Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2026

Seniman Pangan, Manifest Restorasi Ekonomi dengan Pemberdayaan Pangan Lokal

Setiap tanggal 09 Agustus diperingati sebagai Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Hal ini menjadi momen refleksi dan berbenah di balik kebenaran bahwa Indonesia sebenarnya punya kekayaan alam berlimpah tapi sayangnya keanekaragaman hayati ini masih terabaikan, tidak terkecuali untuk masyarakat adat sebagai penjaga hutan dan warisan budaya.

Jelang peringatan HIMAS 2026, sehari sebelumnya, aku bersama teman-teman Eco Blogger Squad bertandang ke Seniman Pangan di kawasan VIDA BEKASI. Disini benar-benar membuka cakrawala informasi, banyak sekali cerita dan ragam produk olahan yang di kelola secara tepat menjadi komoditi dengan inovasinya bernilai jual tinggi.


Dibalik Cerita Seniman Pangan


Seniman Pangan sebuah cafe dengan design bangunan cukup autentik, sekaligus menjadi ruang belajar kewirausahaan kreatif yang diinisiasi oleh Javara Indonesia bertujuan mencapai restorasi ekonomi dengan memberdayakan petani, nelayan, dan masyarakat adat menjadi pengusaha pangan  yang mengolah hasil bumi lokal menjadi produk naik kelas serta memiliki nilai jual lebih.


Johanna Hehakaja, Business Director Sekolah Seniman Pangan menceritakan bahwa kawasan Vida Bekasi yang jaraknya tidak jauh dari Bantar Gebang, sebuah tempat pembuangan akhir untuk sampah bisa di kelola menjadi lahan potensial untuk bersemayamnya ratusan tanaman pangan lokal yang sebelumnya hanya dipenuhi oleh ilalang dan sawah. Permintaan pengembang ingin ada lahan hijau sehingga keputusan membuat kebun percontohan menjadi Sekolah Seniman Pangan terlaksana.

Beliau pun menambahkan berbagai program yang telah dilakukan Seniman pangan adalah dengan mengangkat peran perempuan adat sebagai benteng pertahanan ekosistem hutan dan ketahanan pangan lokal setempat dengan memberi pelatihan di desa adat sehingga tidak sekadar menjual bahan mentah komoditas, melainkan mengolahnya menjadi produk kuliner hingga kerajinan tangan siap pakai.

Disamping itu juga berkolaborasi dalam gerakan negara mitra pasifik seperti Samoa dan Fiji, dimana para wirausahawan perempuan dari kedua negara kepulauan Pasifik datang untuk belajar mengolah potensi pangan lokal secara berkelanjutan.

Jika dilihat sekilas dari luar bangunan Seniman Pangan cukup sederhana, sungguh tak terduga ternyata di belakangnya terdapat kebun seluas 3 hektar. Di lahan yang subur dan terus berkembang ini, terdapat beraneks tanaman yang menyimpan kisah serta nilai-nilai warisan keanekaragaman hayati pangan Indonesia, sekaligus mencerminkan dedikasi orang-orang di baliknya seoertibrempah-rempah dan bahan pangan pokok yang dibudidayakan secara organik hingga di petak-petak  secara khusus.

Aktivitas Program Seniman Pangan


Kendati konsepnya cafe, Seniman Pangan juga menjadi tempat edukasi gastrocultural experience berbasis keanekaragaman hayati maupun workshop dalam pemberdayaan pangan lokal. Salah satu aktivitas yang ditawarkan yaitu farm tour  dengan menjelajahi area perkebunan rempah, sayur organik, hingga kebun bibit (nursery) belajar menanam bibit tanaman secara langsung sampai mencicipi produk olahan artisan.


Mama Etih Suryatin, Partnership Director Seniman Pangan menjelaskan lahan perkebunan terbagi dalam dua area yakni Kebun nutrisi atau kebun contoh meliputi sekumpulan berbagai tanaman lokal dan tanaman nutrisi diantaranya rempah, buah, yang biasanya di olah secara langsung di dapur artisan.

Berikutnya adalah kebun produksi dimana komoditinya adalah beragam tanaman yang pengelolaan lahannya secara teknis menghasilkan panen yang bernilai jual dan cenderung di olah menjadi produk tertentu. 

Selama aktivitas farm tour bersama Seniman pangan bukan hanya diajak berkeliling perkebunan tapi juga menerangkan beberapa informasi seputar tanaman sekaligus belajar menanam bibit, merawat, hingga memahami metode pemupukan tanaman sampai memanen hasil perkebunan (pengalaman mengesankan langsung mencicipi tebu papua secara langsung usai di tebang batangnya). Di Seniman pangan juga adacternak unggas seperti ayam dam bebek serta memanfaatkan lahan terbatas yang bisa difungsikan menjadi kolam ikan.

Workshop dan Olahan Pangan 


Selepas berkeliling perkebunan, para peserta Eco Blogger Squad di perkenalkan dengan garam dari nipah oleh Corazon Nikijuluw, Food technology & education manager Seniman Pangan. Olahan itu diadaptasi dari kebiasaan masyarakat adat di Papua khususnya warisan leluhur suku Moi. Tekstur garam nipah ini layaknya serbuk kristal lebih halus hingga agak kesat, di Javara Indonesia menyediakan garam putih yang telah melewati permurnian, sebab biasanya garam nipah itu umum dikenal sebagai garam hitam.


Setelahnya pun dipersilahkan untuk praktik membuat selai dan sirup dari bahan organik. Pertama adalah selai Rosella, tanaman berwarna merah kaya akan vitamin C dan antioksidan yang sering dipakai untuk menjaga kesehatan umumnys ini sering diolah jadi teh herbal. Namun kali ini di buat selai, dipadukan dengan roti pun begitu klop dengan rasa agak asam, sedikit manis dan segar. 

Membuat Selai Rosella :

  • Siapkan kelopak bunga rosella segar buang bagian biji dan cuci bersih kelopaknya.
  • Haluskan kelopak rosella dengan blender atau chopper bersama sedikit air.
  • Masak hasil blender di wajan dengan gula cair secukupnya
  • Aduk terus di atas api sedang sampai airnya mengering dan mengental.
  • Angkat, dinginkan, lalu simpan di dalam botol kaca.

Berikutnya tentu ga asing dengan kemangi, tanaman yan biasanya untuk lalapan pendamping makan ternyata bisa diolah jadi sirup yang lezat. Dalam pemikiran jujur sempat skeptis "apa ga pahit ya" setelah diracik dan dipadukan dengan es batu hingga menjadi minuman rasanya sungguh menyegarkan. Aku sampai nambah beberapa kali.

Membuat Sirup Kemangi

  • Siapkan daun kemangi segar
  • Setelah dicuci bersih tiriskan hingga benar-benar bersih
  • Rebus air dan daun kemangi 
  • Saring air rebusan daun kemangi ke wadah bersih.
  • Masukkan air saringan ke panci, lalu tambah gula cair murni dan air 
  • Masak pakai api sedang sambil aduk sampai mengental
  • Angkat, biarkan dingin, lalu simpan dalam botol steril.

Eksplorasi perihal pangan lokal belum berhenti di situ, dalam sajian meja prasmanan disediakan begitu banyak ragam makanan siap santap dari berbagai nusantara, diantaranya : 
  1. Nasi Subut - Kalimantan Sambal
  2. Inter Singkong - Bogor  
  3. Tumpang (Sayur) 
  4. Ikan Goreng 
  5. Ayam Tangkap - Aceh 
  6.  Tahu Tempe Bacem  
  7. Sate Singkong dengan sambal kacang - Mollo NTT  
  8. Perkedel Jagung - Mollo NTT 

CONDIMENTS 
  1. Sambal Beberok - NTB 
  2. Sambal Terong Belanda - Sum Sel 
  3. Kerupuk / Emping 

DESSERT 
  1. Rujak Aceh 
  2. Sagu Sep Pisang dengan Gelatto - Papua 
Melalui kunjungan ke Seniman Pangan, semakin membuka wawasan bahwa sebenarnya negeri ini punya potensi pangan yang besar serta unik dari setiap daerahnya.Tentunya tak lepas dari kontribusi masyarakat adat setempat, serta petani. Oleh karenanya perlu dioptimalkan melalui ragam pemberdayaan seperti gastronomi pangan lokal misalnya untuk menjaga keberlanjutan sekaligus tercapai tujuan mewujudkan restorasi ekonomi secara tepat.

Sabtu, 23 Mei 2026

Djakarta Ennichi 2026 Batal Terselenggara

Sejak gaungnya beberapa bulan lalu, udah notice dan udah ada niatan hadir ke festival budaya jepang Djakarta Ennichi 2026 yang akan berlangsung di Lapangan Banteng Jakarta pada 23 - 24 Mei 2026. Mengusung tema “Shinshou” atau “Babak Baru” udah berekspektasi acaranya akan begitu meriah mengingat event serupa bertajuk Ennichisai yang biasa berlangsung di Blok M sudah lama vakum dan terakhir sekitar 2019.

Awalnya aku pun mengira kalau Djakarta Ennichi itu sama dengan Ennichisai tapi sempat baca statment penyelenggara ini berbeda EO. Namun, yang terjadi dan ramai di jagat maya adalah pembatalan acara hanya kurang dari 8 jam sebelum acara terselanggara. Sekitar dini hari postingan itu di publish dan di umumkan dengan dalih kesalahan teknis dan operasional. Tetapi sempat beredar juga rumor liar di media sosial bahwa event tersebut diambil alih oleh acara anggota DPRD sebuah partai politik berkuasa (masih simpang siur belum ada info valid).

Penggemar festival Jepang yang sudah menantikan acara ini tentu saja meradang, mereka mengeluarkan keluh kesahnya karena terasa janggal, padahal ini acara cukup besar, banyak sponsor, vendor-vendor bahkan dari luar kota udah bersiap, dan pihak penyelenggara pun sudah cukup berpengalaman.

Minggu, 01 Februari 2026

Ingin Lupa Hari Ulang Tahun

Memasuki awal februari, ya itu adalah hari kelahiranku. Harusnya memang biasa aja, kadang aku berpikir ingin seperti orang-orang ga terlalu memperdulikan hari ulang tahunnya. Sehingga kalau tidak di ingat ya biasa saja pun kalau ada yang ingat ya jadi bahagia. Tapi berapa kali pun mencoba rasanya gagal. Entah kenapa aku masih merasa kalau moment itu di ingat oleh yang disayang itu jadi merasa dihargai dan ada arti.

Moment ulang tahun
Sumber gambar : freepik

Itu sebabnya setiap tanggal 01 februari atau hari sebelumnya aku selalu mencoba mencari kesibukan. Tapi yang ada malah banyak zonk nya jadi perasaan sunyi itu semakin menyelimuti. Beberapa kali akupun membuat perjalanan misalnya traveling, dulu semasa kerja office hour sampe cari-cari alasan untuk self rewards itu dan sekarang pas masuk weekend aku malah jadi sendu karena ga punya tujuan pasti. Yang herannya jarang banget yang ngadain trip di tanggal ini, kalaupun ada budget ga masuk (this ekonomi makin banyak pertimbangan).

Kamis, 28 November 2024

Hampir Gagal Ke Fan Con Choi Jin Hyuk

Jelang jam 19.00 WIB saat itu, sabtu 23 November 2024 suasana Gandaria City Hall sudah ramai dipadati oleh para penggemar dan orang-orang yang hadir untuk menyaksikan perfomance Choi Jin Hyuk. Aktor Korea Selatan kelahiran 1986 ini menjadi moment perdananya mengadakan jumpa penggemar di Jakarta dalam gelaran bertajuk Day and Night 2024 Fan Con Tour in Asia.

Suka Choi Jin Hyuk karena...

Awal suka Choi Jin Hyuk itu di drama The Last Empress (2018–2019) berperan sebagai bodyguard atau pengawal kerajaan sebagai karakter bernama Na Wang Shik yang kemudian berganti identitas menjadi Cheon Woo Bin. 

The Last Empress berkisah tentang Oh Sunny (Jang Na Ra), aktris musikal yang menikah dengan Raja Lee Hyuk (Shin Sung Rok). Sunny yang menjadi permaisuri tidak diperlakukan dengan baik sebagai istri malah justru diselingkuhi. Na Wang Sik/Cheon Woo Bin (Choi Jin Hyuk), seorang pengawal keluarga kerajaan yang semula memiliki niat terselubung untuk membalas dendam kepada Raja Lee Hyuk serta selingkuhannya yang menyebabkan kematian ibunya. 

Namun lambat laun justru terjerat rasa cinta pada permainsuri yang semula karena rasa empati. Tetapi sayangnya kisah cerita berakhir tragis untuk sang pengawal kerajaan karena harus mati pada akhirnya. Hal ini disebabkan ada penambahan episode mengingat ratingnya sangat bagus ketika itu, sedangkan Choi Jin Hyuk sudah ada kontrak  project lainnya.

Jumat, 22 Maret 2024

Destinasi Wisata Alam di Subang, Cocok Jadi Tempat Healing

Perjalanan saat itu di luar rencana sebenarnya, Aku dan temanku sering menyebutnya "tahu bulat" karena dadakan. Bermula dari perjalanan ke wilayah Subang untuk memenuhi undangan resepsi teman masa sekolah dulu. Tidak ada rencana bermalam sebenarnya, namun ide itu muncul saat di perjalanan ingin kembali ke Jakarta.

Temanku tiba-tiba punya ide untuk mengeksplore wisata yang ada di Subang, mumpung masih weekend dan Aku pun menyetujuinya lumayan refresh dan healing sejenak. Saat itu belum terlalu sore, Kami pun mencari refrensi tempat wisata terdekat dari tempat Kami berada. Setelah ketemu tempat yang di tuju Kami segera mencari informasi Rekomendasi Hotel Murah di Subang. Meskipun keluarga teman Kami sebelumnya sempat menawari untuk bermalam di rumahnya, rasanya sungkan untuk kembali. 

Minggu, 10 Maret 2024

Kesan di BloggerDay 2024, Semangat Menjadi Bukan Blogger Sekadarnya

Ga terasa sekian tahun berlalu menekuni dunia blogging, aktivitas yang sebelumnya hanya menjadi pengisi waktu luang namun semakin waktu berlalu kian menyadari bahwa blogger pun bisa menjadi profesi. Tak ubahnya seperti content creator atau freelance lainnya.

Awal mula menekuni dunia blogging hanya mencoba mengakses kembali tugas di masa kuliah, dan mencoba menghidupkannya melalui tulisan lewat pengalaman dan cerita. Sampai kemudian ketemu dengan beberapa Komunitas Blogger Indonesia yang menjadi wadah berbagi dan sharing beragam hal. Yang ga kalah mengesankan lewat blog, kita bisa menuliskan ragam artikel, mencari refrensi dengan tema tertentu bahkan sampai optimasi SEO.

Ingin bisa terus berbagi serta menebar inspirasi, tentunya Aku berharap menjadi Bukan Blogger Sekadarnya yang terus bisa semangat menulis. Apalagi ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang, jika tetap stuck sudah barang tentu akan tertinggal karena persaingan di berbagai lini sudah banyak terjadi. Itu sebabnya harus mempebanyak skill agar terus bertumbuh tingkatkan kualitas diri gali potensi diri. 

Rabu, 20 Oktober 2021

Sewa Bus Saat Pandemi, TRAC Tawarkan Proteksi Keamanan dan Kenyamanan

Bersyukur secara perlahan Indonesia siap kembali untuk pulih, penurunan grafik pasien karena covid-19 pun mulai melandai. Pembatasan aktivitas dibeberapa wilayah sudah mulai di longgarkan. Perekonomian mulai bergerak, beberapa area serta fasilitas umum dan tempat wisata mulai dibuka kembali tentunya dengan persyaratan dan standar protokol kesehatan yang berlaku.

Setelah sekian waktu tertunda, akhirnya acara bersama keluarga untuk bertandang ke Sukabumi bisa terlaksana. Meskipun tidak bisa berangkat keseluruhannya, beberapa orang pun sudah cukup mewakili. Setelah berunding, dengan jumlah orang yang berangkat akhirnya diputuskan untuk Sewa Bus saja.

Kenapa memutuskan sewa bus ? Sebab kapasitas bus lebih banyak, hal ini tentu menjadi pertimbangan. Jika berangkat dengan mobil pribadi dirasa kurang efisien serta jumlah kursi tak mencukupi. Dengan akomodasi bus sudah tentu ada pilihan ukuran kapasitas penumpang. Belum lagi pertimbangan akan barang dan berbagai kebutuhan yang harus dibawa.

Rabu, 15 April 2020

Bahagiakan Diri Dengan Jalani Hidup Apa Adanya


Menjejak ke berbagai destinasi yang indah, menikmati indahnya panorama alam menjadi satu hal yang membahagiakan hati. Akan tetapi dibalik kesenangan yang Kita sukai, kerap kali ada saja orang yang tak sejalan. Menganggap hal yang dilakukan hanya sekedar bersenang-senang dan buang-buang uang semata. Jalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan dengan tetap menjadi diri sendiri karena kita berhak menentukan langkah untuk membahagiakan diri sendiri.

Bagi Aku dengan melakukan sebuah perjalanan itu mampu merefresh pikiran dari kebosanan dari segala kejenuhan yang dialami. Disamping tentu saja sekaligus bisa mengeksplor banyak hal mulai dari mengenal keadaan dan kondisi setempat, adat dan budaya yang beragam, hingga kebiasaan masyarakat dengan ciri khasnya masing-masing. 

Jika mau memaknai lebih mendalam sebenarnya sebuah perjalanan bukan sekedar untuk mengisi waktu libur saja. Melainkan ada banyak hal yang bisa didapatkan. Seperti sebuah pengalaman berharga  dari satu tempat ke tempat lainnya yang pasti memiliki cerita berbeda. Bahkan bukan tidak mungkin bisa menemukan kisah unik, seru, dan menyenangkan lewat perjalanan yang di lakukan tersebut.

Kamis, 26 Desember 2019

Weekend Ceria Jelajahi Taman Interaktif World Of Imagination

Weekend tiba, paling seru jika melakukan aktifitas yang menyenangkan. Pekan lalu ketika Bus Transjakarta yang Saya tumpangi sudah memasuki perhentian terakhirnya di halte Ancol. Saya pun bergegas menuju loket masuk Taman Impian Jaya Ancol dan segera menuju Ecopark tempat berlangsungnya event Nivea World Of Imagination.


Di pelatarannya sudah banyak anak-anak yang begitu antusias beserta keluarga menanti di bukanya area bermain Nivea #SentuhanIbu. Setelah sukses menggelar tahun lalu dengan teater musikal, untuk tahun ini Nivea memberikan sentuhan berbeda untuk mempererat bonding Ibu dan anak yakni dengan menghadirkan world of imagination, sebuah taman bermain intertaktif untuk anak dan orang tua yang terinspirasi dari cerita yang digabungkan dengan dunia imajinasi yang mengadaptasi perpaduan antara permainan, seni, dan digital.

Sabtu, 09 November 2019

Kompasiana, Wadah Berbagi dan Berkreativitas

Sekitar beberapa bulan lalu, teman lama semasa sekolah tiba-tiba menyapa lewat sebuah facebook massager aplikasi facebook. Ia bertanya dan memastikan apa benar tulisan yang dibacanya di situs yang mengarah ke kompasiana mengenai bioskop di Mall Grand Cakung adalah tulisan Saya. Sempat terkejut, karena bisa di katakan itu tulisan sekitar dua tahun lalu.
Halaman profil Kompasiana
Bahagianya menulis dan berbagi informasi itu adalah ketika apa yang disampaikan membawa manfaat bagi pembacanya. Dengan menulis secara tak langsung membuka jendela komunikasi dengan banyak orang dan banyak pihak. Ketika tulisan itu dibaca orang lain, sesungguhnya Kita sedang menjalin komunikasi dengan berbagai pihak . Ketika tuisan kita menarik, akan mengundang komentar dan tanggapan dari orang lain.

Kamis, 02 Mei 2019

Kolaborasi Bukalapak Bersama Comika.id Hadirkan Program BukaTawa


Dunia stand up comedy sekarang ini memang tengah semarak, terbukti dari bermunculan talenta-takenta berbakat dengan kepiawaiannya masing-masing hadir di tengah masyarakat membawa jenis hiburan berbeda. Jika sebelumnya, dunia komedi Indonesia di dominasi oleh grup lawak, saat ini justru tengah banyak diminati komedi tunggal seperti stand up comedy ini.

Yang cukup menarik dari stand up comedy ini, terkadang materi yang dibawakan didominasi pengalaman sendiri, uniknya disini komika harus bisa menyampaikan kisahnya bahkan yang sedih sekalipun hanya untuk di tertawakan. Di sinilah uniknya, jadi semacam ajakan untuk berdamai dengan hal-hal buruk dan berprinsip bahwa hidup harus selalu dibawa bahagia.

Kamis, 18 April 2019

Camping Santai di Ranca Upas

Ranca Upas
Kangen camping, itu yang terbesit awal perjalanan ini. Mulailah bergerilya mencari teman yang bisa diajak jalan bareng. Beberapa orang mengusulkan "camping santai" tanpa harus track ke gunung sampai kemudian di pilihlah Ranca Upas kawasan Ciwidey - Jawa Barat.
Ciwidey merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung-Jawa Barat, Indonesia. Terletak di sebelah selatan Kota Bandung, Ciwidey memang identik dengan wisata alam yang mempersona. Berada di dataran tinggi sehingga udaranya masih cukup sejuk, tempat wisata di Ciwidey di dominasi pemandangan yang sangat indah. Selain ranca upas, ada juga kawah putih dan situpatenggang yang jaraknya tak terlalu berjauhan.

Sebelum keberangkatan ke Ranca Upas, sebagaimana biasa Kami pasti saling sharing barang bawaan terutama untuk kebutuhan kelompok/bersama. Perlengkapan camping seperti tenda, matras, nesting dan beberapa bahan untuk di masak pun disiapkan. Karena perjalanan yang Kami lakukan ini ala backpacker jadi rencana perjalanan kala itu memilih dengan bus yang biaya relatif lebih terjangkau.

Minggu, 14 April 2019

Mendukung Aksi Earth Hour Sambil Staycation di Best Western Premiere The Hive


Kita pasti sangat merasakan bahwa akhir-akhir ini iklim dan cuaca kerap tak menentu. Hal ini merupakan bagian dampak dari pemanasan global. Menanggapi hal ini World Wide Fund for Nature (WWF) memprakasai gerakan Earth Hour. Gerakan ini bertujuan untuk melindungi lingkungan, dan menginspirasi jutaan orang untuk perduli serta mengambil tindakan bagi planet Kita dari ancaman perubahan iklim.

Earth Hour atau jam bumi menjadi salah satu wujud efisiensi energi yang paling sederhana dan bisa dilakukan setiap individu. Saat ini bahkan telah menjadi gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama 1 jam.

Untuk pertama kalinya Earth Hour dilaksanakan di Sydney, Australia. Kegiatan ini kemudian menarik perhatian dunia internasional. Pada tahun-tahun berikutnya, Earth Hour pun kemudian diperingati secara global. Di simbolkan dengan 60+ dengan motif gambar planet bumi. 60 menit merupakan waktu yang digunakan untuk berpartisipasi dalam memperingati Earth Hour. Tanda plus ini menggambarkan tujuan Earth Hour sendiri dengan mendorong masyarakat dunia untuk melakukan aksi lanjutan setelah satu jam mematikan lampu.

Jumat, 12 April 2019

Bincang Seru Bareng di HUT BUMN

Sejak satu bulan terakhir ini, Saya perhatikan ranah informasi baik dari media sosial maupun portal berita ramai mengabarkan Hari Ulang Tahun BUMN yang jatuh dan diperingati setiap tanggal 13 April. Sejauh ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menggelar sejumlah kegiatan sosial dan edukatif yang menarik sepanjang Maret – April 2019. Dengan mengusung semangat slogan “One Nation One Vision One Family To Excellence”. Memiliki makna bahwa BUMN senantiasa memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk negeri.


Saya sempat berujar, pasti seru jika dapat turut serta di kegiatan yang di gelar HUT BUMN. Sampai kemudian, rasanya tak  menyiakan kesempatan ketika mendapat informasi ada bincang ringan seputar HUT BUMN ke-21 di studio UseeTV dalam taping acara Paradigma yang di bawakan dengan ringan dan santai oleh dua mantul Bisma serta Vina.

Jumat, 22 Maret 2019

Ussy Kenalkan Single Terbaru "HADIJA"

Ussy Sulistiawaty Launching Single baru
Setelah cukup lama tak terdengar kiprahnya di dunia tarik suara, kali ini Ussy Sulistiawaty kembali merilis sebuah lagu bertajuk "HADIJA". Untuk diketahui, ini bukan nama atau tema lagu melayu akan tetapi merupakan kependekan dari (HAnya Dirimu saJA). Menariknya, pengambilan judul lagu dibantu oleh seorang teman yakni Moammar Emka, dimana sebelumnya belum memutuskan judul yang tepat meski lagu itu sudah lama rampung.

Ditemui di Lurik Coffee & Kitchen, Lippo Mall Kemang, pada Jumat 15 Maret 2019 Ussy menuturkan bahwa untuk project terbarunya ini Ia terlibat penuh dalam proses kreatif untuk single dan video klipnya. Dimana proses recording, produksi dan membuat konsepnya sendiri. Bisa dikatakan indie yang digarap tanpa label musik.

Presscon Single HADIJA bersama media dan blogger (Doc. Alia Fathiyah)
"Ini memang passion saya di dunia entertainment. Selama ini saya pingin explore kreativitas saya, akhirnya terwujud." Ungkap Ibu dari empat orang anak ini.

Sebelumnya, Ussy Sulistiawaty pernah mendulurkan beberapa album  berjudul It's Me Ussy (2007), The Other Side of Me (2009), dan This time (2012) demikian juga beberapa single berjudul Kupilih Hatimu, Jagakan Dia, Percayalah serta Sepanjang Usia. Kerinduannya muncul untuk kembali mengeluarkan lagu lagi justru ketika ia dipercayai kembali bermain film yang akan tayang di bulan april nanti.

Selasa, 12 Maret 2019

Suka Cita Gelaran Blogger Day 2019, Menikmati Ragam Keseruan di Trans Studio Bandung

Saat menerima email dari Blogger Crony sebagai salah satu peserta Blogger Day 2019, senang banget karena pelaksanaannya di Bandung dan kebetulan bisa dibilang lagi kangen aja berkunjung ke Kota Pasundan itu, setelah beberapa kali rencana gagal.

Pelaksanaan Blogger Day 2019 ini dalam rangka hari jadi Blogger Cronny yang ke-4 dan untuk kali ini melibatkan 100 blogger, tak hanya sekedar blogger JABODETABEK dan Bandung saja tapi juga beberapa teman blogger dari daerah lainnya seperti Surabaya, Pekalongan, Kendal, Lamongan bahkan Madura. Semakin semarak nuansa ajang kopi darat Blogger Nusantara kian berasa banget. Jujur saja Saya berterima kasih banget dengan Blogger Crony yang telah menyiapkan wadah untuk Kami saling berjumpa. Exicted ketika bisa lagi bersua dengan teman yang pernah bertemu sebelumnya, mungkin benar kata orang "Jika jarak yang menyebabkan rindu menjejak".

Menyambut sabtu pagi itu dengan bahagia, ransel dan sweater sudah siap untuk dibawa serta. Sebagaimana kesepakatan, sabtu 02 Maret 2019 peserta Blogger Day terpilih meeting poin dahulu untuk kemudian siap bergegas menuju Bandung dengan bus Blue Bird. Perjalanan kurang lebih 5 jam ditempuh setelah melewati macet dan istirahat di Rest Area. Setibanya ditempat tujuan Kami segera mencari makan siang dahulu dan sholat sambil menunggu rombongan lainnya.

Ragam Keseruan di Trans Studio Bandung

Peserta Blogger Day 2019 (Doc. Blogger Crony Community)
Tahukah kegiatan hari pertama Kami saat itu kemana ? Iyaps Trans Studio Bandung, sebuah Theme park indoor terbesar di Indonesia  yang menempati area pusat perbelanjaan  bernama Trans Mal. Dikelola oleh Trans Corp. yang memiliki berbagai macam wahana permainan dengan tema tertentu.

Rabu, 20 Februari 2019

Semarak Keseruan Gelaran Hijab Celebration Day 2019

Bulan kedua dalam penanggalan Masehi ini selalu merupakan bulan istimewa bagi Saya, dan pada tanggal yang sama 01 Februari ternyata selama beberapa tahun terakhir kerap diperingati sebagai World Hijab Day. Sebuah perayaan yang awalnya dicetuskan oleh seorang Muslimah di New York bernama Nazma Khan. Tujuannya sederhana, yakni memperkenalkan hijab kepada seluruh umat beragama di dunia. Turut menyemarakan kegiatan tersebut e-commerce busana muslim HIJUP menggelar Hijab Celebration Day di Mall Bintaro Xchange, Tangerang Selatan pada Minggu 17 Februari 2019.

