Tampilkan postingan dengan label #EcoBloggerSquad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #EcoBloggerSquad. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2026

Seniman Pangan, Manifest Restorasi Ekonomi dengan Pemberdayaan Pangan Lokal

Setiap tanggal 09 Agustus diperingati sebagai Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Hal ini menjadi momen refleksi dan berbenah di balik kebenaran bahwa Indonesia sebenarnya punya kekayaan alam berlimpah tapi sayangnya keanekaragaman hayati ini masih terabaikan, tidak terkecuali untuk masyarakat adat sebagai penjaga hutan dan warisan budaya.

Jelang peringatan HIMAS 2026, sehari sebelumnya, aku bersama teman-teman Eco Blogger Squad bertandang ke Seniman Pangan di kawasan VIDA BEKASI. Disini benar-benar membuka cakrawala informasi, banyak sekali cerita dan ragam produk olahan yang di kelola secara tepat menjadi komoditi dengan inovasinya bernilai jual tinggi.


Dibalik Cerita Seniman Pangan


Seniman Pangan sebuah cafe dengan design bangunan cukup autentik, sekaligus menjadi ruang belajar kewirausahaan kreatif yang diinisiasi oleh Javara Indonesia bertujuan mencapai restorasi ekonomi dengan memberdayakan petani, nelayan, dan masyarakat adat menjadi pengusaha pangan  yang mengolah hasil bumi lokal menjadi produk naik kelas serta memiliki nilai jual lebih.


Johanna Hehakaja, Business Director Sekolah Seniman Pangan menceritakan bahwa kawasan Vida Bekasi yang jaraknya tidak jauh dari Bantar Gebang, sebuah tempat pembuangan akhir untuk sampah bisa di kelola menjadi lahan potensial untuk bersemayamnya ratusan tanaman pangan lokal yang sebelumnya hanya dipenuhi oleh ilalang dan sawah. Permintaan pengembang ingin ada lahan hijau sehingga keputusan membuat kebun percontohan menjadi Sekolah Seniman Pangan terlaksana.

Beliau pun menambahkan berbagai program yang telah dilakukan Seniman pangan adalah dengan mengangkat peran perempuan adat sebagai benteng pertahanan ekosistem hutan dan ketahanan pangan lokal setempat dengan memberi pelatihan di desa adat sehingga tidak sekadar menjual bahan mentah komoditas, melainkan mengolahnya menjadi produk kuliner hingga kerajinan tangan siap pakai.

Disamping itu juga berkolaborasi dalam gerakan negara mitra pasifik seperti Samoa dan Fiji, dimana para wirausahawan perempuan dari kedua negara kepulauan Pasifik datang untuk belajar mengolah potensi pangan lokal secara berkelanjutan.

Jika dilihat sekilas dari luar bangunan Seniman Pangan cukup sederhana, sungguh tak terduga ternyata di belakangnya terdapat kebun seluas 3 hektar. Di lahan yang subur dan terus berkembang ini, terdapat beraneks tanaman yang menyimpan kisah serta nilai-nilai warisan keanekaragaman hayati pangan Indonesia, sekaligus mencerminkan dedikasi orang-orang di baliknya seoertibrempah-rempah dan bahan pangan pokok yang dibudidayakan secara organik hingga di petak-petak  secara khusus.

Aktivitas Program Seniman Pangan


Kendati konsepnya cafe, Seniman Pangan juga menjadi tempat edukasi gastrocultural experience berbasis keanekaragaman hayati maupun workshop dalam pemberdayaan pangan lokal. Salah satu aktivitas yang ditawarkan yaitu farm tour  dengan menjelajahi area perkebunan rempah, sayur organik, hingga kebun bibit (nursery) belajar menanam bibit tanaman secara langsung sampai mencicipi produk olahan artisan.


Mama Etih Suryatin, Partnership Director Seniman Pangan menjelaskan lahan perkebunan terbagi dalam dua area yakni Kebun nutrisi atau kebun contoh meliputi sekumpulan berbagai tanaman lokal dan tanaman nutrisi diantaranya rempah, buah, yang biasanya di olah secara langsung di dapur artisan.

Berikutnya adalah kebun produksi dimana komoditinya adalah beragam tanaman yang pengelolaan lahannya secara teknis menghasilkan panen yang bernilai jual dan cenderung di olah menjadi produk tertentu. 

