Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengakibatkan sejumlah rumah hanyut terbawa arus, jalan dan jembatan terputus, ribuan warga terpaksa mengungsi, serta tidak sedikit korban jiwa, menyisakan duka dan trauma bagi penyintas bencana.
Kini tahun telah berganti, nyatanya pemulihan pasca bencana belum menyeluruh. Kendati status tanggap darurat banjir bandang di Pulau Sumatera berakhir, kebutuhan bantuan bagi para penyintas bencana masih sangat mendesak.
Bertepatan dengan menyambut Ramadan yang akan segera tiba, pada tanggal 29 Januari 2026 Dompet Dhuafa menggelar silaturahmi bertajuk “Harmoni di Ramadan: Merajut Cerita dari Sumatera” bertempat di Winners Backyard, Pondok Pinang, Jakarta Selatan yang dihadiri oleh segenap blogger, media, influencer. Bersama menyatukan kepedulian dalam Kebaikan untuk mendukung pemulihan penyintas bencana di Sumatera.
Direktur Resources Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, menyampaikan bahwa Ramadan tahun ini mengusung fokus khusus melalui program Ramadan untuk Aceh. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pembangunan 1.000 unit Rumah Sementara (RUMTARA) bagi penyintas bencana.
"Sejak 31 Desember 2025 kami mulai membangun Rumtara. Targetnya, 120 unit pertama rampung pada Januari ini agar para penyintas tidak lagi tinggal di tenda saat Ramadan,” Etika mengungkapka
RUMTARA hadir sebagai ruang aman untuk beristirahat dan menata kembali hidup yang sempat hilang. Adapun Penentuan titik pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Provinsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Selain itu, target penghimpunan dana bantuan nantinya juga akan difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Dalam acara 'Harmoni di Ramadan: Merajut Cerita dari Sumatera' juga hadir narasumber dalam sesi talkshow diantaranya aktivis sekaligus pegiat sosial Chiki Fawzi, Eka Suwandi dari Disaster Management Center Dompet Dhuafa, dan Ketua Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa, Sulis Tiqomah.
Chiki membagikan pengalaman emosionalnya saat tinggal di tenda pengungsian Aceh Tamiang dan menegaskan pentingnya kehadiran langsung untuk memahami kondisi masyarakat terdampak.
"Penyintas bencana yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian berada pada kondisi yang serba terbatas. Banyak dari mereka hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh saat menyelamatkan diri," ujar Chiki.
Eka Suwandi juga menambahkan kondisi di Sumatera pasca bencana terjadi dan ketika mengvakuasi korban. Bukan hanya fokus pada penanganan respon dan pencarian penyintas yang hilang, dapur-dapur umum di beberapa titik tetapi mereka pun butuh tempat berteduh yang layak agar keluarga penyintas dapat kembali merencanakan masa depan.
Selain fokus pada bantuan untuk Sumatera, Dompet Dhuafa pun telah menyiapkan berbagai kegiatan sepanjang Ramadan. Sulis Tiqomah memaparkan berbagai program Ramadan bertajuk “Berzakat Itu Kalcer”, seperti BeROJOL, Mudik Kalcer bagi 1.447 jiwa, serta Tebar Zakat Fitrah dengan distribusi 10 ton beras bagi penyintas di Sumatera.
Melalui berbagai program yang di usung Dompet Dhuafa, mengingatkan untuk jangan khawatir berbagi dalam kebaikan. Mulailah untuk menjadikan Zakat, infak, wakaf dan sodaqoh bukan semata karena kewajiban ibadah, tetapi juga gaya hidup yang mencerminkan kepedulian sosial dari keseharian dalam membangun kebermanfaatan bersama.
Dalam kegiatan saat itu, juga ada aktivitas melukis kotak pensil dan menuliskan harapan bagi penyintas khususnya anak-anak sebagai bentuk keperdulian.
Acara pun ditutup dengan tausiyah Ustadz Maulana yang mengajak memperbanyak amal saleh dan memperkuat kepedulian sosial selama Ramadan.
"Rajab bulannya Allah, Syaban bulannya Nabi Muhammad SAW, dan Ramadan bulannya umat Nabi Muhammad oleh karenanya perbanyaklah berbuat kebaikan di bulan suci," sepenggal tausiyah Ustadz Maulana.
