Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Selasa, 10 September 2019

3 Destinasi Seru Untuk Menikmati Keindahan Jogjakarta Dari Ketinggian

Panorama Kebun Buah Mangunan ( Bantul )
Banyak yang mengatakan, jika Jogja terbuat dari rindu yang akan membuatmu candu. Sebagian besar orang Indonesia, pasti lebih dari sekali singgah atau sekedar mengunjungi Kota pelajar ini. Suasananya, kesederhahaan tata kehidupannya, iya tak salah jika menyebut Jogja begitu istimewa. Meskipun kini sudah lebih modern, tapi Jogja masih bertahan dengan ciri khas dan budayanya yang masih kental dan teguh dengan adat budaya jawanya.

Baca Juga : Yogyakarta Kota Keraton

Bepergian ke Jogja bukan hal sulit, karena transportasinya pun terbilang mudah. Saya paling suka untuk perjalanan lintas Jawa menggunakan moda transportasi kereta api. Selain lebih ekonomis, jika terang bisa menikmati pemandangan di sepanjang lintasan. Biasanya Saya paling suka perjalanan di waktu malam lebih membuat nyaman, sehingga lelah berjam-jam di kereta tak terlalu terasa. Berangkat dari Jakarta, memilih kereta Bogowonto yang akan tiba di Lempuyangan ketika pagi menjelang. Pembelian tiket kereta api sekarang juga begitu mudah karena bisa diakses melalui online. Cek disini keberangkatan kereta api bogowonto untuk reservasi tiket tanpa harus mengantri.

Jumat, 06 September 2019

Gundala Film Super Hero Bernuansa Lokal

Sejak di publikasikan bahwa Indonesia akan punya film super hero, Saya sudah cukup antusias menantikannya. Sejauh ini Kita terlalu sering menikmati tayangan super hero dari negeri luar seperti milik Marvel atau DC.

Padahal, negeri kita pun kaya akan karya seniman berbakat dari komik yang pernah laris manis di era lampau. Berada di bawah naungan Jagad Bumi Langit, film Gundala menjadi pelopor 'super hero'  lokal ini. Diadaptasi dari komik Gundala Putra Petir karya Harya Suraminata (Hasmi) yang rilis pada 1969. Apalagi ketika mendengar bahwa Joko Anwar yang menyutradarainya, semakin dibuat penasaran, akankah film ini nanti mendapat sambutan positif sebagaimana karya sebelumnya di pengabdi setan.

Sumber gbr (IG) awedope.arts

Tetapi jujur saja, Saya sempat urung untuk menyaksikan lantaran ga respect dengan kostum yang digunakan di film perdananya ini. Sebab Saya sudah sering mendengar, kalau kostum Gundala ini dibuat di Amerika (jawabannya ada di film sekuel berikutnya) tapi yang tampil di film awal hanya seperti jaket kulit biasa dengan helm bersayap. Belum lagi banyak pro kontra dari film Gundala ini yang terbilang terlalu sadis bagi sebagian orang dan Saya sendiri bukan penikmat film dengan kengerian semacam itu.

Pada akhirnya, mumpung lagi luang Saya sempat juga menonton film Gundala di bioskop dekat rumah. Dan Saya terpukau dengan film Gundala ini, salut dengan karya dari Joko Anwar ini bersama team dan para pendukung yang terlibat. 8.5/10 Saya rasa cukup pantas disematkan untuk film Gundala ini.

Cerita bermula dari Sancaka kecil ( Muzakki Ramdhan ) yang harus mengalami getirnya hidup, ditinggal mati oleh ayahnya (Rio Dewanto) karena pertikaian dan sang ibu (Marissa Anita) yang pergi meninggalkannya. Sancaka kecil begitu terpukul, Ia harus melewati hidup yang kian kelam di jalanan. Berbagai kejadian, membawa Sancaka bertemu dengan Awang (Faris Fadjar). Darinya Sancaka belajar ilmu bela diri dan tentang kehidupan untuk tidak turut ikut campur pada urusan orang lain jika tidak ingin terlibat di masalah lainnya.

