Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Kamis, 26 September 2019

RA Pictures Hadirkan Film Horor Turki

Siapa yang tak mengenal sosok Raffi Ahmad, seorang publik figure yang sudah malang melintang di dunia entertainment. Setelah sukses membintangi beberapa film dan ftv, Ia merambah banyak kesempatan lainnya seperti pembawa acara bahkan penyanyi. Dan belum lama ini kurang lebih 2 tahun, Raffi tengah serius membangun rumah produksi dan sudah beberapa film bernaung di bawahnya.

Terus melebarkan sayapnya, Raffi Ahmas bersama partner di bawah rumah produksi RA Pictures mulai melangkah menjadi importer film asing. Dalam mengawali debutnya kali ini memilih film asal negara Turki yang bertajuk SICCIN 6. Film yanh digadang-gadang menjadi salah satu film terhoror dalam survei di jagat International, selain itu juga cukup sukses setelah diputar di beberapa negara.

Selasa, 24 September 2019

Dufan Hadirkan Wahana Baru, Semakin Seru !

Aktifitas yang padat dan runtinitas yang terus berulang memungkinkan munculnya rasa bosan. Ketika titik jenuh sudah menghampiri itu saatnya butuh refreshing. Banyak hal yang bisa dilakukan, bisa dengan travelling atau melakukan hal yang menyenangkan. Tak melulu harus bepergian jauh, dengan rekreasi menikmati beragam keseruan di taman hiburan bisa menjadi pilihan.

Salah satu taman hiburan di Jakarta yang banyak di favorite kan adalah Dunia Fantasi. Tidak hanya menawarkan lokasi yang strategis melainkan juga tersedia banyak wahana permainan yang seru dan menantang adrenalin. Berada di bilangan Ancol - Jakarta, Dufan menawarkan tempat hiburan yang menyenangkan bagi semua umur, dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Pintu Gerbang Dufan
Begitu banyak peremajaan yang terjadi di lingkungan Dufan untuk memanjakan pengunjung bisa menikmati keceriaan bersama keluarga maupun kawan. Misalnya saja, ketika memasuki area Dufan akan disambut oleh sembilan karakter asli Indonesia dengan senyuman yang ramah dan hangat. Tidak hanya ikon kera bekantan Dufan dan Dufi, tetapi juga ada Kabul (Katak Gembul), Bije (Bison Jenaka), Garin ( Garuda Indonesia), Tanit (Tapir Genit), Kombi (Komodo Gembira), Cili (Kancil Cilik), dan Birus (Babi Rusa). Seluruh karakter tersebut seakan mengenalkan kita dengan keragaman fauna asli Indonesia yang perlu dilestarikan keberlangsungan hidupnya.

Kamis, 19 September 2019

Nuansa Nostalgia Era 90an Dalam Film Bebas

Sejak beberapa bulan lalu, sudah melihat beberapa postingan Sheryl Sheinafia  tak jauh berbeda dengan gayanya yang kekinian ala rapper bersama publik figure kenamaan lainnya ngedance dan bernyanyi bersama di iringi musik bebas dari Iwa.K. Dan rupanya benar saja, jika  Ia terlibat dalam film besutan Riri Riza dan Mira Lesmana.


Dengan judul film bertajuk bebas yang merupakan adaptasi cerita film box office Korea Selatan berjudul Sunny. Sedikit berbeda dengan film aslinya, film bebas ini berlatar Jakarta tahun 90-an dan era sekarang, bisa dibilang alur campuran menjadi tema besar dalam film ini.

Selasa, 10 September 2019

3 Destinasi Seru Untuk Menikmati Keindahan Jogjakarta Dari Ketinggian

Panorama Kebun Buah Mangunan ( Bantul )
Banyak yang mengatakan, jika Jogja terbuat dari rindu yang akan membuatmu candu. Sebagian besar orang Indonesia, pasti lebih dari sekali singgah atau sekedar mengunjungi Kota pelajar ini. Suasananya, kesederhahaan tata kehidupannya, iya tak salah jika menyebut Jogja begitu istimewa. Meskipun kini sudah lebih modern, tapi Jogja masih bertahan dengan ciri khas dan budayanya yang masih kental dan teguh dengan adat budaya jawanya.

Baca Juga : Yogyakarta Kota Keraton

Bepergian ke Jogja bukan hal sulit, karena transportasinya pun terbilang mudah. Saya paling suka untuk perjalanan lintas Jawa menggunakan moda transportasi kereta api. Selain lebih ekonomis, jika terang bisa menikmati pemandangan di sepanjang lintasan. Biasanya Saya paling suka perjalanan di waktu malam lebih membuat nyaman, sehingga lelah berjam-jam di kereta tak terlalu terasa. Berangkat dari Jakarta, memilih kereta Bogowonto yang akan tiba di Lempuyangan ketika pagi menjelang. Pembelian tiket kereta api sekarang juga begitu mudah karena bisa diakses melalui online. Cek disini keberangkatan kereta api bogowonto untuk reservasi tiket tanpa harus mengantri.

