Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Senin, 22 April 2019

Si Rempah Batak Andaliman, Aset Warisan Kuliner Nusantara

Jika mengingat perjalanan saat ke Sumatera Utara, selain tempat yang dikunjungi, yang cukup memorable dalam ingatan Saya adalah ketika saat makan malam bersama. Saya dan teman-teman lainnya menyewa sebuah rumah untuk menginap di kawasan kampung sebrang danau Samosir. Dan Kami disambut ramah,makan malam saat itu semakin lengkap dan terasa berbeda karena sambal yang disajikan. Awalnya Saya mengira itu sambal ijo biasanya tapi ternyata itu adalah sambal andaliman yang sudah cukup termahsyur di Sumatera Utara.

Informasi saya mengenai Andaliman ini semakin bertambah ketika hadir dalam acara yang digelar oleh Yayasan Doktor Sjahrir dan Omar Niode Foundatio bertajuk 'Andaliman Citarasa Danau Toba' yang bertempat di Almond Zucchini Cooking Studio, Jakarta.

Rempah Andaliman

Andaliman, Rempah Khas Batak


Mempunyai citarasa yang khas, meninggalkan jejak rasa getir, kelu atau kebas di lidah. Bumbu yang kemudian membuat mayoritas masakan Batak memiliki rasa pedas khas yang kuat. Rempah bernama andaliman ini dikenal sebagai merica batak. Memiliki nama latinzanthoxylum acanthopodium merupakan jenis bunga-bungaan di dalam keluarga citrus. Masuk dalam rumpun jeruk-jerukan mengandung vitamin C dan E alami yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh. Andaliman juga mengandung senyawa minyak atsiri dan alkaloid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan anti mikroba.

Menurut Dr. Wan Hidayati M.Si selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara, andaliman bukan hanya sekedar bumbu masakan tetapi sebuah kekayaan alam berbagi cerita tentang historical Toba Caldera Geopark.
Diagram Toba Caldera
"Rempah Andaliman ini tumbuh subur di hutan-hutan di ketinggian 1.100 - 1.500 mdpl masuk dalam kawasan super volano Kaldera Toba. Area yang terbentuk dari letusan gunung api purba yakni Gunung Toba sekitar puluhan ribu tahun lalu, ledakan yang begitu dahsyat membuat bumi tertutup abu vulkanik, dan terjadi pendinginan temperatur secara signifikan."

Dan Adaliman tumbuhan yang hidup di atas tanah dari sisa proses letusan Gunung Toba, oleh karenanya rasanya unik. Saat ini kawasan danau toba telah ditetapkan sebagai satu dari 10 destinasi wisata prioritas. Dan sebab itu diharapkan Geopark Kaldera Toba, akan bisa meningkatkan kunjungan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Setidaknya akan menerapkan konsep manajemen pengembangan kawasan berkelanjutan dengan perpaduan tiga keragaman alam yakni geologi, biologi dan kultural. Pun sebagai upaya penyebarluasan kuliner halal untuk kawasan Danau Toba.

Tanaman andaliman ini memiliki tinggi sekitar 3 hingga 8 meter yang memiliki batang dan cabang berwarna merah. Pada batang, cabang, dan rating tanaman andaliman ini terdapat duri dan berbuah berkelompok di antara duri-durinya pada batang. Bentuk buah andaliman ini mirip dengan merica yaitu bulat kecil, berwarna hijau tetapi ketika buah ini mengering maka akan berwarna kehitaman.

Upaya untuk terus mempertahankan tanaman andaliman terus dilakukan. Sebagaimana yang telah dilakukan Bapak Marandus Sirait, sosok yang membudidayakan Andaliman di Taman 100 Eden. Bahkan Bapak Marandus rela menjual penghargaannya, Medali Kalpataru di bidang lingkungan dari UGM. Saat ini

Pohon andaliman biasanya tumbuh di hutan penuh semak-semak, batangnya juga berduri. Bisa dikatakan untuk sulit untuk mencari andaliman, karena harus ke hutan. Tapi karena sebagai bumbu masak yang khas, orang jadi banyak mencari, sehingga kini banyak dibudidaya. Seiring perkembangan zaman kini andaliman banyak tersedia dalam bentuk bubuk. Bahkan rempah ini juga sudah diolah menjadi berbagai makanan olahan siap santap.
Narasumber di acara - Andaliman Cita Rasa Danau Toba
Ir. Murni Titi R, MBA, Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim mengatakan "Saat ini terjadi perubahan iklim,ada beberapa solusi yang dicanangkan dimana salah satunya dengan menanam banyak pohon, bertani atau berkebun dan melestarikan lahan basah secara signifikan mengurangi emisi karbon."

Selain itu budidaya Andaliman ini diharapkan bisa mendukung pembangunan kelanjutan dan meningkatkan ekonomi desa. Andaliman bisa memberdayakan kaum perempuan, dan peningkatan ekonomi lokal Danau Toba. Disamping berfungsi sebagai bumbu masakan tradisional, Pengembangan produk andaliman non kuliner bisa berupa penelitian tentang andaliman membuktikan bahwa, buah pada andaliman memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Seperti minyak atsiri dari buah andaliman terdiri dari beberapa senyawa misalnya geraniol, linalool, dan limonen, yang ditenggarai memiliki sifat antioksidan.

Ibu Amanda Katili Niode, Salah satu pendiri dan Ketua Yayasan Omar Niode, sebuah organisasi nirlaba di Indonesia mengatakan "Andaliman merupakan rempah khas Sumatera Utara yang terkenal dengan nama merica Batak. Dan untuk diketahui bahwa Andaliman bukan hanya bisa digunakan untuk masakan, tapi juga lingkungan dan kuliner seperti untuk spagheti, kue bahkan minuman."

Yang lebih penting lagi, rempah itu bisa diangkat untuk solusi permasalahan global, contohnya untuk memperbaiki lingkungan yang sudah rusak. Sementara dari segi ekonomi, kaum perempuan bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari hasil olahan rempah asli Tanah Batak tersebut. Disamping itu saat ini bukan hanya masyarakat Indonesia saja yang tertarik untuk menikmati makanan berbahan dasar bumbu rempah-rempah. Warga negara asing pun mulai menunjukkan ketertarikkannya untuk mencicipi bumbu yang memiliki rasa dan aroma yang kuat seperti Andaliman ini.

Pada acara hari itu juga diadakan demo masak oleh Chef Rohung Nasution, dengan menu, Sate ikan dan Nasi goreng bumbu tombur. Disamping itu, beraneka sajian masakan lainnya pun kian melengkapi ragam hidangan yang di inovasikan dengan rempah andaliman.
Aneka hidangan dengan Rempah Andaliman
Bisa dikatakan keberadaan andaliman di masakan Batak adalah aset warisan kuliner yang harus terus digali, dilestarikan, disosialisaikan dan dipolulerkan. Karena ini adalah salah satu jejak sejarah perjalanan bumbu Indonesia dalam peta bumbu dunia.

Kamis, 18 April 2019

Camping Santai di Ranca Upas

Ranca Upas
Kangen camping, itu yang terbesit awal perjalanan ini. Mulailah bergerilya mencari teman yang bisa diajak jalan bareng. Beberapa orang mengusulkan "camping santai" tanpa harus track ke gunung sampai kemudian di pilihlah Ranca Upas kawasan Ciwidey - Jawa Barat.
Ciwidey merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung-Jawa Barat, Indonesia. Terletak di sebelah selatan Kota Bandung, Ciwidey memang identik dengan wisata alam yang mempersona. Berada di dataran tinggi sehingga udaranya masih cukup sejuk, tempat wisata di Ciwidey di dominasi pemandangan yang sangat indah. Selain ranca upas, ada juga kawah putih dan situpatenggang yang jaraknya tak terlalu berjauhan.

Sebelum keberangkatan ke Ranca Upas, sebagaimana biasa Kami pasti saling sharing barang bawaan terutama untuk kebutuhan kelompok/bersama. Perlengkapan camping seperti tenda, matras, nesting dan beberapa bahan untuk di masak pun disiapkan. Karena perjalanan yang Kami lakukan ini ala backpacker jadi rencana perjalanan kala itu memilih dengan bus yang biaya relatif lebih terjangkau.

Biasanya Bus umum Primajasa menjadi pilihan bagi Saya karena untuk perjalanan antar kota pasti kenyamanan menjadi pertimbangan utama. Nah, Sekarang tidak terlalu sulit, untuk mencari info lengkap bus Primajasa karena begitu mudah di temukan lewat mesin pencari.

Setibanya di Terminal Leuwi Panjang, perjalanan di lanjutkan menggunakan elf menuju Ciwidey. Saya sempat dengar ada angkot yang lewat sekitar sana tapi armadanya begitu terbatas.

Ketika memasuki kawasan Ranca Upas, yang Saya rasakan saat itu adalah senang pastinya. Perjalanan beberapa jam terbayarkan dengan pemandangan indah dengan padang luas serta beberapa pohon pinus yang menaungi. Ranca Upas berada pada ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut. Saya sempat berbincang dengan seorang pedagang cemilan di sana yang saat itu siang hari memang terasa terik. Tapi ia menuturkan kalau malam Ranca upas cuacanya bisa dingin banget bahkan mencapi 0 derajat celcius.

Memiliki luas area sekitar 215 hektare, Ranca Upas merupakan kawasan hutan lindung di Kabupaten Bandung yang dikelilingi Gunung Tikukur. Kabarnya di sini hidup beragam flora dan fauna yang dilindungi. Namun yang paling jelas terlihat penangkaran rusa.

Tenda Camping
Bepergian saat weekend maka harus siap berbagi dengan yang lain, pastinya saat itu lokasi yang cukup strategis dengan view perbukitan sudah penuh dengan warna-warni tenda camping. Alhasil Kami harus merelakan membuka tenda di agak pinggir dan masih lapang.

Asyiknya camping di alam terbuka itu membuat Kita lebih leluasa untuk menikmati kesejukan dan keindahan alam, lebih lama menikmatinya dan lebih rileks. Memandang luas alam dari balik tenda, memberikan kenikmatan tersendiri untuk dirasakan.

Dan yang paling bermakna ketika camping adalah eratnya kebersamaan dimana terasa lebih hangat. Saling Bergotong royong mendirikan tenda, masak bersama dan tentunya makan juga bersama-sama. Kalau sudah begini, jalinan pertemanan terasa semakin dekat.

Kebersamaan Saat Camping
Aktifitas seru lainnya di Ranca Upas yang bisa dilakukan selain camping adalah bermain dengan rusa dari jarak dekat. Disini, Kita bisa memberi mereka makan dan membelai bulu rusa yang cukup pemalu dengan para wisatawan.

Kabarnya, jenis rusa yang ada di Ranca Upas adalah rusa jawa yang termasuk fauna dilindungi. Saat ini populasinya diperkirakan kurang dari 10.000 ekor. Sebagian besar hidup di Pulau Jawa, Bali, dan Timor, tetapi rusa ini sempat terlihat juga berkeliaran di beberapa pulau lain di kawasan timur Indonesia. 

Main Bersama Rusa
Bumi perkemahan Ranca Upas ini sangatlah cocok untuk menjadi tempat tujuan berlibur atau melepas penat. Dalam hal ini camping dengan pemandangan yang menakjubkan. Selain itu udaranya juga masih sejuk, dan sangat dingin saat di malam hari, pastikan untuk selalu membawa jaket.

Fasilitas Ranca Upas juga terbilang lengkap karena sudah tersedia toilet dan WC umum jadi tidak terlalu kesulitan  untuk mencari sumber air untuk kebutuhan cuci dan mandi.
Harap untuk selalu diperhatikan, dengan menjadi wisatawan cerdas yang menikmati tanpa merusak fasilitas alam yang telah disediakan. Karena fasilitas yang diberikan merupakan suatu sarana demi menunjang kenyamanan ketika melakukan aktifitas camping (berkemah). Jaga selalu kebersihan lingkungan sekitrnya dengan tidak membuang sampah sembarangan atau pun melakukan vandalisme.

Minggu, 14 April 2019

Mendukung Aksi Earth Hour Sambil Staycation di Best Western Premiere The Hive


Kita pasti sangat merasakan bahwa akhir-akhir ini iklim dan cuaca kerap tak menentu. Hal ini merupakan bagian dampak dari pemanasan global. Menanggapi hal ini World Wide Fund for Nature (WWF) memprakasai gerakan Earth Hour. Gerakan ini bertujuan untuk melindungi lingkungan, dan menginspirasi jutaan orang untuk perduli serta mengambil tindakan bagi planet Kita dari ancaman perubahan iklim.

Earth Hour atau jam bumi menjadi salah satu wujud efisiensi energi yang paling sederhana dan bisa dilakukan setiap individu. Saat ini bahkan telah menjadi gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama 1 jam.

Untuk pertama kalinya Earth Hour dilaksanakan di Sydney, Australia. Kegiatan ini kemudian menarik perhatian dunia internasional. Pada tahun-tahun berikutnya, Earth Hour pun kemudian diperingati secara global. Di simbolkan dengan 60+ dengan motif gambar planet bumi. 60 menit merupakan waktu yang digunakan untuk berpartisipasi dalam memperingati Earth Hour. Tanda plus ini menggambarkan tujuan Earth Hour sendiri dengan mendorong masyarakat dunia untuk melakukan aksi lanjutan setelah satu jam mematikan lampu.

Umumnya digelar di hari Sabtu tujuannya agar tidak menggangu aktifitas yang masih bekerja hingga larut malam di hari kerja dari Senin-Jum'at. Waktu penyelenggaraan Earth Hour dilaksanakan pada akhir Maret karena mayoritas negara di seluruh belahan dunia sedang mengalami pergantian musim.

Tak ketinggalan beberapa hotel di Indonesia turut serta dalam kampanye memadamkan listrik selama satu jam itu. Salah satu hotel yang ikut berpartisipasi adalah Best Western Premier The Hive yang ada di Cawang Jakarta yang melaksanakannya pada Sabtu 30 Maret 2019 pukul 20.30-21.30 untuk wilayah Indonesia Barat.

Pihak hotel mengundang para tamu untuk berkumpul bersama di wilayah restoran dekat lobi dan kolam renang, meski dilaksanakan dengan sederhana tapi para tamu terlihat cukup menikmati sajian kuliner tradisional sekaligus hiburan live music yang tidak terputus selama 1 jam. Ada juga spot dimana lilin membentuk simbol 60+ sebagai ajang untuk ber-swafoto.

Nah, sebenarnya sebelum pelaksanaan Earth Hour, Saya dan teman-teman yang hendak staycation hari itu disambut hangat oleh Ka' Rifka Giovani yang merupakan Marketing Communications Best Western Premier The Hive. Ia juga memperkenalkan signature dish yang belum lama di luncurkan yaitu Bubur Goreng. Ini tentunya menjadi kabar baik bagi pencinta bubur karena bisa menikmati hidangan menarik ini di Heather Resto.

Bubur Goreng
Bisa dikatakan bubur ini sangat spesial terutama karena unsur kaldu ayam yang sangat gurih serta sehat karena adanya campuran bayam. Proses pembuatannya, setelah bubur matang, lalu ditumis lagi dengan irisan bawang merah, bawang putih dan jahe, kemudian ditambahkan dengan kaldu ayam.

Untuk toppingnya, Bubur Goreng ini dilengkapi dengan irisan ayam Hainan, pangsit goreng
ati ayam, kacang, cakwe dan daun bawang yang memberi keunikan dan kekhasan tersendiri. Disajikan terpisah dengan sambal.

Tekstur Bubur Goreng ini sendiri tidak terlalu lunak atau keras. Sebelum disantap, pastikan semua toping ada dalam satu sendok. Kemudian, baru dimakan dan rasakan keunikan serta kekhasan rasanya.  Semua rasa yang pas di lidah ada dalam Bubur Goreng ini.  Untuk harga yang cukup terjangkau, dibandrol seharga Rp 60.000++. Untuk porsi yang disajikan cukup banyak dan dijamin mengenyangkan bahkan bisa lho untuk sharing.

Disamping itu ada juga minuman yang bernama Premier Verde. Disajikan cantik dengan nanas sebagai garnis di minuman berdominasi hijau ini. Premier Verde ini merupakan minuman yang terbuat dari nanas dan sawi. Kolaborasi rasa yang apik, dan segar banget ketika dinikmati.
Minuman premier verde

Staycation di Best Western Premier The Hive


Sebenarnya Saya tidak terlalu asing dengan hotel Best Western Premier The Hive, sebab sering kali dilewati. Disamping itu bangunan hotel berkonsep warna biru dengan desain sarang lebah ini sangat strategis mudah dijangkau dari dan menuju tempat-tempat lain di Jakarta. Hotel dekat Halim ini berada di kawasan Cawang, Jakarta Timur dan dekat juga dengan tol. Untuk memudahkan halte transjakarta yang beroperasi tepat di depannya adalah Cawang Sutoyo.

Nah, Kami juga mendapat penjelasan dari Ka' Rifka kalau Best Western Premier The Hive merupakan sebuah jaringan hotel internasional di bawah bendera Best Western International yang memiliki banyak hotel di seluruh dunia. Best Western sendiri membagi hotelnya menjadi beberapa kategori, yaitu Best Western untuk hotel bintang 3, Best Western Plus untuk hotel bintang 4 dan Best Western Premier untuk hotel bintang 5.

Best Western Premier The Hive Hotel ada di bagian belakang. Tapi Kita juga bisa masuk dari pintu depan dengan menembus area food court menuju ke belakang. Dari lobby, kita kemudian naik lift ke lantai 5 tempat meja resepsionis berada. Di area ini untuk konfirmasi status kamar Kita, baik untuk chek in atau chek out.

Saat itu Saya mendapat kamar di lantai 8. Bisa dikatakan ini menjadi pengalaman kedua staycation di Best Western Premier The Hive. Selalu senang bermalam di tempat ini karena memberi rasa nyaman disamping itu pegawainya juga terbilang ramah. Room Deluxe Twin sudah menyambut dengan dua tempat tidur yang rapi serta dilengkapi berbagai fasilitas lainnya yakni 43-inch flat screen LED TV dengan berbagai macam channel lokal dan internasional. AC yang sejuk, minibar dan coffee maker, dan lemari serta brangkas.

Yang cukup membuat takjub di laci nya di sediakan 2 kitab  suci yakni Al-Qur'an dan Al-Kitab. Bahkan petunjuk kiblat terlihat jelas, senang jika mendapat penginapan seperti ini dimana saya tak perlu risau mencari arah kiblat atau harus menggunakan aplikasi. Disamping itu setiap ruangnya juga tersedia wifi yang cukup kencang koneksinya.

Betalih ke kamar mandinya terbilang bersih dan cukup luas dengan toilet duduk, serta shower yang bisa diatur untuk air panas dan dingin. Toilittersnya juga lengkap, membantu sekali apalagi yang sering bepergian dan biasanya tak membawa perlengkapan mandi. Bahkan ada hairdryer juga.


Ketika pagi menjelang, setelah membersihkan diri (mandi) dan berpakian, Kami pun bergegas ke Heather Resto untuk sarapan. Ada baiknya ke sini saat masih agak pagi karena ketika sudah jam 8 lewat tempatnya biasanya penuh. Begitu banyak pilihan menu di Best Western Premier The Hive Hotel yang semuanya layak untuk dicoba.

Beraneka pastry dan roti-rotian yang renyah, salad segar dengan banyak pilihan saus dan keju,  menu-menu bernuansa lokal cukup mendominasi. potongan buah, waffle, puding, yogurt, hingga jajanan tradisional dan jus.

Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, ada lounge yang jumlahnya beberapa untuk ruang pertemuan dengan space cukup luas. Manjakan diri bisa di spa bhuvana terletak di lantai 3, dengan ruang theraphy yang nyaman tentu saja. Di hotel ini, para tamu juga bisa lho memanfaatkan fasilitas kebugaran dengan beberapa peralatan olahraga yang tersedia. Menghilangkan penat juga bisa manfaatkan kolam renang outdoor yang berada di lantai 5, bisa puas berenang tanpa biaya tambahan lho.



Jujur saja staycation itu bagi Saya sangat menyenangkan, sebab bisa bersantai di hotel untuk mendapatkan suasana baru. Bahkan bisa untuk mencari inspirasi, dan di tiap sudut pengambilan gambarnya biasanya sangat bagus untuk melengkapi koleksi foto ataupun video.

Best Western Premier The Hive Hotel 

Jl. D.I. Panjaitan Kav 3-4, Cawang, 
Jakarta 13340.
Telepon: (021) 29821888
Website: www.bwpremierthehive.com
Facebook: Best Western Premier The Hive
Instagram: @bwpthehive
Twitter: @bwpthehive
 

Jumat, 12 April 2019

Bincang Seru Bareng di HUT BUMN

Sejak satu bulan terakhir ini, Saya perhatikan ranah informasi baik dari media sosial maupun portal berita ramai mengabarkan Hari Ulang Tahun BUMN yang jatuh dan diperingati setiap tanggal 13 April. Sejauh ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menggelar sejumlah kegiatan sosial dan edukatif yang menarik sepanjang Maret – April 2019. Dengan mengusung semangat slogan “One Nation One Vision One Family To Excellence”. Memiliki makna bahwa BUMN senantiasa memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk negeri.


Saya sempat berujar, pasti seru jika dapat turut serta di kegiatan yang di gelar HUT BUMN. Sampai kemudian, rasanya tak  menyiakan kesempatan ketika mendapat informasi ada bincang ringan seputar HUT BUMN ke-21 di studio UseeTV dalam taping acara Paradigma yang di bawakan dengan ringan dan santai oleh dua mantul Bisma serta Vina.

Senin, 08 April 2019

Audisi OlahragaTerselubung Iklan Rokok ??


Setiap orang tua pasti akan sangat bangga ketika anak-anaknya berprestasi di bidang olahraga. Tetapi bagaimana jadinya jika sebuah produk rokok secara terselubung memanfaatkan tubuh anak untuk ajang iklan dan promosi. Hal inilah yang tengah menjadi sorotan Yayasan Lentera anak. Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis dipandang sebagai bentuk eksploitasi anak-anak pada usia di bawah 18 tahun karena menggunakan merek dagang di kaos yang dikenakan oleh peserta audisi.

Lisda Sundari dari Yayasan Lentera Anak mengungkapkan " Lebih dari puluhan ribu anak yang mengikuti kegiatan audisi bulu tangkis, tubuhnya dimanfaatkan sebagai media promosi brand image produk tembakau tertentu dengan mengharuskan peserta mengenakan kaos bertuliskan Djarum yang merupakan brand image produk zat adiktif yang berbahaya."

Rabu, 03 April 2019

Aroma Wangi Sakura Dalam Rangkaian Produk So Klin

Sejak lama Jepang menjadi pesona destinasi yang sangat Saya impikan untuk jejaki. Wisata dan budayanya menjadi satu daya tarik. Disamping itu, setiap Saya menonton Dorama Jepang kerap kali terselip scane bunga sakura yang bermekaran, terlihat cantik. Keindahan warna bunga Sakura semakin mempesona ketika bermekaran di kala musim semi.

Bunga sakura yang bermekaran setiap tahun sekali ini menjadi simbol kebersamaan bagi masyarakat Jepang. Di mana biasanya diadakan kegiatan yang sering disebut Hanami Festival atau Festival of Flower Look. Umumnya masyarakat Jepang sangat antusias meramaikan moment ini dengan  mengikutsertakan aktivitas di luar rumah sambil berpiknik dan mengagumi keindahan bunga sakura. Biasanya bersama keluarga atau orang terkasih lainnya.

Untuk merasakan kenangan dan fantasi indahnya pengalaman Hanami Festival, So Klin meluncurkan Experience Sakura dengan keharuman yang terinspirasi dari bunga sakura dalam keharuman parfum yang ada di rangkaian produk SoKlin Softergent Deterjen dan Pelembut, SoKlin Liquid Softergent serta SoKlin Rapika Pelicin Pakaian.

Dengan teknologi Aroma Sensory, pakaian akan tetap wangi sepanjang hari dan menciptakan rangsangan sensorik terhadap memori di otak. Kita akan merasakan sensasi wangi bunga sakura di pakaian keluarga tercinta.

