Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Minggu, 28 Agustus 2016

Mengenal Lebih Dekat Blogger Banjarmasin : Mba Ruli Retno

Posting 'silaturahmi' kali ini menyambangi blogger yang saat ini tengah menetap di Banjarmasin - Kalimantan selatan. Bernama lengkap Ruli Retno Mawarni (namun sepengetahuan saya beliau lebih sering mencantumkan dua suku kata nama saja) yang sudah berkali-kali berpindah lantaran tugas sang suami.

Pernah menempuh pendidikan di chemical engineering  ITS Surabaya, meskipun berbeda bidang dengan blogging yang kini semakin digelutinya, beliau mengakui sudah suka menullis dari zaman SD dan mulai ngeblog sejak kuliah.

Sempat bekerja di Coal Mining Company - mine planning department, namun kemudian memutuskan berhenti dan lebih memusatkan perhatian pada keluarga sambil menekuni hobi menulis serta hobi lainnya.

Ibunda dari seorang putri dan 2 jagoan ( Qorira, Qowiy, Qodhi) ini sangat supel meskipun belum pernah bertatap muka langsung, hal ini dinilai dari keaktifannya dalam grup dan tak segan menyapa lebih dahulu.

Kegiatan lain selain jadi Ibu Rumah Tangga yang baik dan blogger. Beliau juga aktif di komunitas sosial seperti menjadi member dari komunitas Halal corner (HC) serta salah satu admin media pusat dan Gerakan Peduli Lansia (GPL) Kalsel.

Menamai blognya Ruli Speaking Up berisi dengan berbagai macam label dan tulisan dari review,kegiatan sehari-hari,parenting, travelling dan lain sebagainya. Mba Ruli mengakui akan menulis apapun yang menurutnya menarik dan bermanfaat untuk di share.

Blog berwarna dasar putih dan rapih penempatannya ini di hiasi berbagai aneka thumbnail dolphin yang menurutnya lumba-lumba adalah hewan cerdik, jenaka dan suka menolong dengan image yang terkesan baik (aihh..sama dengan saya suka sekali dengan dolphin).
   
Ingin lebih jauh mengenal Mba Ruli, bisa cheki-cheki akun media sosial berikut :
  • Twitter / IG : @Ruliretno
  • Email : Ruliretno@gmail.com
  • Line    : Ruliretno

Jumat, 26 Agustus 2016

Jelajah Masjid Cheng Hoo Surabaya Yang Menyerupai Kelenteng


Ketika bertandang ke Surabaya, tidak lupa saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Masjid Cheng Hoo, berlokasi di Jl. Gading no.2 - Genteng dan berjarak sekitar 1 km di sebelah utara Balaikota Surabaya. Sebuah bangunan monumental peradaban sejarawan seorang pelaut islam Tiongkok (Yunan) yang singgah di Pulau Jawa.

Pada abad ke 15 di masa Dinasti Ming (1368-1643) Laksamana Cheng Hoo alias Sam Poo Kong yang diutus Yung Lo untuk mengunjungi kerajaan Majapahit. Kesempatan ini dipergunakan nya untuk menyebarkan agama Islam. Nama Sang Lakmana ini kemudian diabadikan menjadi nama masjid.

Jika melihat sekilas bangunan ini sangat mirip dengan kelenteng yang ternyata gagasan pembangunannya ditujukan untuk menunjukkan identitas sebagai muslim tionghoa (Islam Tiongkok) di Indonesia serta untuk mengenang leluhur warga tionghoa yang mayoritas beragama Budha. 

Inilah salah satu keunikan dari Masjid Cheng Hoo yang memiliki arsitektur menarik memadukan budaya Islam, China dan Jawa. Hal ini tampak pada dominasi warna merah, hijau dan emas. Secara keseluruhan Masjid Cheng Hoo Indonesia berukuran 21×11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 x 9 meter. Pada sisi kiri dan kanan bangunan utama tersebut terdapat bangunan pendukung yang tempatnya lebih rendah dari bangunan utama. Menurut informasi, bahwa setiap bangunan Masjid Cheng Hoo Indonesia ini memiliki arti tersendiri. Misalnya ukuran bangunan utama yang memiliki panjang 11 meter menandahkan bahwa Ka’bah saat dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim AS memiliki panjang dan lebar 11 meter. Sedangkan lebar 9 meter pada bangunan utama ini menunjukan keberadaan walisonggo. 

Pintu gerbang dari masjid ini juga menyerupai Pagoda. Terdiri dari dua tiang yang dicat merah. Pada bagian luar tepatnya di sisi kanan dan kiri terdapat ukiran dengan berbahasa Arab. Pada bagian atas setara dengan tulisan nama masjid terdapat hiasan-hiasan indah. Di area Masjid Cheng Hoo ini juga terdapat prasasti tiga bahasa, Indonesia, Mandarin, dan Inggris. Yang menjelaskan tentang sejarah Laksamana Cheng Hoo dan sejarah berdirinya masjid ini.

Selain itu pada bagian atas bangunan utama yang berbentuk segi 8 (pat kwa), angka delapan dalam bahasa tionghoa disebut Fat yang berarti jaya dan keberuntungan. Masjid ini juga memiliki sebuath bedug dan pemukul yang dibalut dengan sedikit kain berwarna merah. Dalam masjid ini terdapat tangga, yang dihiasi dengan atribut berciri khas tionghoa. 

