Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Selasa, 28 Maret 2017

Kunjungan Ke Redaksi UMMI

Beberapa tahun silam, media cetak seperti koran, majalah dan tabloid pernah mengalami era kejayaannya. Namun, seiring waktu berjalan ketika digital kian merajai, tak dapat dipungkiri beberapa diantaranya terkena dampak dan tidak mampu bertahan di tengah persaingan hingga akhirnya tidak sedikit yang harus 'gulung tikar'.
foto bersama kunjungan redaksi (Doc.Mba Helena)
Dari sekian banyak redaksi yang memberhentikan produksinya, lain halnya dengan Majalah UMMI. Sebagai media wanita muslimah, sampai saat ini UMMI mampu bertahan selama kurang lebih 28 tahun. Hal tersebut tak terlepas dari pelanggan setia yang loyal dari pertama berdirinya sejak tahun 1989. Berorientasi terhadap pembahasan mengenai keluarga, Majalah UMMI mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seputar kehidupan berumah tangga antara suami dan istri sampai perjodohan, pun artikel tentang orang tua dan anak, berbagai inspirasi serta informasi. Di setiap edisinya terdapat sisipan bacaan yang layak dan diperuntukan untuk anak-anak.

Saya merasa cukup beruntung memiliki kesempatan untuk mengunjungi redaksi Majalah UMMI yang beralamat lengkap di Jl. Mede No.42, RT.6/RW.8, Utan Kayu Utara, Matraman, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13120. Disambut hangat oleh para redaktur dengan kehadiran kami dari Komunits Blogger, Ibu Meutia Geumala sebagai pemimpin redaksi membuka sesi acara yang dilangsungkan di ruang meeting redaksi. Beliau menceritakan sepak terjang Majalah UMMI dari awal penerbitan dimana semula di gerakan oleh para aktivis kampus yang merasa membutuhkan sebuah media untuk menyuarakan dan menuangkan ide dengan tujuan dakwah. Sekitar tahun 1994 Majalah UMMI dan Annida bergabung hingga kemudian menjadi bacaan favorite masyarakat.
Ibu Meutia & Uni Via (Doc.pri)
Dalam pertemuan yang berlangsung pada 21 Maret 2017 itu, hadir juga Mba Istimaimtunah sebagai Sekretaris Redaksi, Mba Ami di posisi Redaktur Pelaksana, Mba Aida sebagai reporter, Mba Shinta Dewi sebagai redaktur UMMI Online dan Mas Didi Muhardi yang posisinya sebagai redaktur harian pun bertindak pula sebagai fotografer serta editor. Untuk saat ini jumlah redaktur Majalah UMMI sekitar lima orang dengan penempatan bagian di versi cetak sekitar dua orang dan tiga orang untuk versi online.
Redaktur Ummi (Doc.Pri)
Redaksi Majalah UMMI tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi, hingga kemudian di sekitar tahun 2014 terbitlah Ummi versi online. Perbedaan mendasar sistem kerja redaksi cetak dan online adalah update kecepatan informasi. Dimana versi online update postingan dilakukan setiap 30 menit sekali dengan target 10 artikel perhari. Kriteria artikel di UMMI online biasanya membuat judul menarik dan lebih spesifik, umumnya berbentuk tips, mengikuti arus informasi yang sedang ramai menjadi perbincangan. Sedangkan untuk versi cetak, biasanya yang dimuat adalah tulisan sesuai dengan rubrik yang telah ada, tetap update dengan informasi yang masih ramai menjadi pembahasan, dengan pengecekan yang lebih rinci dan detail.

Dalam perjalananya, sudah ada beberapa pembenahan manajemen dan SDM. Dilakukan Evaluasi hingga ke jaringan distribusi.  Rutin mengadakan pertemuan dan survei, membuat perencanaan yang matang dengan tidak menghilangkan visi dan misi yang telah ada. Pun dilakukan berbagai pengembangan seperti design hingga kreatifitas konten.
Beberapa edisi Majalah Ummi (Doc.pri)
Tertarik untuk mengirim tulisan ke redaksi UMMI ? beberapa kiat disampaikan yakni cobalah membuat artikel dimana rubriknya tidak banyak orang yang mengirim artikel, setidaknya peluang lebih terbuka contohnya cerbung, konsultasi dan kolom Ayah. Usahakan mengirim artikel yang memiliki sedikit kesalahan, hindari typo dan tanda baca. Pemilihan Cover pun diperhatikan cukup detail, tetap harus melalui rapat redaksi dan kesepakatan. Biasanya adalah public figure yang memiliki reputasi baik di mata masyarakat, bebas dari gosip, sosok inspiratif dan untuk wanita muslimah tentu saja yang diutamakan yang berjilbab. Proses pemotretannya pun di rancang sesimple mungkin menyesuaikan situasi dan kondisi.
pengenalan Waqaf Qur'an (Doc.pri)
Redaksi Ummi juga memiliki program waqaf Al Quran yang membuka kesempatan kaum Muslim untuk turut berkontribusi dengan menyisihkan uang kurang lebih Rp 150.000, maka sudah mendapatkan satu buah Al Quran Ummi serta alat perlengkapan sholat yang akan di didistribusikan kepada yang membutuhkan.

kunjungan redaksi (Doc.Ria Buchari)

Minggu, 26 Maret 2017

Jurnal Edukasi Gizi Persembahan Sarihusada dan K2JPK


Asupan gizi dan nutrisi yang memadai sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta perkembangan anak. Tidak hanya di usia balita, dimana fungsi otak dan daya merupakan usia gemilang membentuk pola anak, bahkan sejak dalam usia kandungan sudah semestinya kebutuhan gizi sudah di prioritaskan melalui Sang Ibunda.

Periode keemasan pertumbuhan otak anak biasanya pertama kali terjadi ketika usia kehamilan Ibu memasuki trimester ketiga, dimana sel-sel pada otak besar membelah dan terbagi menjadi cabang dengan cepat. Namun, berdasar riset dan penelitian, sebagian masyarakat Indonesia masih kurang memahami pentingnya nilai gizi dalam sebuah kehidupan terutama peran pentingnya dalam perkembangan dan pertumbuhan seorang anak.

Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret bertempat di Resto Kembang Goela, diadakan launching peluncuran buku bertajuk "Jurnal Program Nutritalk : Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal" hasil kolaborasi karya Sarihusada bersama Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK).


Buku tersebut berisi 60 topik gizi lengkap mulai dari kehidupan anak sejak usia dalam kandungan hingga beranjak remaja. Materi yang tersusun merupakan edukasi dari program Nutritalk yang telah digelar sejak tahun 2010, dirangkum secara lengkap dan runut dari sumber yang kredibel melalui berbagai kegiatan positif seperti diskusi dengan para narasumber  yang membahas berbagai tema kesehatan, gizi dan stimulasi untuk tumbuh kembang optimal bagi anak.

Hadir dalam acara tersebut Bapak Arif Mujahidin adalah Communication Director Danone Indonesia, mengungkapkan harapannya "Melalui buku ini masyarakat akan lebih tahu dan memahami mengenai ilmu gizi, kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat terwujudkan." Ditekankan terpenuhinya kebutuhan gizi Ibu saat mengandung adalah waktu yang prioritas sebab pada fase itulah yang menentukan proses perkembangan dan pertumbuhan otak anak nantinya.

Tak jauh berbeda dengan narasumber sebelumnya, Bapak Ir Doddy Izwardy, MA selaku Direktur Gizi Masyarakat, Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI menaruh harapan besar atas terbitnya buku jurnal ini akan menyadarkan masyarakat secara umum betapa pentingnya memahami gizi dalam mendukung terwujudnya kualitas hidup manusia yang berkarakter, maju dan sejahtera.  Kekurangan gizi akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif hingga pertumbuhan metabolisme dan dampak negatif fatalnya adalah mempengaruhi kecerdasan anak hingga beresiko terserang penyakit kronis.

Ibu Ade Anggita Devi, salah satu anggota K2JPK mnjelaskan tentang proses pengerjaan buku yang terbilang bukan hal mudah. Jurnal tersebut disusun dari banyaknya materi yang tidak semua tertampung dari para narasumber melalui jurnalis kesehatan dan non kesehatan, blogger, penulis buku hingga penulis cerita anak. Kesemuanya diulas lebih detail dalam buku tersebut."

Mantan putri Indonesia, Kamadia Radisti mengungkapkan kebahagiaannya sebagai Ibu dari tiga anak. Ia sangat mengapresiasi penuh atas buku tersebut yang dapat menjadi panduan bagi Ibu dan calon Ibu agar sukses melahirkan serta mendidik generasi terbaik bangsa. Meskipun diulas dengan detail dari berbagai sumber ilmiah seputar gizi, nyanyata buku tersebut tetap asyik dibaca dan mudah untuk dipahami.


Terdiri atas lima bab mengulas beberapa hal yakni seputar persiapan kehamilan, memasuki masa kehamilan, dua tahun pertama usia emas, gizi dan stimulasi tumbuh kembang kembang balita. Dengan awal bab membahas anak usia remaja. Ruang lingkup yang dibahas dalam buku tersebut cukup luas tidak sekedar perspektif gizi atau kesehatan tapi juga dari sudut pandang psikologis dan pendidikan.

Saat ini produksi buku tersebut memang masih sangat terbatas, hanya ruang lingkup jurnalis atau blogger yang tergabung dalam grup facebook Kelompok Kerja Jurnalis Penulis dan Kesehatan. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat luas yang ingin memiliki buku dengan sumber bermanfaat ini bisa tergabung dan cek informasi lebih jauh melalui fan page grup facebook K2JPK.

Rabu, 22 Maret 2017

#HALALituharusTOTAL, Menuju Bersih Bersama Almeera

Dalam perdagangan ekonomi global, produk dengan sertifikat halal merupakan hal penting yang mulai diperhitungkan. Karena itu, kesadaran Halal di masyarakat harus di tindak lanjuti. Dan Indonesia memiliki kapasitas serta potensi untuk menjadi pusat halal dunia sebagai negeri dengan mayoritas islam terbesar. Maka sistem sertifikasi halal menjadi sebuah keharusan untuk melindungi aspek kehalalan suatu produk.

Wacana predikat halal sudah mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Hal tersebut telah diwujudkan dalam UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dimana seluruh produk konsumsi berupa makanan, minuman, kosmetik, kimia, produk modifikasi genetik, biologi hingga farmasi yang didistribusikan di Indonesia haruslah memiliki sertifikasi halal. Sebuah produsen yang cukup tanggap dalam memproses sertifikasi halal adalah sebagai bentuk loyalitas untuk melindungi konsumen terhadap produk yang bermutu. Jika selama ini yang sering menjadi perbincangan adalah produk konsumsi mulai dari makanan hingga minuman halal, kosmetik halal, kini semakin merambah dalam linimasa kebutuhan rumah tangga seperti deterjen.

Secara ilmiah, deterjen dibuat dari bahan yang disebut sebagai surfaktan. Bahan kimia ini memiliki sifat pembenci air dan pengikat air, saat bekerja elemen surfaktan akan menghilangkan noda pada pakaian. Selain itu ada pula penggunaan bahan kimia lain yakni natrium silikat yang berfungsi mencegah karat pada mesin cuci, natrium sulfat, dan juga parfum. Dengan berbagai zat kimia yang menjadi bahan dasar sebagai komposisi, menjadikan produk  belum tentu terjamin kehalalannya.

Dalam acara bertajuk Blogger Gathering peluncuran produk terbaru yakni Total Almeera sebagai deterjen halal pertama di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di sebuah resto bilangan Menteng tersebut pada 15 Maret 2017 dihadiri oleh para Direksi PT. Total Chemindo Loka selaku pihak produsen serta segenap blogger yang mayoritas hijabers dan media.

Inovasi produk ini memang mebidik pasar utama adalah Ibu rumah tangga muslim, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Total Almeera diperuntukan untuk segala kalangan. Deputy CEO Total Almeera, Bapak F Gunawan menyatakan, bahwa perusahaannya menyadari betul konsumen terbesar produk deterjen adalah kaum muslim Indonesia. Agar mendapatkan sertifikat halal ini telah melalui proses yang sangat panjang. Berbaga riset dan penelitian memakan waktu yang cukup lama. Mulai dari bahan baku hingga proses pembuatannya sampai kemudian menghasilkan deterjen yang halal secara total.