Bicara merek detergen di Indonesia tentu tidak bisa lepas dari nama So Klin. Produk buatan dari Wings ini sudah setia menemani keluarga Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Tentunya sebagai merek yang telah puluhan tahun menemani keluarga Indonesia, So Klin memiliki pemahaman khusus terkait dengan produk detergen yang dipakai masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan rangkaian varian produk yang dimiliki oleh So Klin.

Pengalaman mencuci pakaian lebih terasa menyenangkan dengan aroma harum So Klin Softergent Sakura collection. Detergen bubuknya bisa menhilangkan noda membandel hingga ke serat kain dengan butiran pelembut 2x lebih banyak. Mengandung antibacterial agent yang akan membuat pakaian terlindungi dari bau apek meskipun dijemur di dalam ruangan. Yang paling penting teksturnya lembut dan tidak membuat panas di tangan.

Disamping itu, So Klin sakura collection juga ada dalam bentuk liquid atau detergent cair. Dengan 7 keunggulan konsetrant : Formula lebih efektif dan lebih cepat membersihkan, mengandung antibacteri, mudah larut dan meresap sehingga tidak meninggalkan residu pada pakaian,keharuman tahan lama, menjaga warna pakaian tetap cemerlang, lembut dan tidak panas di tangan serta mengandung surfaktan yang ramah lingkungan.

Kebersihan sebuah pakaian tidak berhenti sampai proses mencuci. Kegiatan menyetrika juga merupakan upaya untuk membunuh bakteri yang sering bersarang di serat-serat kain. Menyempurnakan Sakura Collection, hadir pula So Klin Rapika pelicin pakaian. Dengan fast smoithing action menyetrika jadi lebih rapi dan cepat. Formula anti jamurnya menjaga pakaian dari pertumbuhan jamur, soft sakura parfume memberikan keharuman sakura yang begitu lembut dan formula anti bau menjaga pakaian selalu segar dan wangi.

So Klin dalam aktivitas mereknya, konsisten memberikan apreasi kepada perempuan Indonesia yang mampu menginspirasi sesama melalui karya dan kreasi. Produk terkemuka yang didah turun temurun menjadi pilihan ibu Indonesia milik perusahaan lokal Indonesia Wings Corporation ini pun turut serta berkontribusi secara massive dalam festival LOCA Market yang bertempat di The Space, Senayan City Mall, Senayan, Jakarta Selatan.

Acara yang berlangsung dari 28-31 Maret 2019 ini, So Klin menghadirkan beragam bentuk kegiatan, mulai dari talkshow hingga pameran beragam produk inspiratif, serta workshop menarik seperti (merangkai) sakura accessories, painting on pounch, painting on ceramic, membatik di kain, totebag drawing, painting on haori, workshop bento dan melukis di payung.
Loca Market kali ini mengusung konsep creativepreneur, yang diselenggarakan sebagai kontribusi terhadap Indonesia dalam bidang kewirausahaan, khususnya untuk generasi muda Indonesia. Kreativitas yang lahir dari kecintaan terhadap budaya Indonesia akan memunculkan kebanggaan tersendiri dan apresisasi lebih terhadap karya bangsa.

Senin, 01 April 2019

Internet Tetap Lancar Saat Pelesiran Ke Luar Negeri Dengan Java Mifi


Melakukan pelesiran ke luar negeri hampir menjadi keinginan banyak orang. Di luar sana, ada segudang tempat menarik yang patut dijelajahi. Mulai dari utara ke selatan hingga timur ke barat. Setiap negara di bumi memiliki pesonanya masing-masing untuk dijelajahi.

Lepaskan dulu asumsi negatif dari banyak orang, pelesiran ke luar negeri bukan berati tidak mencintai negeri sendiri. Setidaknya ada satu masa untuk Kita bisa mengenal lebih jauh tentang budaya dan tempat di berbagai bangsa. Iya dengan pelesiran ke luar negeri akan menghadapkan Kita pada tantangan baru, banyak sesuatu yang harus di pelajari. Yakinilah, bahwa hal itu bisa mengajarkan kita banyak hal baru tentang kehidupan. Seperti misalnya, belajar bagaimana menghargai orang lain, bersikap kepada orang dengan berbagai macam perbedaan, belajar nilai hidup dari bangsa lain, dan belajar beradaptasi dengan lingkungan baru.