Senin, 27 Januari 2014

Ketika Suatu Karya Menembus Belantara Persaingan

Setelah sekian hari baru sempet posting lagi, rasa bahagia dan syukur yang saya terima ketika sepulang kerja mendapatkan paket yang dinanti pun tiba juga. Mau tau apa itu hayooo.. ?? Iyaps, sebuah buku antalogi cerpen + sertifikat penghargaan karya perdana cerpen saya yang dibukukan ( yihaaa ) Jadi berasa kaya hadiah menjelang moment ulang tahun saya yang notabane-nya beberapa hari lagi. ^_~

Akhirnya penantian itu berbuah manis, tak masalah lah hanya penerbit indie yang jelas saya sudah cukup bahagia di kala karya sederhana saya mendapat apresiasi dan lolos seleksi dari sekian cerpen lain yang pastinya tak kalah menginspirasi.

Ada kalanya sebuah kompetisi itu tak hanya diukur lewat nilai sebuah penghargaan atau pun hadiah, ketika kita mampu berkarya dan mendapat apresiasi dari beberapa pihak itu sudah hal yang cukup menyenangkan setidaknya ada yang menghargai hasil pemikiran dan ungkapan rasa kita melalui sebuah tulisan.

Menampilkan 5_Foto1440.jpg

Selasa, 21 Januari 2014

Keistimewaan Indonesia dengan Segudang Misterinya

Berkenaan dengan tema Negeri Cincin Api : Berkah atau Bencana yang terkandung dalam pesan ( artikel ) berjudul Yang Masih Misteri di Nusantara di www.darwinsaleh.com saya berpandangan bahwa saya setuju dengan artikel tersebut karena negeri ini memang menyimpan ribuan misteri yang belum terungkap dan ada kalanya tak di terima oleh nalar terkait dengan mitos dan adat yang kental di anut masyarakatnya.

Misteri Piramida di Gunung Lalakon dan Benua Atlantis

Mengenai piramida terbesar yang di temukan di Indonesia pun pernah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Didadasarkan pada penemuan bukti fisik struktur bebatuan piramida di balik bukit Lalakon kecamatan Soreang kabupaten Bandung. Bebatuan tersebut tersusun rapi dengan kemiringan 30 derajat setelah digali tanah sedalam 1-4 meter. Namun masih terjadi pro dan kontra akan keberadaan bebatuan bersusun tersebut. Hal ini pun masih terkait akan misteri lain dari negeri seribu pulau ini yakni keberadaan atlantis yang konon berada di wilayah Asia tenggara, tak lain dan tak bukan adalah Indonesia.

Berdasarkan kesimpulan dari Profesor Arysio Santos yang telah melakukan penelitian selama 30 tahun, dirinya menyakini Indonesia adalah benua Atlantis yang hilang. Wacana ini sudah beredar luas, hal ini didasari karena dahulu saat zaman peradaban Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, negara Singapura dan Malaysia bagian barat serta selat sunda menyatu datarannya bahkan sering disebut Sunda Land.
Indonesia adalah Benua Atlantis yang hilang 
Benua Atlantis hilang di karenakan tenggelam oleh lautan dan bencana gempa bumi, hingga mengakibatkan daratan Atlantis tenggelam hingga mencapai dasar laut. Terlihat jelas bahwa ada bangunan-bangunan tua yang sudah ada sejak berabad-abad di dasar laut di Selat Sunda.

Keberadaan Kota Atlantis yang diperkirakan tenggelam 11.600 tahun lalu masih menjadi misteri. Namun, ada satu dokumen yang menyebut Indonesia merupakan wilayah Atlantis yang sebenarnya. Santos meyakini benua menghilang akibat letusan beberapa gunung berapi yang terjadi bersamaan pada akhir zaman es sekitar 11.600 tahun lalu. Di antara gunung besar yang meletus zaman itu adalah Gunung Krakatau Purba (induk Gunung Krakatau yang meletus pada 1883) yang konon letusannya sanggup menggelapkan seluruh dunia. Letusan gunung berapi yang terjadi bersamaan ini menimbulkan gempa, pencairan es, banjir, serta gelombang tsunami sangat besar.

Saat gunung berapi itu meletus, ledakannya membuka Selat Sunda. Peristiwa itu juga mengakibatkan tenggelamnya sebagian permukaan bumi yang kemudian disebut Atlantis.

Menurut Santos, pulau-pulau di Indonesia yang mencapai ribuan itu merupakan puncak-puncak gunung dan dataran-dataran tinggi benua Atlantis yang dulu tenggelam. Satu hal yang ditekankan Santos adalah banyak peneliti selama ini terkecoh dengan nama Atlantis.

Mereka melihat kedekatan nama Atlantis dengan Samudera Atlantik yang terletak di antara Eropa, Amerika dan Afrika. Padahal pada masa kuno hingga era Christoper Columbus atau sebelum ditemukannya Benua Amerika, Samudera Atlantik yang dimaksud adalah terusan Samudra Pasifik dan Hindia.

Hilangnya Candi Borobudur

Dibangun pada zama kerajaan Buddha berjaya dinasti Syailendra, satu abad setelah pembangunannya candi borobudur ditinggalkan karena berpindahnya pusat kerajaan saati itu. Candi besar yang pernah menjadi pesona mata dunia hingga mecanangkan dalam keajaiban dunia ini pernah hilang dan terlupakan karena tenggelam dan tertimbun abun vulkanik akibat letusan gunung berapi dan pertumbuhan hutan yang sangat lebat dan bangunan-bangunannya tertutup belukar. Kemudian pada abad ke-15 Candi borobudur benar-benar terlupakan di kala masa kejayaan Islam memasuki Nusantara.

Bangunan megah tersebut hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. 

Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir, reruntuhan bangunan batu di desa Bumisegoro, Karisidenan Kedu. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas, candi yang sangat besar dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut. Pemugaran selanjutnya oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann. Kemudian Wilsen (1849) melengkapi dengan gambar bangunan dan relief candi dan dokumentasi foto oleh Van Kinsbergen (1873). setelah itu periode selanjutnya dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang.

Yang masih menjadi misteri adalah kepastian mengapa wilayah candi Borobudur adalah wilayah yang ditinggalkan. Saat Raffles menemukan candi ini, wilayah tersebut adalah bukan wilayah hunian, sebuah hal yang janggal ketika sebuah tempat peribadatan besar umat Buddha tapi tidak ada penduduknya. Bahkan Majapahit atau pun Sunda Galuh tidak mencatat eksistensi candi ini.


http://richocean.files.wordpress.com/2010/11/borobudur.jpg?w=488&

Indonesia Kawasan Negeri Cincin Api

Indonesia memiliki beraneka ragam keunikan dengan julukan yang menggambarkan ke eksotikan alamnya salah satunya adalah sebagai negeri Cincin Api (Ring Of Fire) karena dikepung oleh keberadaan gunung api yang terhampar luas di hampir di seluruh kepulauan dan pearairan di Indonesia. Hal ini menyebabakan Indonesia sangat berpotensi mengalami bencana tektonik seperti  letusan gunung berapi hingga gempa dan tsunami.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/09/14/2211443p.JPG
Sebagaimana artikel yang di muat di www.darwinsaleh.com dengan judul Hidup Mati di Negeri Cincin Api yang merupakan buku catatan ekspedisi 1 tahun Tim Kompas keliling Indonesia memberikan gambaran bertapa istimewanya negeri ini dengan limpahan keindahan alam yang tiada tara, sekumpulan flora dan fauna dengan keunikannya, hutan lebat yang sangat berpengaruh sebagai paru-paru dunia, hamparan laut dan pantai yang maha indah serta gunung-gunung berdiri kokoh dan anggun belum lagi sumber daya alam yang terkandung di dalam perut buminya tak akan pernah habis jika dijabarkan satu-persatu karunia Tuhan untuk negeri ini. Terlepas dari semua itu masyarakat pun harus tetap waspada terkhususnya di wilayah rawan bencana.

Di atas Bumi yang paling bergolak ini, masyarakat tumbuh dan berkembang selama ribuan tahun. Gunung api memang bukan hanya soal geologi dan geofisika, melainkan juga masalah budaya. Berkali-kali letusan gunung api merenggut kehidupan. Namun masyarakat selalu kembali dalam naungan Kerajaan Gunung Api, karena di balik kehancuran yang diakibatkannya, gunung api menyimpan berkah yang menghidupi. Debu akibat letusannya menyuburkan tanah dan merajut Nusantara sebagai untaian zamrud yang berjajar sepanjang Katulistiwa. Jalur Cincin Api juga berarti potensi energi tenaga panas bumi yang berlimpah, kekayaan jenis dan sebaran mineral yang terendapkan, serta kekayaan hayati yang khas. 