Selama aktivitas farm tour bersama Seniman pangan bukan hanya diajak berkeliling perkebunan tapi juga menerangkan beberapa informasi seputar tanaman sekaligus belajar menanam bibit, merawat, hingga memahami metode pemupukan tanaman sampai memanen hasil perkebunan (pengalaman mengesankan langsung mencicipi tebu papua secara langsung usai di tebang batangnya). Di Seniman pangan juga adacternak unggas seperti ayam dam bebek serta memanfaatkan lahan terbatas yang bisa difungsikan menjadi kolam ikan.

Workshop dan Olahan Pangan 


Selepas berkeliling perkebunan, para peserta Eco Blogger Squad di perkenalkan dengan garam dari nipah oleh Corazon Nikijuluw, Food technology & education manager Seniman Pangan. Olahan itu diadaptasi dari kebiasaan masyarakat adat di Papua khususnya warisan leluhur suku Moi. Tekstur garam nipah ini layaknya serbuk kristal lebih halus hingga agak kesat, di Javara Indonesia menyediakan garam putih yang telah melewati permurnian, sebab biasanya garam nipah itu umum dikenal sebagai garam hitam.


Setelahnya pun dipersilahkan untuk praktik membuat selai dan sirup dari bahan organik. Pertama adalah selai Rosella, tanaman berwarna merah kaya akan vitamin C dan antioksidan yang sering dipakai untuk menjaga kesehatan umumnys ini sering diolah jadi teh herbal. Namun kali ini di buat selai, dipadukan dengan roti pun begitu klop dengan rasa agak asam, sedikit manis dan segar. 

Membuat Selai Rosella :

  • Siapkan kelopak bunga rosella segar buang bagian biji dan cuci bersih kelopaknya.
  • Haluskan kelopak rosella dengan blender atau chopper bersama sedikit air.
  • Masak hasil blender di wajan dengan gula cair secukupnya
  • Aduk terus di atas api sedang sampai airnya mengering dan mengental.
  • Angkat, dinginkan, lalu simpan di dalam botol kaca.

Berikutnya tentu ga asing dengan kemangi, tanaman yan biasanya untuk lalapan pendamping makan ternyata bisa diolah jadi sirup yang lezat. Dalam pemikiran jujur sempat skeptis "apa ga pahit ya" setelah diracik dan dipadukan dengan es batu hingga menjadi minuman rasanya sungguh menyegarkan. Aku sampai nambah beberapa kali.

Membuat Sirup Kemangi

  • Siapkan daun kemangi segar
  • Setelah dicuci bersih tiriskan hingga benar-benar bersih
  • Rebus air dan daun kemangi 
  • Saring air rebusan daun kemangi ke wadah bersih.
  • Masukkan air saringan ke panci, lalu tambah gula cair murni dan air 
  • Masak pakai api sedang sambil aduk sampai mengental
  • Angkat, biarkan dingin, lalu simpan dalam botol steril.

Eksplorasi perihal pangan lokal belum berhenti di situ, dalam sajian meja prasmanan disediakan begitu banyak ragam makanan siap santap dari berbagai nusantara, diantaranya : 
  1. Nasi Subut - Kalimantan Sambal
  2. Inter Singkong - Bogor  
  3. Tumpang (Sayur) 
  4. Ikan Goreng 
  5. Ayam Tangkap - Aceh 
  6.  Tahu Tempe Bacem  
  7. Sate Singkong dengan sambal kacang - Mollo NTT  
  8. Perkedel Jagung - Mollo NTT 

CONDIMENTS 
  1. Sambal Beberok - NTB 
  2. Sambal Terong Belanda - Sum Sel 
  3. Kerupuk / Emping 

DESSERT 
  1. Rujak Aceh 
  2. Sagu Sep Pisang dengan Gelatto - Papua 
Melalui kunjungan ke Seniman Pangan, semakin membuka wawasan bahwa sebenarnya negeri ini punya potensi pangan yang besar serta unik dari setiap daerahnya.Tentunya tak lepas dari kontribusi masyarakat adat setempat, serta petani. Oleh karenanya perlu dioptimalkan melalui ragam pemberdayaan seperti gastronomi pangan lokal misalnya untuk menjaga keberlanjutan sekaligus tercapai tujuan mewujudkan restorasi ekonomi secara tepat.

Jumat, 05 September 2025

Komoditas Potensial Akar Wangi di Kaki Gunung Cikuray

Pemandangan asri dengan udara begitu sejuk di bawah kaki gunung Cikuray yang memiliki ketinggian 2821 MDPL ternyata memiliki komoditas potensial yakni lahan pemberdayaan akar wangi. Jika melihatnya sekilas mungkin tidak akan menyadari sebab karakteristik tanamannya mirip ilalang atau rumput liar, namun beda nya akar wangi ini mempunyai akar serabut yang kuat, dalam, dan bercabang banyak.


Budidaya Akar Wangi di Garut

Di desa Sukamukti, Dangiang dan Mekarmukti Kabupaten Cilawu - Garut, tanaman akar wangi tumbuh subur di ketinggian 1.200–1.700 meter di atas permukaan laut. Fakta menariknya tanaman akar wangi habitatnya terbilang terbatas  sebab hanya dapat tumbuh subur di tiga wilayah dunia, yakni Haiti, Jamaika, dan Indonesia, tepatnya di Garut.

Selain di pasarkan secara lokal, produk pemberdayaan akar wangi ini juga di ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brazil, Swiss, cina dan lainnya. Namun sayangnya, dalam pemasaran secara langsung ke negeri luar belum maksimal lantaran masih harus melalui distributor.

Selasa, 17 Juni 2025

Kembali Ke Alam, Penerapan Ekonomi Hijau Bersama Kabupaten Lestari

Situasi alam saat ini semakin tidak bersahabat dikarenakan ulah manusia yang kurang bertanggung jawab. Bertumpuknya sampah, penebangan hutan secara liar sehingga menyebabkan efek rumah kaca. Hal ini mengakibatkan perubahan iklim hingga bencana alam yang merugikan.

Itu sebabnya butuh kesadaran bersama mewujudkan alam yang lestari. Hal ini tentunya membutuhkan kerja sama yang baik dari setiap orang serta para stakeholder. 

Terciptanya Lingkungan yang lestari, bersih, serasi dan seimbang sangat diperlukan sebagai penentu kehidupan kini dan nanti. Hal ini perlu di terapkan melalui pemanfaatan lingkungan secara baik dengan memperhatikan pemeliharaan serta kelestarian lingkungannya sehingga akan terus berkelanjutan untuk dapat diwariskan kepada generasi mendatang. 

Senin, 28 April 2025

Sustainable Beauty, Rawat Cantikmu dengan Produk Ramah Lingkungan

Pernah mendengar istilah sustainable beauty ? Yakni sebuah konsep pada dunia kecantikan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penerapan produk kecantikan berbahan organik ini bukan sekedar daur ulang kemasan produk namun juga perihal pemilihan bahan baku serta mencakup praktik yang etis dalam setiap tahap produksi, termasuk cara memperoleh bahan-bahan, proses produksi, hingga pengemasan produk. 

Sustainable beauty rawat kecantikan dengan produk ramah lingkungan

Bisa dibilang konsep sustainable beauty merujuk pada konsep produk kecantikan yang mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, hingga ekonomi. Tak lain tujuannya adalah menciptakan produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan secara keseluruhan.

Prinsip Sustainable Beauty 

  • Formulasi yang bersih, alami, dan tidak berbahaya bagi tubuh serta memiliki manfaat jangka panjang
  • Cruelty free yakni tidak membahayakan makhluk hidup lain dalam proses pembuatan produk tersebut
  • Produk packaging minim sampah dan memberikan sesedikit mungkin dampak untuk lingkungan dimana bisa diisi ulang, didaur ulang, atau digunakan kembali
  • Menjunjung asas etika dan sosial yang menerapkan praktik bisnis etis, seperti memperhatikan dan memenuhi hak pekerja, kesetaraan serta melakukan dukungan terhadap komunitas

Rabu, 22 November 2023

Transisi Energi Terbarukan Kurangi Dampak Ketergantungan Energi Fosil

Dalam menjalani aktivitas keseharian rasanya kebutuhan manusia tidak lepas dari energi sebagai pokok di berbagai sektor kehidupan seperti sosial, ekonomi, pendidikan, pertanian, transportasi dan lainnya. Namun pada faktanya hampir diseluruh dunia masih sangat tergantung terhadap energi tak terbarukan atau energi fosil.

 

Masifnya penggunaan energi fosil menjadikan kondisi bumi mengalami efek rumah kaca, di dominasi oleh polusi, pemanasan global, emisi karbon dioksida dan perubahan iklim. Oleh karenanya pengembangan energi terbarukan sangat penting untuk ditingkatkan. Dalam pengertiannya, energi terbarukan merupakan sumber energi yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus yang tersedia di alam.

Penggunaa energi terbarukan tentunya lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi pencemaran udara dan kerusakan alam karena memiliki efek minimal terhadap emisi gas rumah kaca. Sumber energi terbarukan menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah atau bahkan tidak menghasilkan emisi CO2 sama sekali, dibandingkan dengan energi fosil.

Rabu, 25 Oktober 2023

Yang Muda Yang Menjaga Bumi

Memasuki bulan oktober, begitu erat kaitannya dengan sejarah perjuangan para pemuda bangsa dalam mengikrarkan dan mempertahankan persatuan Indonesia. Untuk saat ini sebenarnya begitu banyak aksi nyata yang bisa dilakukan sebagai bentuk implementasi dari wujud rasa cinta tanah air seperti para pemuda di masa-masa kemerdekaan. Salah satunya terkhusus para generasi muda punya peran untuk menjaga bumi serta kelestariannya. 

Selaras dengan oktober yang begitu erat kaitannya dengan para generasi, tema yang menarik pun diangkat dalam aktivitas zoom @ecobloggersquad bertajuk “Semangat Orang Muda Menjaga Bumi Indonesia". Menghadirkan narasumber yang sharing tentang pengalaman juga beragam kegiatan dan kontribusi dalam menjaga lingkungan demi bumi yang lebih baik.

Para generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan alam dengan menciptakan masa depan melalui upaya pelestarian lingkungan dan menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Sejatinya sejarah sumpah pemuda bisa menjadi momentum untuk memaknai peringatannya lewat aksi nyata untuk perbaikan lingkungan hidup.

Selasa, 15 Agustus 2023

Saatnya Indonesia Merdeka Dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Memasuki bulan Agustus identik dengan perayaan hari kemerdekaan RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Hakikat dari hari kemeredekaan RI seharusnya menjadi hal penting bagi kita serta seluruh makhluk hidup di sekitarnya. Tetapi sayangnya, makna kemerdekaan belum sepenuhnya dapat dirasakan. Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi suatu yang merisaukan khususnya bagi alam, flora dan fauna. Dengan demikian ini menjadi sebuah peringatan bahwa kita masih harus terus berjuang untuk mengisi makna kemerdekaan bagi alam dan isinya. 

Indonesia kaya akan sumber daya alam hayati dimana salah satunya memiliki ragam hutan yang begitu luas dan masuk dalam daftar paru-paru dunia. Tetapi tiap tahun keberadaanya kian memprihatinkan, luas hutan di Indonesia terus menyusut disebabkan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang bisa dikatakan hampir selalu terjadi di setiap musim panas, terutama ketika musim panas ekstrem akibat pengaruh El Nino. Namun di sisi lain ada juga faktor manusia tidak bertanggung jawab. 

Pembukaan lahan perkebunan atau pertanian menjadi salah satu penyebab terbakarnya hutan dan lahan gambut yang di lakukan praktik tebang bakar yang dilakukan oleh masyarakat. Padahal lahan gambut yang terbakar bisa menyebabkan emisi karbon dan berakibat pada perubahan iklim global. Selain itu juga bisa menyebabkan penurunan kualitas dan air. 

Sabtu, 03 Juni 2023

Sinergi Bersama Komunitas Menjaga Hutan Dalam Mitgasi Perubahan Iklim

Beberapa periode terakhir ini, banyak wilayah di Indonesia mengalami cuaca panas cukup ekstrem dengan suhu maksimum di tiap wilayahnya tidak menentu dan bervariatif. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun sering mengabarkan dan memperingatkan potensi dampak yang bisa timbul akibat perubahan iklim.

Sumber Gambar : Freepik

Situasi ini bersamaan dengan terjadinya gelombang panas di beberapa negara di Asia. Betul, cuaca ekstrem hingga bencana alam yang sering terjadi erat kaitannya dengan perubahan iklim. Untuk mengatasi hal tersebut perlu respons kebijakan adaptasi dan mitigasi. Itu sebabnya perlu adanya aksi dalam menanggapi perubahan iklim yang harusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkan merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini tidak dapat dihentikan, namun dampaknya dapat diminimalisir apabila dilakukan upaya pencegahan yang baik. Oleh sebab itu, diperlukan kontribusi melalui gerakan-gerakan nyata dalam upaya mitigasi dampak perubahan iklim, salah satunya penghijauan serta pelestarian hutan.

Selasa, 11 April 2023

Peranan Masyarakat Adat Menjaga Keseimbangan Alam

Terakhir belakangan ini, isu pemanasan global menjadi salah satu hal yang harus diberikan perhatian khusus. Mengingat kondisi bumi yang Kita tinggali terus tercemar membuat masa depan kondisi lingkungan semakin mengkhawatirkan. Salah satu bentuk nyata dampak dari pemanasan global yang masih berkelanjutan, begitu banyak kabar memberitakan wilayah yang dilanda banyak sekali bencana alam, mulai hujan badai, kebakaran hutan, hingga gelombang panas yang menerjang beberapa negara.