Sancaka dewasa (Abimana Aryasatya) menjadi seorang teknisi (disini Saya agak rancu sebab ada dialog yang menyatakan ia sebagai keamanan atau security) sebuah pabrik percetakan. Di suatu malam Ia disambar kilatan petir dan mengubahnya memiliki kekuatan tak terduga. Keadaan negeri yang pelik dipenuhi keresahan atas realita hidup yang penuh dengan ketidakadilan mengusik nurani Sancaka menjadi 'pahlawan'.

Film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures ini juga turut dibintangi deretan nama aktor papan atas seperti Tara Basro (Wulan), Ario Bayu (Ghazul), Lukman Sardi (Ridwan Bahri), Bront Palarae (Pengkor), Aqi Singgih (Ganda Hamdan), Cecep Arif Rahman (Swara Bathin), Asmara Abigail (Desti Nikita), Hannah Al Rashid (Cantika).  Kelly Tandiono (Mutiara Cempaka), Tanta Ginting (Ito Marbun), dan Dimas Danang (Hasbi).

Durasi film sekitar dua jam terasa sangat cepat. Hal itu dikarenakan cerita dari film ini memang tidak membosankan. Bukan sekadar aksi pukul-pukulan, atau perkelahian semata film ini juga menyajikan drama yang mendalam. Gundala tak lepas dari formula film superhero pada umumnya, Seperti, konflik, pertarungan batin sang jagoan, dan supervillain.

Ada beberapa scane yang mengundang gelak tawa, natural tanpa terkesan dipaksakan. Disisi lain beberapa scane nya memang ada yang terlihat agak sadis tapi porsinya tak terlalu berlebih (dibanding film psikopat yang pernah saya saksikan). Tapi memang reminder sebaiknya tidak menyaksikanya dengan anak dibawah 15 tahun.

Oh, iya setelah film berakhir jangan segera bergegas meninggalkan ruangan sebab akan ada post credite scane untuk sekuel berikutnya. Tampaknya Saya harus sedikit mengurangi ekspektasi soal Sri Asih (clue mucul di salah satu adegan film Gundala). Film Gundala mungkin tak sesempurna film besutan Hollywood yang memang sudah banyak berpengalaman, tapi bukan berarti film ini sangat minim kualitas. Nyatanya, tayangan yang disajikan dalam film Gundala ini patut di apresiasi dan sudah terbilang bagus bagi film nasional meski nuansanya dominan 'dark'.

Sabtu, 31 Agustus 2019

Aksi Nyata Rumah Zakat Tanggapi Bencana Kekeringan

Akhir-akhir ini panas terik begitu terasa di siang hari namun menjadi lebih dingin ketika malam disertai hembusan angin khas musim kemarau. Pihak BMKG  telah menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia  mengalami episode kekeringan yang lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya dengan curah hujan yang terbilang rendah.


KepalaPusat Informasi Perubahan Iklim, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Dr. Ir. Dodo Gunawan mengatakan, memprediksi musim hujan akan masuk pada awal November 2019, artinya saat ini musim kemarau masih berlangsung.

Hujan akan turun dengan intensitas rendah untuk wilayah Pulau Jawa, Sumatera dan sebagian daerah lain pada awal November. Namun dua hari yang lalu di sebagian wilayah Jakarta, Bogor, dan Tangerang sudah mulai hujan serta cuaca berawan.

"Salah satu faktor penyebab kekeringan itu adalah akibat fenomena El Nino yakni memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Dampak dari El Nino yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia adalah kondisi kering dan curah hujan berkurang, sungai-sungai semakin menyurut airnya, sedangkan pepohonan akan mulai meranggas. Dan kondisi seperti ini bisa memicu kebakaran hutan. Sebagaimana yang telah terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, potensi kebakaran sudah terlihat terutama di wilayah Sumatera Selatan dan Riau." Bapak Dr. Ir. Dodo Gunawan memaparkan.

Kekeringan yang terjadi di Indonesia  selalu berulang setiap tahunnya. Pemberian air bersih merupakan salah satu bentuk respon jangka pendek untuk mengurangi dampak kekurangan air bersih di tengah masyarakat.

Mengantisipasi hal ini Rumah Zakat sebagai sebuah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat
telah melakukan upaya meminimalisasi dampak yang didapat oleh warga. Salah satunya dengan dropping (penyaluran) air bersih ke beberapa desa yang terdampak parah bencana kekeringan.

Rumah Zakat telah menyiapkan sekitar 28 Desa Tanggap Bencana yang tersebar di 22 kota di Indonesia. Dimana desa-desa itu nantinya memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri segera dari dampak bencana yang merugikan, salah satunya kekeringan.

"Program yang dilakukan melalui Desa Tangguh Bemcana adalah dengan membentuk masyarakat yang tangguh antara lain melalui penyuluhan kebencanaan, simulai siaga bencana, pembuatan jalur evakuasi, membuat media edukasi bencana, dan merekrut pemuda tangguh bencana." ujar Direktur Program Rumah Zakat, Ibu Murni Alit Baginda.


Dalammenanggulangi terjadinya kekeringan di beberapa wilayah, melalui Rumah Zakat Action selama periode Mei-Agustus 2019 telah di distribusikan sebanyak 451.000 liter air bersih di 17 titik kekeringan di 7 provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut akan terus meningkat pada puncak kemarau yakni saat Agustus hingga September.

Upaya lain yang dilakukan Rumah Zakat untuk mengatasi kekeringan di kemudian hari yakni dengan menyediakan logistik dan peralatan berupa penyediaan tangki air yang diletakan di tempat-tempat yang mudah dijangkau masyarakat seperti sekitaran masjid serta pipanisasi dan pembuatan sumur bor.

Misalnya saja pembuatan sumur bor yang sudah dilakukan di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Pandeglang, Banten. Dan akan menyusul untuk wilayah Cianjur dan Sukabumi, untuk pipanisasi dilakukan di Desa Berdaya Cisolok, Tasikmalaya. Sedangkan tangki air atau Penampungan Air Hujan (PAH) di Kp. Pasir Peuti, Desa Sukamulya, Kec. Sukaluyu, Kab. Cianjur.

Sementara untuk program-program lainnya sedang dalam tahap koordinasi dan konsolidasi, mengingat pembuatan fasilitas mata air atau sumur tadah hujan memerlukan dukungan banyak pihak.

"Bencana kekeringan memerlukan penanggulangan bersama, karena air merupakan kebutuhan utama bagi keberlangsungan hidup. Karenanya, mari bersama-sama sediakan air bersih untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” Ibu Murni Alit Baginda menambahkan.

Mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan dan cakupan wilayah yang luas, Rumah Zakat mengetuk hati para dermawan dan donatur untuk membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana kekeringan ini.

Uluran tangan donatur tentu akan sangat dibutuhkan, karena semakin banyak dermawan yang membantu akan semakin luas daerah yang bisa dibantu. Tidak hanya dalam bentuk uang, tenaga maupun pikiran pun menjadi suatu langkah untuk turut serta aksi nyata dalam penanggulangan bencana. Rumah Zakat pun membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana, baik bencana kekeringan maupun melalui aksi mititasi dan respon atas bencana lain yang terjadi.

Rabu, 28 Agustus 2019

OPPO Reno 10x Zoom Dan Fitur Canggihnya


Memililki handphone dengan spesifikasi kamera terbaik tentunya menjadi keinginan bagi semua orang. Apalagi jika foto yang dihasilkan sangat bagus dengan menampilkan objek secara jelas dan fokus serta pencahayaan foto terbilang cukup juga tidak noise. Umumnya perangkat ponsel seperti ini pastinya memiliki fitur yang lengkap dengan hasil foto yang memukau baik itu ketika menggunakan kamera depan, kamera belakang bahkan untuk video sekalipun. Belum lama ini Oppo baru saja memperkenalkan smartphone terbaru mereka, yakni Reno dan Reno 10x Zoom Edition, untuk pasar Indonesia pada 17 Juni 2019 lalu.

Smartphone baru dengan keunggulan di sisi kamera ini sudah siap menunjukkan keseriusannya dalam menyasar pasar pencinta mobile photography. OPPO Reno dan OPPO Reno 10x Zoom tersedia dalam dua varian warna, Ocean Green dan Jet Black. Smartphone yang masuk kategori high-end ini menggabungkan teknologi terkini dan kemampuan fotografi memukau dalam desain yang elegan.