Setelah resmi bersertifikasi halal, pihak produsen tentu berharap segala kebaikan yang akan diterima konsumen ke depannya sehingga keluarga khususnya yang muslim akan lebih nyaman dalam mencuci pakaian serta perlengkapan lainnya terutama untuk beribadah. Adapun pemilihan Almeera diambil dari kosakata falsafah arab yang berarti putri raja atau wanita cantik. Nama Almeera sendiri dipilih untuk mewakili konsumen yang di dominasi wanita berhijab.

Deterjen yang mengusung tagline #Halal Itu Harus Total, hadir dalam bentuk bubuk dan cair dengan berbagai ukuran, mulai dari sachet hingga liquid dengan berat sekitar 50 Gram hingga 1000 ML dengan variatif harga yang masih terbilang cukup ekonomis, yakni dibawah Rp 20.000. Saat ini Total Almeera sudah tersedia di berbagai mini market seperti Indomaret, Carefour, Tip Top hingga warung kelontong di sekitar perumahan.

Keberadaan Total Almeera tidak lantas memberhentikan produk sebelumnya yang telah beredar dipasaran, Bapak F. Gunawan justru menyatakan hal ini menjadi langkah awal untuk melanjuti jejak sertifikasi halal ke berbagai produk lainnya. Dalam langkah proses ini PT Total Chemindo Loka meyakini berbagai bahan, hingga proses produksi menggunakan bahan-bahan bermutu baik dan tidak melanggar syariat islam.

Ada yang menarik dari iklan Total Almeera, dalam TVC yang di publikasikan. Jika biasanya sebuah produk rumah tangga maka yang menjadi central cerita adalah sosok Ibu. Namun untuk Total Almeera memberikan sentuhan yang berbeda dari yang umum yakni mengambil figur Ayah. Hal ini menyiratkan pesan bahwa sosok laki-laki dalam keluarga terutama Ayah juga memiliki peran yang tak kalah penting. Mengambil konsep hijrah, awal melihat tayangannya Saya pun sempat berpikir itu adalah iklan bertema Ramadhan dengan tutur bercerita visual yang menyentuh.

Pihak Communication Planner Total Almeera merasa tertantang ketika mendapat tawaran untuk membuat TVC deterjen yang tidak biasa dan berbeda dari yang lainnya. Salah seorang kreatornya adalah Bapak Jefri yang juga seoarang muallaf. Disampaikan melalui TVC itu selain memperkenalkan produk dan nengedukasi, namun tersirat makna dari pesan-pesan yang disampaikan agar seseorang dapat melihat hidup secara positif dengan landas keagamaan.
Sumber Gbr : Official Total Chemindo Loka

Siang hari itu hadir juga Aktris Chece Kirani mendampingi Sang Suami yang biasa di sapa AA Hadi akan mengisi tausiyah pada gathering kala itu, Cheche Kirani mengakui gembira dengan kehadiran produk deterjen yang mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini membuatnya menjadi yakin dan percaya bahwa bahan-bahan yang terkandung adalah baik bagi keluarga terutama Sang Anak yang memang memiliki sensitifitas kulit.

Baginya anak adalah investasi masa depan. Dan untuk menjaganya salah satu yang menjadi perhatian adalah soal kesehatan. Yang tidak hanya bertolak dari pola makan saja, tetapi juga yang berhubungan langsung dengan anak seperti pakaian. Untuk itu Chece Kirani cukup pemilah dalam menentukan deterjen pencuci pakaian, sebisa mungkin menghindari produk yang sekiranya mengandung bahan berbahaya.

Kehadiran produk deterjen yang mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) seakan menjadi titik terang karena  bahan hingga proses sudah terjamin mutu kehalalannya. Sependapat dengan Sang istri, Aa Hadi menjelaskan pentingnya predikat halal karena akan terkait pada ibadah yang khusyuk, untuk itu yang harus diperhatikan dalam beribadah tidak saja harus bersih batinnya, tapi juga fisik harus suci. Seperti pakaian yang dikenakan saat beribadah sebab jika nampak kotor atau tidak halal maka ibadah tidak akan sempurna.
Sumber gbr : Official Total Chemindo Loka
Tentu Kita Sangat menyadari produk halal yang Kita konsumsi akan menjadi suatu nilai keberkahan. Namun tidak berhenti sampai di situ, untuk mewujudkan berkah dan sukses dalam menjalani hidup ada beberapa hal yang harus diterapkan :

1) hubungan Habluminallah, kekuatan untuk terus sabar dan istiqomah dalam menjalani kehidupan dengan ketakwaan.

2) Tingkatkan ibadah, karena shalat adalah nilai paling dasar yang akan membuat ketakwaan seorang Mukmin terpelihara.

3) Perbanyak sedekah (memberi itu hakikatnya menerima). Karena Allah telah menjamin rejeki seorang hamba terutama bagi mereka yg rajin bersedekah,tentunya dengan landas keikhlasan.

4) Habluminanas, menjaga hubungan dengan sesama. Sikap saling memaafkan, toleransi harus tertanam dalam diri agar tidak bersarang penyakit hati.

Sungguh kegiatan yang berlangsung memberi sentuhan berbeda dari acara umumnya, dalam launch sebuah produk menghadirkan tausiyah tokoh agama. Penyampaian yang komunikatif dari AA Hadi dengan tutur lembutnya, mencairkan suasana dengan falsafah dan nasihat tentang kebaikan.

Kemasan Total Almeera di design dengan warna hijau tosca yang cerah, dominan warna menyejukan pandangan, memiliki karakter tekstur deterjen yang lebih lembut serta wangi dan adem seperti aroma theraphy.Jadi produk Total Almeera ini tak hanya mengedepankan busa yang melimpah saja, tapi mutu yang baik bagi konsumen Indonesia umumnya. Yang pasti produk dengan jaminan halal, secara langsung memberikan ketenangan batin bagi konsumennya, karena sudah tidak ada lagi keraguan apakah bahan baku dan proses produksi barang tersebut telah dilakukan dengan benar.

Jumat, 17 Maret 2017

Visit Tidore Island - Pesona Surga Dunia Di Maluku Utara

Pulau Maitara
Sejak semasa sekolah, Saya sudah cukup tertarik dengan pelajaran sejarah yang mengunggkap kisah lampau bangsa. Salah satu yang menarik perhatian adalah kerajaan Ternate dan Tidore yang sangat Saya hapal di luar kepala. Sebagai daerah penghasil rempah terbaik hingga menjadi incaran negeri barat lainnya. Disamping itu Ternate dan Tidore menjadi salah satu kerajaan islam  terbesar di Nusantara.

Dahulu, tak terbesit sedikitpun hasrat untuk mengunjungi Maluku lantaran lokasi yang terbilang jauh dari pandangan mata . Namun, seiring waktu, setelah Saya menyaksikan sendiri beberapa keindahan pesona alam negeri ini, Saya semakin jatuh cinta dan ingin sekali bisa melangkah jauh ke wilayah Timur Indonesia. Tidore salah satu destinasi impian yang Saya gantungkan di langit mimpi.

Untuk itulah ketika diadakan sebuah acara bertajuk "Tidore Untuk Indonesia"  oleh Ngofa Tidore, bertempat di Fola Barakati - Leuwinangung. Saya tidak menyiakan kesempatan tersebut, ingin sekali tahu lebih banyak lagi dari informasi, kuliner hingga budayanya dimana setiap daerah Indonesia memiliki kekayaan tradisi masing-masing termasuk Tidore. Keistimewaan acara itu adalah ketika hadirnya  Sultan  Tidore ke 37 (masa kepemimpinan 2014-sekarang) yakni Sultan H.Husain Sjah bersama Perdana Menteri kesultanan Bapak Amin Faroek. Menariknya, acara yang berlangsung pada tanggal 12 Februari 2017 lalu mengadakan blog competition yang hadiahnya adalah kesempatan menjelajah ke Pulau Tidore.
Foto bersama Sultan Tidore (Doc.Pri)

Tentang Tidore


Menjadi bagian gugusan kepulauan Maluku Utara, Tidore merupakan salah satu pulau kecil disebelah barat pantai Pulau Halmahera. Bangsa Portugis dan Spanyol menyinggahi Nusantara ke Maluku termasuk Tidore di sekitar abad ke 16. Tujuannya adalah untuk mencari rempah-rempah, momonopoli perdagangan hingga menguasai dan menjajah negeri kepulauan tersebut.

