kesalahan teknis dan operasional. Tetapi sempat beredar juga rumor liar di media sosial bahwa event tersebut diambil alih oleh acara anggota DPRD sebuah partai politik berkuasa (masih simpang siur belum ada info valid).
Penggemar festival Jepang yang sudah menantikan acara ini tentu saja meradang, mereka mengeluarkan keluh kesahnya karena terasa janggal, padahal ini acara cukup besar, banyak sponsor, vendor-vendor bahkan dari luar kota udah bersiap, dan pihak penyelenggara pun sudah cukup berpengalaman.
Batalnya Djakarta Ennichi 2026 ini bisa dikatakan menimbulkan kerugian banyak pihak baik materil dan in materil. Sudah dipastikan beberapa pengunjung dari luar kota atau pulau mengalami kerugian akomodasi serta waktu karena telah memesan tiket perjalanan dan hotel yang tidak bisa di refund. Disisi lain para cosplayer tentunya telah antusias harus menelan kekecewaan karena keuangan mereka terlanjur terkuras untuk menyewa atau membuat kostum khusus yang batal dilaksanakan.
Tidak terkecuali para tenant dan vendor yang harus mengalami Kerugian Finansial Operasional mulai dari biaya sewa, memproduksi merchandise, dan menyiapkan stok makanan bahkan ketika kegiatan ini batal setidaknya akan tetap ada biaya bongkar pasang terutama bagi Vendor dekorasi, panggung, dan tenda dirugikan secara logistik karena tenda yang sudah dipasang harus dibongkar kembali.
Bagaimana tidak dinantikan selain karena lama vakum kegiatan serupa, Djakarta Ennichi ini digadang-gadang akan merancang berbagai aktivitas menarik yang memadukan unsur tradisional dan modern. Dalam informasi yang di share nantinya akan ada sajian seni tradisional Jepang yang megah, disamping rangkaian acara lainnya meliputi pertunjukan musik taiko, tarian yosakoi, hingga ritual tarian massal bon odori.
Baca juga : Berkunjung ke Festival Jepang
Tidak hanya unsur budaya lokal Jepang, panggung festival juga disiapkan untuk industri kreatif populer. Berbagai penampilan grup band, aksi dance cover, live perfomance musisi Indonesia hingga kompetisi cosplay menjadi rangkaian acara yang dicanangkan.
Penggemar festival budaya Jepang sudah yakin bahwa untuk kali ini akan terlaksana festival Djakarta Ennichi, setelah sebelumnyapun telah mengalami beberapa kali perubahan jadwal dan lokasi. Semula festival direncanakan berlangsung pada 6-7 September 2025 di kawasan Kota Tua, jadwal tersebut kemudian bergeser menjadi 16-17 Mei 2026. Penyelenggara lalu memindahkan kembali waktu pelaksanaan ke tanggal 23-24 Mei 2026 di Lapangan Banteng, hingga akhirnya resmi dibatalkan total.
Sebagai penggemar budaya jejepangan dan berniat juga untuk hadir, jelas saja aku kecewa. Keseruan dan vibes menyenangkan itu pun memuai. Sejak Dahulu aku suka sekali menghadiri festival Jepang, bukan hanya yang di Blok M, kadang ke kampus, atau mall-mall yang ada event serupa. Sebab banyak hal menarik di festival Jepang seperti cosplayer yang kreatif, kuliner-kuliner bernuansa Jepang, ornamennya yang unik khas negeri sakura, kadang ada eksperience mengenakan Yukata pakaian khs jepang secara gratis (paling hanya di pinta follow media sosial).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar