Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Selasa, 22 Mei 2018

Keluarga Terencana Ciptakan Harmonisasi Kebahagiaan

Gambaran Keluarga Bahagia (Doc. Pixabay)
Setiap pasangan yang menjalani kehidupan bersama pastinya sangat mengimpikan dan berharap menciptakan hubungan keluarga yang harmonis serta bahagia. Untuk membentuk hal tersebut tentunya tidak instan, perlu adanya saling pengertian pihak terkait satu sama lain. Oleh sebab itu ada baiknya sebelum berlanjut pada tahap menikah kemudian berkeluarga harus merencanakan segalanya dengan sangat matang.

Keluarga adalah unsur terkecil dari masyarakat yang akan membentuk kepribadian seorang manusia dalam sosialisasinya di tengah masyarakat. Selama proses tersebut seseorang di ajarkan untuk menjadi manusia sosial yang berbudaya  dengan sikap berdasarkan nilai serta aturan yang bersifat positif.

Direktur Bina Ketahanan Remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Ibu Eka Sulistia Ediningsih dalam pertemuan bersama segenap peserta Blogger Plus Community di Museum Penerangan Taman Mini Indonesia Indah pada 15 Mei 2018 lalu menyampaikan beberapa poin terkait keluarga terencana.

Minggu, 20 Mei 2018

Pendidikan Masih Menjadi Fokus Utama Program Making Indonesia 4.0

Kita tidak bisa menyangkali gesitnya era perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini. Sebuah paradigma yang menciptakan perubahan dan peluang baru untuk berbagai bidang Industri dengan memanfaatkan manufaktur digital, robotika dan teknologi. Namun, semua itu tak terlepas dari tantangan yang dihadapi ke depannya.

Saat pertama kali revolusi Industri 1.0 tercetus di Inggris sekitar abad ke-18 bermula ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin dimana pendapatan perkapita melonjak tajam. Revolusi Industri 2.0 ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan kendaraan bermotor mulailah di ciptakan sebuah mobil. Semakin berkembang, Revolusi Industri 3.0 mulai dikenal komputer serta internet. Dan era saat ini yang tengah berjalan telah memasuki Revolusi Industri 4.0 lebih mengandalkan ketangkasan teknologi, robotik, digitalisasi yang dibarengi dengan inovasi.

Revolusi industri ke-4 ini seakan mengaburkan batasan antara lingkungan fisik, digital dan biologis melalui teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memahami lebih dalam tentang perkembangan Industri 4.0 khususnya di Indonesia, maka pada 11 Mei 2018 Saya berkesempatan menghadiri acara #Obsat yang berlangsung di Paradigma Kafe & Restauran Jl. Pegangsaan Barat No.4 Cikini Jakarta Pusat. 'Menuju Indonesia 4.0' menjadi tema besar yang menjadi perbincangan saat itu.

Selasa, 15 Mei 2018

Semangat Tebar Kebaikan Bersama Dompet Dhuafa


Sebentar lagi bulan yang penuh dengan keberkahan dan rahmat Allah akan segera tiba. Disaat itu diwajibkan umat muslim berpuasa  untuk membentuk kepribadian sebagai insan yang bertakwa. Bulan Ramadhan ini menjadi bulan latihan untuk mengendalikan diri dari ucapan, hawa nafsu, serta perbuatan yang tidak ada manfaatnya. Prioritas utamanya adalah dengan memaksimalkan waktu untuk ibadah dekat dengan Rabb-Nya juga mengoptimalkan segala kebaikan bagi sesama.

Di beberapa wilayah biasanya memiliki tradisi sendiri untuk menyambut Ramadhan. Dompet Dhuafa sebuah lembaga filantropi pun tak mau ketinggalan, seiring dengan bulan suci yang akan segera tiba sekaligus menyambut usianya yang seperempat abad ini pun mengadakan program-program berbagi ramadhan degan semangat gerakan bertajuk #25TahunmembentangKebaikan . Hadirnya semangat tersebut menjadi gerakan yang tumbuh dari tahun ke tahun bersama para donatur dalam membangun kesejahteraan rakyat miskin serta kaum dhuafa  di seluruh Indonesia maupun belahan dunia.

"Pada tahun ini, Dompet Dhuafa ingin memberikan informasi yang lebih luas pada masyarakat di segala dinamika, situasi, dan pekerjaan lembaga yang telah bergulir untuk masyarakat luas." Ungkap Bambang Suherman, Direktur mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa pada acara yang berlangsung di Gedung Graha Bima Sakti, Komplek TNI AU Triloka, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Senin, 14 Mei 2018

Memahami Program Deteksi Dini Penyakit Lupus

Situasi perkembangan penyakit tidak menular, semakin lama kian mengkhawatirkan. Bahkan saat ini telah menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Faktor pemicunya bisa karena gaya hidup tidak sehat maupun kurang beraktifitas fisik. Sebagian besar masyarakat dengan derita penyakit tidak menular tidak menyadarinya sehingga kerap terlambat untuk di tangani.

Pernah kah mendengar penyakit bernama lupus ? Dimana suatu sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing (non-self) dengan sel dan jaringan tubuh sendiri (self). Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.


Dalam menyambut hari Lupus Sedunia di tanggal 10 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam hal ini melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P), menyelenggarakan Temu Media atau Press Breafing di Gedung D Kantor Ditjen P2P Kemenkes RI, Jalan Percetakan Negara, No.29.