Dalam perjuangan melepas belenggu penjajajahan Belanda setelah berhasil menyingkirkan Portugis dan Spanyol, terkenal tokoh yang memiliki peran central dalam pembebasan Maluku yakni Sultan Nuku pada 21 Juni 1801 M. Perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan menyerahnya Belanda hal itu menandakan bahwa Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo kembali merdeka dari belenggu kekuasaan asing.

Dilihat dari kondisi topografinya, Pulau Tidore dikenal dengan nama "Limau Duko" atau "Kie Duko" yang memiliki arti Pulau bergunung api, bahkan termasuk tertinggi di kepulauan Maluku. Tidore sebenarnya berasal dari tiga rangkaian kata bahasa Tidore yakni To ado re, artinya, ‘aku telah sampai’. Hal ini didasarkan pada sebuah peristiwa dimana menurut kisahnya daerah Tidore sering terjadi pertikaian antar para Momole (kepala suku), yang didukung oleh anggota masing-masing dalam memperebutkan wilayah kekuasaan.

Dengan kekayaan alam yang melimpah ruah, serta budaya dan tradisi sebagai cerminan bangsa dan tempat-tempat historical yang menawan. Tidak dapat ditampik jika Tidore memiliki potensi yang cukup unggul dari sektor wisata.

- Pesona Wisata Alam

Negeri beriklim tropis Indonesia dikaruniai keindahan alam yang tak ternilai, kesemuanya menggambarkan ibarat kepingan surga yang jatuh di bumi.Sebagai wilayah hampir di ujung nusantara, Tidore dan sekitarnya menyimpan kekayaan hayati yang masih murni karena kelestariannya dan belum banyak terjamah. Beberapa pesona alam yang bisa di kunjungi disana adalah : 

* Pulau Failonga

Pulau Failonga
Pulau mungil di Kepulauan Tidore ini hampir sebagian besarnya di kelilingi  tebing batu, pantai yang bening dan lainnya adalah batuan berukuran kecil yang landai. Keeksotikan Filonga nampak jelas pada pantai berpasir putihnya yang halus yang seakan dilindungi batuan berukuran raksasa dari deburan ombak. Banyak pilihan kegiatan menarik yang dapat dilakukan di tempat ini seperti berenang, snorkling, diving, atau bahkan memancing hingga wall climbing di tebing bebatuannya bahkan tak akan menjemukan walau hanya keliling pulau.

* Pulau Maitara

Terletak diantara Pulau Ternate dan Tidore, cukup mahsyur dikenal lantaran pemandangan cantiknya tercetak abadi di nilai uang seribu rupiah Indonesia dimana sisi lembar lainnya adalah Pahlawan Ternama Maluku Kapten Pattimura. Keindahan pulau ini terlukiskan lewat panorama menakjubkan dengan air pantai yang bening sehingga tampak ikan-ikan kecil berwarna warni. Pantai Pulau Maitara didominasi oleh berpasir putih dengan  alam bawah laut yang beranekaragam ikan serta karang yang masih terpelihara dengan baik.

* Teluk Guraping

Teluk Guraping
Sentuhan alami keindahan tampak jelas dari panorama yang tersaji di Guraping. menikmati hutan mangrove yang di dominasi pohon bakau dengan situasi air cukup tenang dan tak bergelombang. Hutan ini berlokasi di pinggir Teluk Guraping, Kelurahan Guraping Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara., dan menempati daerah seluas 400 hektare. Kurang lebih ada sekitar sembilan jenis tanaman bakau yang dapat ditemukan di Hutan Mangrove Guraping.

* Agrowisata Gurabunga

Gurabunga
Di tempat ini dapat dijumpai rumah adat masing-masing warga yang masih sangat terjaga keasliannya. Terletak di lereng Gunung Kie Matubu, membuat Desa Gurabunga memiliki suhu yang sangat dingin dengan ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, Lokasi di lereng gunung seperti ini membuat keadaan desa tersebut kerap berkabut dan pemandangan ketika berkabut ini lah yang menjadikan Desa Gurabunga terlihat seperti Negeri Di Atas Awan.Nama Gurabunga yang memiliki arti desa bunga  sebenarnya masih mempunyai ikatan dengan Kesultanan Tidore.

Keindahan pesona alam lainnya ada Pulau Mare dengan panorama keindahan yang memukau baik pantai maupun bawah lautnya. Menariknya lokasi ini dihuni oleh sekumpulan lumba-lumba yang tampak cantik beratraksi di dalam air. Adapula Pantai Rum di dominasi bebatuan kecil, dengan  pasir halus dan air yang jernih. Selain itu, Air Terjun Sigela tak kala indahnya dengan aliran air mengalir ke beberapa sungai yang ada di desa Sigela, sekitar lokasi dikelilingi pepohonan rimbun dan sejuk. Berikutnya adalah  Wisata Alam Luku Celeng merupakan sumber mata air dimana celeng disini berarti dingin, meskipun terbilang kecil debit air yang dihasilkan ketika musim penghujan akan memberikan pesona kecantikan. Tidak hanya sampai disitu, adapula lokasi yang bisa dijadikan sebagai sarana edukasi maupun penelitian, yakni konservasi flora dan fauna yang terdiri dari ratusan spesies jenis burung disempurnakan dengan suguhan pemandangan yang cantik berada di lokasi Wisata Alam Tayawi.

- Pesona Wisata Sejarah

Jangan sekali-sekali melupakan sejarah , karena dari kisah lampau lah Kita bisa banyak belajar tentang segala hal. Melalui sejarah dapat dijadikan arahan cerminan kemajuan suatu bangsa. Tidore menyimpan jejak-jejak sejarah yang menjadi tolak ukur perjuangan bangsa untuk sebuah kemerdekaan. Beberapa lokasi destinasi sejarah yang masih terjaga hingga saat ini, diantaranya :

* Benteng Tahula

Benteng Tahula memiliki arti Kota Hula merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Portugis ketika menduduki wilayah Tidore di awal abad ke-16. Pembangunannya dimulai sekitar tahun 1610 dan menjadi properti pertahanan Spanyol hingga tahun 1662. Benteng ini dibangun di atas Bukit Tanjung Soasio di bebatuan karang yang merupakan titik tinggi yang sangat baik untuk mengamati wilayah perairan maupun daratan Tidore

* Benteng Torre

Benteng Torre
Nama benteng “Torre” kemungkinan berhubungan dengan nama Kapten Portugis pada saat itu yaitu Hernando De La Torre. Terletak di atas Bukit dengan ketinggian sekitar 60 meter di atas permukaan laut, terbuat dari batu gunung yang dilekatkan dengan campuran kapur dan pasir.

* Kadato Kie

Kadato Kie

Adalah nama lain dari istana tempat bersemayam sultan Tidore, terletak di Kelurahan Soasio, KecamatanTidore, Kota Tidore Kepulauan. Istana ini pernah hancur di awal abad ke-20 sekitar tahun 1912 akibat politik adu domba Belanda. Dan baru pada tahun 1997 dimulai pembangunan kembali atas dorongan dari Sultan Djafar Syah,

* Masjid Kesultanan Sigi Kolano

Masjid Sigi Kolano
Saya ingat sekali Masjid ini menjadi simbolisasi kerajaan islam Tidore dan Ternte dari buku sejarah yang pernah di pelajari. Masjid ini menggambarkan kejayaan Kesultanan Tidore yang di dirikan sekitar tahun 1700 hingga 1710 Masehi. Bangunan ini memiliki bentuk arsitektur Islam Jawa beratapkan alang-alang yang kemudian diganti dengan seng, meski sudah beberapa kali mengalami pemugaran namun tidak menghilangkan unsur keaslian dari bangunan tersebut.


Selain itu ada juga Monumen Tugu Pendaratan Spanyol ketika pertama mendarat di kota Tidore oleh Juan Sabastian De El Cano di tahun 1521. Ingin melihat koleksi peninggalan kesultanan Tidore yang biasa digunakan untuk acara tertentu, maka bisa mengunjungi Museum Sonyinge Malige yang lokasinya berada di lantai dasar Kadato Kie. Yang masih cukup monumental juga adalah Dermaga Kesultanan dimana saat masa jaya diperuntukan untuk armada-armada kesultanan yang dibangun pada abad ke-16.

Selain itu, Tidore memiliki beberapa tokoh Islam di mana berperan dalam perkembangan masa jaya kerajaan Islam di Tidore. Beberapa makamnya pun kerap di datangi untuk para peziarah seperti Makam Sultan Syaifudin, Makam Sultan Muhamad Taher, Makam Sultan Zainal Abidin Syah hingga Makam Sultan Nuku yang juga merupakan pahlawan nasional.

- Pesona Wisata Budaya

Di gathering Visit Tidore Island, Kami yang hadir pun bisa menyaksikan beberapa seni budaya Tidore yang dipertunjukan. seperti :

* Atraksi Baramasuwen

Atraksi Bambu Gila
Atau disebut bambu gila yang menggunakan sebatang bambu dengan panjang empat ruas dimana orang-orang yang memegang bambu diarahkan oleh pawang yang dengan kemenyan ditangan dan membaca mantra untuk mengisi kekuatan dalam bambu.

* Tarian Barakati

Seni tari yang menggunakan Tifa, Saragi dan Rebab biasanya di tampilkan untuk penyambutan tamu, termasuk ketika Sultan datang kala itu. Arti yang terkandung dalam gerak tari ini adalah memohon berkah dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar para tamu dapat menikmati perjalanan ketika datang hingga kembali dengan selamat.

Tarian Soya-soya hingga tradisi Obor Negeri Paji Nyili-Nyili menjadi kekayaan budaya Tidore lainnya. Festival kerap mewarnai dan memeriahkan moment-moment penting seperti ritual adat Pelayaran Lufu Kie hingga Dola Ora sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang biasa dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal.

- Pesona Wisata Kuliner

Kuliner Tidore (Doc.Pri)
Kuliner telah menjadi salah satu identitas Indonesia, dari Sabang hingga Marauke memiliki ciri khas tersendiri dengan beraneka cita rasa yang menggiurkan. Tidore pun memiliki aneka kuliner jajanan dan olahan masakan.

Di Tidore sering diadakan acara makan adat yang biasa disebut Ngam Saro. Beraneka rupa sajian tersedia seperti Foki Sinanga, Nyao Hogo Rica, Bira Gosi, Katupa dan Pali. Saya masih ingat sekali kalau makanan pokok Maluku adalah Sagu. Biasanya akan diolah menjadi sajian bernama Popeda yakni bubur yang dibuat dari tepung sagu. Sepintas bentuknya mirip lem kanji, umumnya dihidangkan bersama kuah ikan dengan rasa asam dan pedas.
Popeda (Doc. KulinerIndonesia)

Akses Transportasi


Sebagai negeri kepulauan, Indonesia di dominasi oleh perairan, dan untuk menuju timur Indonesia memang tidaklah mudah. Beruntung saat ini Kita hidup di era teknologi yang pesat sehingga akses ke berbagai wilayah pun lebih bisa di jangkau. Untuk menuju Tidore biasanya melalui Ternate sebagai gerbang utamanya. Jika dengan pesawat terbang bisa memanfaatkan ke tujuan  bandara Kota Ambon, Manado, Makassar atau Sorong menuju bandara Sultan Babullah. Kemudian menyebrang melalui pelabuhan Bastiong ke pelabuhan Rum yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Tersedia dua transportasi yaitu kapal cepat yang beroperasi sepanjang waktu, atau kapal feri yang hanya berangkat 1 kali sehari untuk menuju Pelabuhan Rum.

Bersyukurlah dengan keindahan Negeri Indonesia ini, zamrud khatulistiwa dengan pesona keindahan yang tiada habisnya. Anugerah bentang alam panorama dari gunung hingga lautan menjadikan lukisan nyata yang memanjakan mata di kala memandang dan hati yang meyakini akan kebesaran kuasa Tuhan. Bentangan pulau dari semenanjung barat hingga timur menyimpan keragaman kekayaan hayati, aneka ragam budaya dan pesona lainnya. Tidore menjadi potongan surga dunia di Maluku Utara yang di miliki Indonesia.

Blog Competition "Tidore Untuk Indonesia"


* Sumber Refrensi & Gambar : Buku "Explore The Enchanting Tidore"