Jumat, 06 September 2019

Gundala Film Super Hero Bernuansa Lokal

Sejak di publikasikan bahwa Indonesia akan punya film super hero, Saya sudah cukup antusias menantikannya. Sejauh ini Kita terlalu sering menikmati tayangan super hero dari negeri luar seperti milik Marvel atau DC.

Padahal, negeri kita pun kaya akan karya seniman berbakat dari komik yang pernah laris manis di era lampau. Berada di bawah naungan Jagad Bumi Langit, film Gundala menjadi pelopor 'super hero'  lokal ini. Diadaptasi dari komik Gundala Putra Petir karya Harya Suraminata (Hasmi) yang rilis pada 1969. Apalagi ketika mendengar bahwa Joko Anwar yang menyutradarainya, semakin dibuat penasaran, akankah film ini nanti mendapat sambutan positif sebagaimana karya sebelumnya di pengabdi setan.

Sumber gbr (IG) awedope.arts

Tetapi jujur saja, Saya sempat urung untuk menyaksikan lantaran ga respect dengan kostum yang digunakan di film perdananya ini. Sebab Saya sudah sering mendengar, kalau kostum Gundala ini dibuat di Amerika (jawabannya ada di film sekuel berikutnya) tapi yang tampil di film awal hanya seperti jaket kulit biasa dengan helm bersayap. Belum lagi banyak pro kontra dari film Gundala ini yang terbilang terlalu sadis bagi sebagian orang dan Saya sendiri bukan penikmat film dengan kengerian semacam itu.

Pada akhirnya, mumpung lagi luang Saya sempat juga menonton film Gundala di bioskop dekat rumah. Dan Saya terpukau dengan film Gundala ini, salut dengan karya dari Joko Anwar ini bersama team dan para pendukung yang terlibat. 8.5/10 Saya rasa cukup pantas disematkan untuk film Gundala ini.

Cerita bermula dari Sancaka kecil ( Muzakki Ramdhan ) yang harus mengalami getirnya hidup, ditinggal mati oleh ayahnya (Rio Dewanto) karena pertikaian dan sang ibu (Marissa Anita) yang pergi meninggalkannya. Sancaka kecil begitu terpukul, Ia harus melewati hidup yang kian kelam di jalanan. Berbagai kejadian, membawa Sancaka bertemu dengan Awang (Faris Fadjar). Darinya Sancaka belajar ilmu bela diri dan tentang kehidupan untuk tidak turut ikut campur pada urusan orang lain jika tidak ingin terlibat di masalah lainnya.

Sancaka dewasa (Abimana Aryasatya) menjadi seorang teknisi (disini Saya agak rancu sebab ada dialog yang menyatakan ia sebagai keamanan atau security) sebuah pabrik percetakan. Di suatu malam Ia disambar kilatan petir dan mengubahnya memiliki kekuatan tak terduga. Keadaan negeri yang pelik dipenuhi keresahan atas realita hidup yang penuh dengan ketidakadilan mengusik nurani Sancaka menjadi 'pahlawan'.

Film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures ini juga turut dibintangi deretan nama aktor papan atas seperti Tara Basro (Wulan), Ario Bayu (Ghazul), Lukman Sardi (Ridwan Bahri), Bront Palarae (Pengkor), Aqi Singgih (Ganda Hamdan), Cecep Arif Rahman (Swara Bathin), Asmara Abigail (Desti Nikita), Hannah Al Rashid (Cantika).  Kelly Tandiono (Mutiara Cempaka), Tanta Ginting (Ito Marbun), dan Dimas Danang (Hasbi).

Durasi film sekitar dua jam terasa sangat cepat. Hal itu dikarenakan cerita dari film ini memang tidak membosankan. Bukan sekadar aksi pukul-pukulan, atau perkelahian semata film ini juga menyajikan drama yang mendalam. Gundala tak lepas dari formula film superhero pada umumnya, Seperti, konflik, pertarungan batin sang jagoan, dan supervillain.

Ada beberapa scane yang mengundang gelak tawa, natural tanpa terkesan dipaksakan. Disisi lain beberapa scane nya memang ada yang terlihat agak sadis tapi porsinya tak terlalu berlebih (dibanding film psikopat yang pernah saya saksikan). Tapi memang reminder sebaiknya tidak menyaksikanya dengan anak dibawah 15 tahun.

Oh, iya setelah film berakhir jangan segera bergegas meninggalkan ruangan sebab akan ada post credite scane untuk sekuel berikutnya. Tampaknya Saya harus sedikit mengurangi ekspektasi soal Sri Asih (clue mucul di salah satu adegan film Gundala). Film Gundala mungkin tak sesempurna film besutan Hollywood yang memang sudah banyak berpengalaman, tapi bukan berarti film ini sangat minim kualitas. Nyatanya, tayangan yang disajikan dalam film Gundala ini patut di apresiasi dan sudah terbilang bagus bagi film nasional meski nuansanya dominan 'dark'.