Gelaran yang diadakan untuk kedua kalinya, HIJUP berkolaborasi dengan Islamic Nexgen Fest milik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) beserta 8 Perusahaan BUMN dan anak usahanya. Tujuannya tak lain untuk menginspirasi para muslimah millenials agar dapat terus mengembangkan dirinya. Diisi dengan berbagai aktivitas mulai dari olahraga seperti fun run dan family run, talkshow interaktif, bazar industri halal pilihan yang melibatkan lebih dari 1.000 millennials muslimah.

Rabu, 06 Februari 2019

6 Destinasi Ikonik di Sumatera Barat

Jika Kita mengingat kembali kisah legenda Nusantara, yang terbesit dalam ingatan untuk pertama kali adalah Malin Kundang. Kisah anak durhaka yang dikutuk Ibunya menjadi batu.


Akan tetapi dalam tulisan kali ini Saya tidak akan membahas tentang legenda yang sudah termahsyur itu. Ini adalah kisah perjalanan Saya menelusuri berbagai destinasi keindahan ranah minang.

Perjalanan yang sudah cukup lama sebenarnya, tapi tenang rekam jejak di foto dan videonya masih tersimpan rapi dan saat ini Saya ingin berbagi penglaman melalui tulisan.

Pesawat yang khas dengan pantunnya itu mengantarkan Saya selamat di bandar udara Minangkabau. Serasa mimpi sebenarnya, karena ya Sumatera Barat menjadi destinasi yang Saya dambakan untuk kunjungi. Beruntung teman komunitas yang berangkat pada periode kala itu sangat menyenangkan bahkan serasa seperti keluarga.

Kamis, 17 Januari 2019

Redam Stres, Berwisata Ke Bali Bisa Jadi Pilihan

Di era modern yang terus bergerak dinamis ini kerap kali menuntut seseorang terjebak pada kesibukan tiada berujung, yang terkadang membuat orang tidak memiliki waktu luang untuk melakukan hal-hal menenangkan dan menyenangkan sehingga bisa memicu timbulnya stres. Dampak negatifnya adalah bisa menurunkan daya ingat, membuat tubuh lesu, dan membuat emosi tidak terkendali yang lebih fatalnya menimbulkan depresi jika tidak di kontrol dengan baik.

Oleh sebab itu, stres perlu dikelola dengan bijak agar bisa menjadi dorongan dan motivitasi bagi diri sendiri untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Ketika stres melanda, Kita bisa mencari hiburan yang menyenangkan ataupun melakukan hal yang memang digemari untuk menangkan pikiran. Setidaknya luangkan waktu dengan bersantai seperti  menonton film, membaca buku, atau travelling supaya keadaan pikiran menjadi lebih fresh.


Iya travelling bukan sekedar untuk mencari kesenangan, tapi juga bisa memberi efek relaksasi. Kadang di perjalanan yang dilakukan itu menjadi cara untuk merenungkan kembali segala kejadian yang telah lalu untuk belajar ikhlas dalam memaknai setiap hal yang telah terjadi.

Sabtu, 10 November 2018

Cara Praktis Kirim dan Titip Barang dengan Smart Locker

Ilustrasi Kirim /titip paket dengan smart locker (Doc. pngfree)
Saat ini belanja online nampaknya sudah menjadi kegemaran dan telah akrab di kehidupan sehari-hari. Dengan belanja via daring Kita tak perlu lagi berkeliling ke pusat perbelanjaan untuk mencari barang yang dibutuhkan. Dan biasanya produk yang disediakan di setiap e-Commerce pun begitu lengkap.

Sering bertransaksi melalui online pasti paham betul jika untuk proses pengirimannya itu membutuhkan jasa kurir. Nah, ini masalah yang kerap dihadapi. Bisa dikatakan Saya jarang berada di rumah pada siang hari, dan kalau ada paket kiriman seringnya nyasar ke rumah tetangga. Sekali dua kali masih nampak wajar, namun lama kelamaan jadi Saya yang tak enak hati. Dalam prasangka mereka kerap mengira Saya begitu konsumtif, padahal kadang kiriman yang Saya terima tak selalu hasil membeli.