Sebagai manusia biasa, tentu kita tidak bisa mencegah bencana yang bisa datang kapan saja, namun bukan berarti tidak bisa di minimalisir dampak dari bencana yang terjadi. Seperti :
1) Memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menggunakan alat penedeteksi gempa dan tsunami
2) Rutin melakukan simulasi bencana dan memaksimalkan tempat perlindungan yang lebih banyak
3) Dibuatnya pemetaan wilayah rawan bencana sebagai peringatan dini 
4) Memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang pengetahuan penanggulangan bencana
5) Meningkatkan Sumber Daya Manusia berkualitas terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
6) Pastinya menjaga lingkungan dengan baik

Semakin jauh menggali akan keragaman misteri negeri ini, semakin banyak hal yang belum terungkap. Untuk itu diharapkan kepada penerus-penerus bangsa agar menjaga kelestarian negeri serta memperdalam pengetahuan akan sejarah nusantara untuk perbaikan kehidupan sendi-sendi tanah air yang lebih baik. Serta mengambil sikap yang tegas kepada pribadi egois yang hendak merusak keindahan alam, yang serakah merampas kekayaan yang terkandung  demi kepentingan pribadi semata juga kepada mereka yang hendak memecah persatuan bangsa.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”.
 
Sumber : 
http://www.darwinsaleh.com
http://www.sindonews.com
http://www.news.detik.com/
http://www.kompas.com/
http://richocean.wordpress.com/

Jumat, 17 Januari 2014

Bumi Pertiwi Kembali Menangis

Saya yakin, kita tentu sudah melihat dan mendengar entah melalui media cetak,televisi, radio atau bahkan internet yang sering kita akses bencana alam tengah meraja lela tidak usah jauh-jauh dulu lihatlah sekelilig kita bahwa ibu pertiwi tengah menangis dihantam banyak bencana. Inilah akibat ke egoisan manusia, ketamakan mereka yang tidak memiliki nurani demi ego semata yang kerap kali merusak alam. Bumi semakin tua, alam kian marah sudah saatnya bagi kita untuk berbenah diri sebelum semuanya terlambat.

- Jakarta

Ketika memasuki musim penghujan, warga Jakarta seperti biasa sudah harus bersiap diri menghadapi "musiman" satu ini ya, Banjir yang masih manjadi PR utama terkhususnya warga ibu kota. Ruang penyerapan air yang semakin sedikit dan curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir hampir diseluruh wilayah yang dulu dikenal dengan nama Batavia ini. Di beberapa kawasan sudah banyak warga yang harus mengungsi karena tempat tinggal mereka yang terendam,entah begitu banyak kerugian yang diakibatkan dari bencana satu ini. Jika saja warga lebih mau menjaga lingkungan atau ruang untuk penyerapan air lebih banyak setidaknya bencana banjir ini bisa di minimalisir.
http://cdn.klimg.com/merdeka.com/resized/670x670/i/w/news/2014/01/15/306399/996x498/asuransi-diminta-sediakan-dana-ekstra-hadapi-banjir-jakarta.jpg
 Sumber Gambar : www.merdeka.com

Rabu, 15 Januari 2014

Opinion about "Nama Pena"

http://www.anneahira.com/images/nama-penulis.jpgEntah mengapa saya sedang terpikirkan dengan wacana ini sebuah nama pena. Nama samaran bagi seorang penulis, dahulu saya pun sempat berfikir untuk memiliki nama pena dengan filosofi-filosofi didalamnya, tapi setelah saya berfikir saya lebih suka menggunakan nama asli saya karena adalah perwakilan doa dari orang tua  yang telah memberikan nama yang baik untuk saya.

Nama saya mungkin terlalu pasaran ( bukankah bagus berarti bisa lebih di ingat, hehehehe ), tapi makna dan artinya itu cukup indah "cahaya surga" kata mamah nama saya ini diberikan oleh kakek. 

Mungkin saya ingin orang mengenal saya sebagai apa adanya saya, toh nama yang saya sandangpun ga jelek-jelek banget (iya kan, iya dong?)  .