Ya, dampak dari perubahan iklim dan pemanasan global ini tak hanya mengancam bumi pertiwi tapi hampir seluruh isi bumi. Jika masih perduli pada lingkungan, sudah saatnya berbenah  mulai dari diri sendiri dengan menerapkan gaya hidup yang eco friendly juga terlibat dalam kontribusi mendukung pelestarian hutan.

Seperti kita ketahui, pohon-pohon yang ada di hutan begitu baik menyerap karbon dioksida yang dihasilkan dari makhluk hidup atau gas rumah kaca seperti kendaraan, pabrik, dan lain sebagainya. Kemudian karbon dioksida yang ada di udara akan diubah menjadi oksigen. Semakin banyak pohon di hutan, semakin banyak kadar karbon dioksida yang dapat diubah menjadi oksigen yang bermanfaat bagi makhluk hidup maupun kebersihan udara yang Kita hirup.

Oleh karenanya dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk terus menjaga alam dapat selalu lestari. Seiring dengan isu-isu lingkungan yang ada saat ini, sudah banyak upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian alam. Kendati sebenarnya kesadaran menjaga alam dan lingkungan sudah ada di masyarakat dan bahkan menjadi tradisi-tradisi yang khas dimana dikenal sebagai masyarakat adat.

Online Gathering Peran Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Menjaga Bumi.


Dalam penuturan Ka Rukka Sombolinggi dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam online gathering #EcoBloggerSquad yang memaparkan secara mendalam mengenai tema "Peran Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Menjaga Bumi", masyarakat adat Indonesia Nusantara merupakan sekelompok manusia yang oleh ikatan geogolis atau teritorial memiliki budaya serta identitas sama dalam suatu ruang geografis tertentu untuk dijaga dikelola secara turun temurun sebagai wilayah kehidupan dari leluhurnya.

Masyarakat Adat telah belajar untuk melestarikan wilayah dan sumber daya alam di sekitar mereka yang kemudian menurunkan pengetahuan tersebut dari orang tua kepada anak-anak selama berabad-abad. Kelangsungan hidup masyarakat adat ini menjadi bukti kemampuan untuk mengamati, beradaptasi, dan menggabungkan pengetahuan tradisional untuk merespon ekosistem yang selalu berubah. Mereka hidup secara harmonis dengan alam.

Harmonisasi yang dilakukan masyarakat adat sejauh ini dapat membangun keseimbangan dengan alam, mampu melestarikan hutan dan lingkungan di sekitarnya sehingga menjadi garda terdepan yang juga punya peran kontribusi dalam upaya mengantisipasi pemanasan global.

Tantangan Keberlangsungan Masyarakat Adat


Meskipun memiliki peran yang besar dalam menjaga bumi, sampai saat ini keberadaan masyarakat adat masih dipandang sebelah mata. Hal ini membuat masyarakat adat dalam mempertahankan kelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan alam harus berjuang untuk merebut kembali hak-haknya.

Misalnya saja dalam menjaga fungsi hutan, masyarakat adat kerap kali kurang mendapat perhatian sehingga faktor ekonomi menjadi salah satu alasan berubahnya fungsi hutan selama proses pembangunan. Bahkan adanya pembabatan hutan adat, hak masyarakat dirampas, terjadilah pengrusakan bumi atau alam dan itu mengakibatkan hilangnya mata pencaharian masyarakat adat.

Akibat perampasan tanah masyarakat adat juga dikriminalisasi, tak jarang ada orang dari masyarakat adat keluar masuk penjara. Jika hal ini tidak di tata kelola secara bisa mengakibatkan hilangnya budaya, hilangnya ilmu pengetahun dan keterampilan yang diwariskan turun-temurun termasuk dalam upaya menjaga kelestarian bumi, hutan dan lingkungan.

Sampai saat ini pihak AMAN pun menantikan komitmen negara untuk mengakui, melindungi, dan memenuhi hak-hak masyarakat adat. serta memandang perlu untuk melibatkan masyarakat adat dalam berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Ka Rukka Sombolinggi juga menambahkan dirasa perlu adanya undang-undang khusus tentang masyarakat adat agar keberadaan dan hak-hak mereka terlindungi. Tidak adanya payung hukum tersebut membuat masyarakat adat terjebak dalam berbagai peraturan perundang-undangan sektoral yang justru digunakan untuk melegalisasi perampasan wilayah adatnya.


Oleh karenanya, hal ini menjadi PR kita bersama bagaimana memperkuat ekonomi masyarakat adat dalam menjaga hutan.
Pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan harus terus menerus diserukan dalam membangun keseimbangan alam dan manusia. Dengan begitu bisa mengurangi bahkan mencegah pemanasan global di bumi yang semakin menua.