Pada sisi kanan masjid terdapat relief Laksamana Cheng Hoo bersama armada kapal yang digunakan dalam mengarungi samudra Hindia. 

Pembangunan Masjid Cheng Hoo Indonesia dimulai dari tanggal 15 Oktober 2001, di awali dengan upacara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh sejumlah tokoh tionghoa Surabaya dan sejumlah toko masyarakat jawa timur. Rancangan awal Masjid Cheng Hoo Indonesia ini diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie Di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. 

Minggu, 21 Agustus 2016

Eksistensi Seorang Full Time Blogger : Mba Zata Ligouw

Mari berkunjung, silaturahmi lagi ke blog teman. Menyinggahi 'rumah blog' mba Zata Ligouw. Mendedikasikan diri sebagai full blogger serta mama yang baik bagi anak-anaknya juga istri yang bijak bagi sang suami. Disamping itu aktivitas lain yang juga ditekuninya yakni activation manager sekaligus moderator di Theurbanmama.com juga scripwriter, crafter dan sebagai bintang tamu di berbagai acara media offline maupun oline.
Mba Zata Ligouw termasuk seorang yang aktif di media sosial namun juga rajin menghadiri event-event blog. Pertama kali lihat dan kenal saya sempat berasumsi kalau Mba Zata ini masih cukup belia, tapi ternyata sudah memiliki anak berusia remaja. Awet muda dan tetap cantik ya..

Facebook: Zata Ligouw

Twitter, Instagram: zataligouw
Email : zataku@gmail.com

Seorang famous blogger dengan alamat blog sebagaimana namanya www.zataligouw.com. Blog diberi judul "Diary of a (not) Superhero Mama" memiliki Alexa Rank blognya sudah ramping banget, dengan jumlah DA-PA nya yang cukup bagus.

Branding lebih mengarah ke gaya hidup. Blog yang dikelolanya untuk menulis dan merekam keseharian segala sesuatu seperti kegiatan anak-anak, kerajinan, kebugaran, produk, fotografi, dan lain-lain.


Tulisannya sudah cukup banyak, dengan template blog warna dasar namun uniknya beberapa thumbnail bergambar sepak bola. Menggambarkan sosok mba Zata yang sporty.

Penyampaiannya yang informatif membuat pembaca betah berlama-lama di blognya. Selain itu Mom Blogger domisili Depok ini juga suka menjalin networking melalui blogwalking. Pun cukup rajin membalas satu persatu setiap comment yang singgah di blog nya.

Wah..rasa-rasanya tiada habisnya mengulas tentang mba Zata Ligouw. Semoga berkenan dengan penyampaian saya dan maafkan jika masih ada kekeliruan. ^_^



Sabtu, 13 Agustus 2016

Semakin Banyak Pilihan Makanan Di Restorasi Kereta Api

Pengguna setia transportasi publik seperti kereta api untuk perjalanan lintas kota, saat ini sudah bisa menikmati terobosan restorasi terbaru yang diberlakukan oleh PT KAI bersama PT Reska Multi Usaha

Ditemui, dikantornya bilangan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Bapak Nyoman selaku Humas dari PT Reska Multi Usaha memperkenalkan beberapa macam menu makanan yang dapat dipesan oleh penumpang kereta api. Menggandeng kerja sama dengan D'Cost, serta beberapa makanan frozen yang bisa dihangatkan dan yang terbaru diberlakukan pada tanggal 12 Agustus 2016 adalah sajian menu dari Solaria.

Bertujuan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat, pemberlakuan menu restorasi ini sudah diberlakukan sejak tanggal 11 Maret 2016. Harga yang ditawarkan variatif dan cukup beragam serta sudah terverifikasi halal.

Bapak Nyoman dan Mba Yuliati memberikan penjelasan tentang terobosan restorasi ini. Jika dahulu banyak penumpang yang mengeluhkan akan pilihan menu makanan terbatas, saat ini sudah banyak optional dan tidak menutup kemungkinan untuk melebarkan kerja sama lebih luas lagi.

Tips untuk menikmati menu di kereta api ini, ketika sehabis dihngatkan agar tidak langsung mengkonsumsinya tapi juga tidak membiarkannya teralu lama sebab hal itu akan mengurangi kualitas makanan.

Dalam setiap kemasan pun sudah tercantum waktu expired. Umumnya untuk makanan siap saji bertahan sampai 6 jam sedangkan untuk makanan frozen bisa bertahan sampai 3 bulan.

Berbagai menu makanan yang ditawarkan seperti nasi goreng bakso, menu paket D'Cost yang memang menyediakan sajian sea food dan untuk yang menu frozen saya mencicipi sate ayam. Rasa yang ditawarkan cukup enak, tidak jauh berbeda sebagaimana sate ayam yang biasa saya beli.


Pihak PT Reska Multi Usaha menerangkan lebih lanjut, menu di restorasi kereta api bisa di pesan mulai dari harga Rp 30.000 dan untuk minuman selain air mineral kemasan juga menyediakan kopi atau teh yang bisa dibeli dengan harga Rp 8.000.

Saat ini PT Reska Multi Usaha sudah menghandle sekitar 124 restorasi kereta api dan hanya kereta api Krakatau yang belum.