Jadikan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menebar kebaikan melalui berbagi. Dengan persiapan yang matang, sambut bulan mulia dengan lebih bermakna serta membawa manfaat kepada sesama.



10 komentar:
Selalu suka dengan pergerakan dan semua kegiatan yang diadakan oleh Dompet Duafa. Salah satu lembaga filantropi terpercaya, amanah, dan mampu membangun jejaring serta aktivitas yang bermanfaat bagi publik. Semoga Dompet Duafa senantiasa berjaya dan mampu menjalankan amanah umat.
Harapannya ngga ada lagi musibah2 besar yang melanda Indonesia. Sedih bangeet kalo harus kehilangan segala2nya, apalagi sampe kehilangan keluarga.
Semoga ngga ada lagi pengrusakan2 lingkungan yang jadi penyebab musibah ini semua. Gemesssnya kalo diinget2..
Pulihlah Indonesia..
Keren, dompet Dhuafa menyasar pembangunan rumah sementara. Sesuatu yang sangat dibutuhkan para korban bencana setelah pangan dan papan yang mungkin sudah banyak disalurkan bantuan dari donatur lain
Senengnya bisa ikutan acara Dompet Dhuafa yang ngga cuma jadi tahu kondisi para penyintas banjir di Sumatera tapi juga betapa strugglenya para relawan membantu korban agar mereka bisa bangkit lagi.
hebat ya Dompet Dhuafa
selalu terdepan dalam kemashalatan umat
apalagi katanya sampai sekarang penanganan banjir Sumatra belum beres ya?
Karena itu saya selalu menyalurkan ziswaf ke Dompet Dhuafa
Gak bisa langsung membantu, minimal nitip ke DD ^^
Semoga kondisi si Sumatera yang kemarin terkena bencana, semakin baik ya, sehingga para penyintas juga tenang dalam menjalani ibadah ramadhan
Dari awal sudah kebayang betapa beratnya kondisi penyintas banjir dan longsor di, terlebih menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari ini. Sebab yang namanya pemulihan itu pasti prosesnya panjang dan di sana kepedulian kita dibutuhin.
Program Ramadan Dompet Dhuafa semoga sukses ya mbak. Teriring doa untuk saudara-saudara kita di sana.
Kamu berhasil ngecapture sisi kemanusiaan yang bikin aku berhenti scroll, terus mikir ulang soal gimana Ramadan bukan sekadar puasa, tapi juga tentang merajut kembali kehidupan yang sempat patah setelah musibah di Sumatera. Cerita tentang pembangunan rumah sementara dan peran komunitas kayak ini tuh ngingetin kita semua kalau berbagi itu bukan cuma ibadah, tapi juga bentuk empati yang nyata banget
Yang paling kena di aku adalah cara kamu nyambungin kegiatan itu sama semangat Ramadan yang lebih luas — bukan sekadar senang berbagi saat bulan suci, tapi gimana kebaikan itu bisa jadi lifestyle, sesuatu yang terus hidup bahkan setelah Ramadan lewat. Ini type tulisan yang bikin pembaca gak hanya tau fakta, tapi ngerasain emosinya juga
Keep up the inspiring writing! Semoga makin banyak orang yang tergerak buat act, bukan cuma baca!
Sedih ini membayangkan mereka yang di Sumatera menjalankan ibadah Ramadan dalam kondisi belum sepenuhnya pulih. Semoga mereka semua diberi kesabaran seluas-luasnya. Semoga kita juga senantiasa dimudahkan mengulurkan tangan membantu. Keren program Dompet Dhuafa.
Duh iya banget, bayangin saudara-saudara kita yang di Aceh dan Sumatera beneran bikin nangis. Bencananya gede banget, korban jiwa banyak. Makasih ya Dompet Dhuafa udah bikin kegiatan keren bermakna dan semoga membantu banget saudara-saudara kita disana. Apalagi Chiki Fauzia melihat langsung kondisi pengungsian. Agenda Dompet Dhuafa semoga berdampak baik bagi mereka yang menjadi penyintas bencana. Segera bangkit dan pulih serta nggak ada kejadian serupa terjadi lagi ya.
Posting Komentar