Memasuki awal februari, ya itu adalah hari kelahiranku. Harusnya memang biasa aja, kadang aku berpikir ingin seperti orang-orang ga terlalu memperdulikan hari ulang tahunnya. Sehingga kalau tidak di ingat ya biasa saja pun kalau ada yang ingat ya jadi bahagia. Tapi berapa kali pun mencoba rasanya gagal. Entah kenapa aku masih merasa kalau moment itu di ingat oleh yang disayang itu jadi merasa dihargai dan ada arti.
![]() |
| Sumber gambar : freepik |
Itu sebabnya setiap tanggal 01 februari atau hari sebelumnya aku selalu mencoba mencari kesibukan. Tapi yang ada malah banyak zonk nya jadi perasaan sunyi itu semakin menyelimuti. Beberapa kali akupun membuat perjalanan misalnya traveling, dulu semasa kerja office hour sampe cari-cari alasan untuk self rewards itu dan sekarang pas masuk weekend aku malah jadi sendu karena ga punya tujuan pasti. Yang herannya jarang banget yang ngadain trip di tanggal ini, kalaupun ada budget ga masuk (this ekonomi makin banyak pertimbangan).
Sempat ada rencana mau trip bareng keluarga, tapi ada prioritas masing-masing sehingga tak bisa kupaksakan (karena aku sadar tak semua yang ku ingini harus terpenuhi), janjian sama temanpun sering kali berakhir gagal dengan beragam alasan. Iya semakin dewasa aku semakin harus meyakinkan hati dan pikiran ga semua orang siap ada. Intinya sebenarnya aku ingin hari ini ga berasa hampa. Aku ingin tersenyum, aku ingin sekali merasakan bahagia yang beberapa kali aku lupa caranya.
Aku ingin lupa hari ulang tahun agar aku ga kecewa lagi untuk puluhan kalinya. Oh aku pun pernah ngirim salam-salam di radio untuk diriku sendiri yang ulang tahun tapi ga di bacakan sama penyiarnya mungkin karena salah format atau apa. Saat itu jaman masih pakai sms, aku hanya sedang merasa kecewa dengan orang-orang disekitarku dan sempat berselisih paham sama teman.
Aku ingin lupa hari ulang tahun agar aku tak lagi banyak menaruh harap ke orang lain. Bahkan yang paling kuanggap sahabatku pun sering kali abai akan hal itu, pun demikian orang-orang sekitar yang paling sering ku prioritaskan.
Beberapa tahun lalu aku pernah berharap dan berdoa akan mendapat hadiah terindah (jodoh) hahaha tapi itu ga pernah terwujudkan. Bahkan untuk saat ini aku semakin ga berani berharap, sudah di titik pasrah. Aku hanya berdoa di sisa usia ini akan lebih banyak kebahagiaan, rejeki yang tak putus serta kesehatan yang terjaga serta kebaikan untuk akhirat juga dunia.
Untuk Aku dari Aku, "Selamat ulang tahun ya..untuk aku yang pernah hancur, tapi selalu memilih untuk bertahan sejauh ini. Bertambahnya usia masih membuatku belajar mencintai bagian-bagian diriku yang dulu ingin kusembunyikan. Tahun ini aku tidak berjanji untuk menjadi sempurna. Hanya ingin lebih beruntung, bahagia,tenang, dan lebih damai".
Hari ini aku merayakan diriku yang rapuh dan sederhana. Semoga aku bisa terus menjadi rumah yang nyaman untuk diriku sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar