Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Jumat, 24 Mei 2019

Kontribusi Nyata Batiqa Hotel Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan


Terakhir belakangan ini kegiatan wisata tengah banyak di gandrungi, setiap orang memiliki ragam tujuan yang melatarbelakanginya untuk melakukan sebuah perjalanan wisata, misalnya untuk menikmati lingkungan, seperti pemandangan alam, atraksi budaya, arsitektur, makanan dan minuman, dan lain sebagainya dengan suasana berbeda di kesehariannya.

Terlebih ketika teknologi telah memegang perannya, informasi wisata yang menarik dan bisa saja jarang diketahui, semakin banyak terpublikasi melalui media sosial para wisatawan dan tentu saja hal ini semakin banyak menarik minat banyak orang berbondong-bondong bisa mencapai lokasi yang di idamkannya.

Tapi, sayangnya tidak semua pelaku wisata ini memiliki rasa tanggung jawab di lingkungan yang di singgahi. Ketika berkunjung ke suatu tempat wisata, Saya sendiri sering kali  menyaksikan sampah yang bertumpuk merusak keindahan panorama alam, vandalisme seperti coretan tak bermakna, merusak tanaman di sekitar kawasan dan masih banyak yang cukup membuat miris.


Untuk mengatasi kerusakan lingkungan, oleh sebab itu memerlukan kontribusi seluruh pihak yang dilakukan secara berkesinambungan, sistematis, dan masif. Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Batiqa Hotels berkomitmen dalam gerakan konservasi alam Indonesia.

Pada sesi talkshow yang berlangsung di Hotel Batiqa Karawang pada 16 Mei 2019, Amir Tjahaja selaku Wakil Presiden Direktur Batiqa Hotels mengatakan, "komitmen perusahaan untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan ekosistem Indonesia diwujudkan melalui gerakan #OneEarthMovement. Bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih peduli dengan kelestarian alam Indonesia dan mengedukasi masyarakat atas isu conscious hospitality yang merupakan konsep layanan dalam mengaplikasikan keramahtamahan dengan penuh kesadaran, bertujuan, dan pertimbangan yang bijaksana sebagai salah satu upaya melestarikan lingkungan."

Batiqa Hotels menerapkan cara mengurangi kerusakan lingkungan dengan meminimalisasi penggunaan plastik di lingkungan hotel. Secara bertahap pun telah mengganti packaging hotel yang berbahan dasar plastik menjadi ecoplas yang terbuat dari singkong. Amir Tjahaja menerangkan ecoplas lebih cepat terurai setidaknys hal ini akan membantu dalam meminimalisasi jumlah limbah plastik yang beredar baik di daratan maupun di lautan. Limbah plastik sudah sangat memprihatinkan, setidknya ada sekitar 5 – 13 juta ton limbah plastik terbawa ke lautan dan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.


Upaya konservasi alam membutuhkan kolaborasi dari banyak pihak tak terkecuali peran serta masyarakat luas. Melalui gerakan #OneEarthMovement , Batiqa Hotels mengajak tamu hotel dan masyarakat luas untuk dapat terlibat dalam gerakan ini melalui berbagai cara :

- Ketika tamu melakukan reservasi kamar Batiqa Hotel secara walk in, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 10.000 per transaksi.
- Jika reservasi website Batiqa, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 5.000. - Selain itu dalam setiap pembelian aminities Ecoplast Batiqa Hotel, sudah turut berdonasi sebesar Rp 15.000 juga.

Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan pelestarian lingkungan, misalnya konvervasi penyu di Pulau Rote dan Pulau Kakaban, suatu aksi nyata yang dilakukan Batiqa Hotels bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara.
Dengan melindungi habitat penyu di dalam dan diluar kawasan konservasi, meningkatkan upaya sosialisasi,  mengurangi kematian penyu akibat aktifitas perikanan, mengembangkan ekowisata berbasis konservasi dan mengembangkan sistem informasi penyu nasional.

Budi Santosa, Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara menerangkan bahwa di Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa, ada enam spesies penyu dunia di Pulau Rote dan Pulau Kakaban. Oleh karena itu diperlukan upaya konservasi untuk menjaga kelangsungan hidup penyu laut. Dan sebab itu, konservasi lingkungan harus saling bersinergi termasuk pihak swasta melalui pendekatan sosial dan ekomomi harus dibangun secara komperhensif.


Masyarakat perlu menyadari bahayanya jika tidak melestarikan lingkungan bagi kehidupan di masa mendatang. Annisa Malati seorang Travel Influencer berbagi pendapatnya akan keindahan di beberapa wilayah di Indonesia mulai berkurang pesonanya lantaran masih saja ada segelintir orang yang tak bisa menghargai alam disekitarnya.

Dari pengalamannya berkeliling Indonesia, Annisa begitu terpikat dengan Morotai. Kawasan di Maluku Utara yang memiliki semenanjung pantai cantik dan pulau kecil disekitarnya dengan hamparan pasir putih tanpa sampah dan  air yang sangat jernih, disana masyarakat cukup bertanggung jawab menjaga kampung halaman secara bersama-sama.

Potensi wisata di Indonesia memang sangat besar, dan yang tak lepas dari itu adalah industri hotel sebagai salah satu hal terpenting dalam dunia pariwisata. Tidak dipungkiri bahwa setiap wisatawan pasti menginginkan akomodasi yang nyaman dan mudah dijangkau.

Menurut Matthew Lim, Operational Director BHM Hospitality "Industri perhotelan cukup berperan dalan meningkatkan sektor pariwisata. Baik sebagai sarana menginap yang nyaman maupun promosi destinasi wisata. Dan Batiqa Hotels menempatkan posisi ke berbagai wilayah yang tak hanya menyasar wisata unggulan tapi juga berbagai daerah lainnyam Dan berharap semakin banyak tercipta Bali baru."

Bermalam di Batiqa Hotel Karawang


Karawang dikenal sebagai kota industri dengan banyak perusahaan multinasional yang berdiri di sana. Pengembangan kawasan industri tidak hanya membangun hunian yang ditujukan bagi pekerja, untuk menunjang bisnis dan meeting atau kerja sama dengan para tamu, perhotelan pun cukup berpotensi berada di tengah kawasan industri.

Batiqa Hotel dan Apartemen  Karawang berada di dalam Kawasan Industri Suryacipta dengan lokasi yang cukup strategis dan mudah diakses dari jalan tol Jakarta-Cikampek. Berlokasi di Karawang Timur merupakan hotel Batiqa pertama dari 7 hotel batiqa lainnya (Surabaya, Pekan Baru, Palembang, Lampung, Jababeka dan Cirebon).


Hotel berbintang 3 ini terbilang nyaman karena suasananya yang cukup friendly, staff ramah dan fasilitas terbilang lengakap. Di lantai dasarnya, ada meja resepsionis yang di disisinya itu ada buah tangan khas Karawang yang bisa dibeli lho. Tak jauh dari situ ada meja billiard yang bisa dimainkan oleh para tamu. Lobi utama tersambung dengan area restaurant dan bagi yang ingin berenang juga tesedia kolam renang selain itu ada juga alat gym dan ruang spa untuk rileksasi.

Saya menempati kamar di lantai 3, untuk ukuran standard ruangnya terbilang luas dengan 2 bed single bed, TV LED dengan channel lengkap (dan ini aktif semua), meja dan kursi kerja, ketel untuk masak air, kulkas serta yang tak kalah penting wi fi nya kenceng banget.


Beralih ke kamar mandi dengan toilitters yang lengkap, shower, handuk bersih, dengan cermin dan westafel.

Selama ramadhan ini, Batiqa Hotel Karawang menyediakan menu berbuka dan sahur, tapi tak perlu khawatir bagi yang tidak berpuasa juga tetap disediakan breakfast.

Batiqa Hotel Karawang juga berorientasi pada basis kelestarian lingkungan, misalnya saja di satu sudut kawasan area PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dimana Batiqa hotel menjadi bagiannya membuat sebuah fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta Karawang, Jawa Barat. Yakni sebuah sanitasi air limbahm

Poses pengolahan air limbah oleh WWTP Organica Suryacipta menggunakan akar tanaman yang berfungsi sebagai tempat berkembangbiaknya mikro organisme yang akan menguraikan air limbah. Untuk  gedung operasionalnya juga menerapkan prinsip green dengan menggunakan green electricity yaitu memanfaatkan energi matahari berupa solar panel yang diparalelkan dengan listrik yang dipasok oleh PLN.


Menjalankan bisnis tidak hanya berorientasi pada profit tapi juga harus memperhatikan tempat perusahaan tersebut beroperasi, lingkungan dan kontribusinya dalam proses menjaga kelestarian alam.

12 komentar:

unggulcenter mengatakan...

bener banget, kontribusi nyata nih! Langsung eksekusi. Nginep pun otomatis donasi!

Syaiful BS mengatakan...

Wah keren yaa kak salah satu progamnya. Kita bisa langsung berkontribusi nyata bersama Batiqa Hotel. Btw, hotelnya juga kece yah kak

mude mengatakan...

Program Batiqa Hotel ini keren banget, sangat memperhatikan issue lingkungan sekitar, sampah plastik memang udah jadi maslah global.
Dengan nginep disini otomatis kita berdonasi untuk mendukung program perawatan lingkungan yaa.

Ristin mengatakan...

Klo aja semua hotel punya program pelestarian alam seperti ini, pasti nanti akan menular jg di tempat yg lain. Semoga aja kegiatan positif ini makin berkembang :)

Titis Ayuningsih mengatakan...

Limbah plastik emang berbahaya sih untuk kelangsungan masa depan. Wah asik, nginep sekalian beramal. Misi sosial yang patut diapresiasi.

Cilya mengatakan...

Aku pertama kali tahu Hotel Batiqa itu ya pas traveling dan liburan ke Cirebon. Memang bagus hotel nya. Apalagi sekarang hotel Batiqa berkontribusi terhadap lingkungan. Makin keren saja

Putu Sukartini mengatakan...

Keren banget sih ini hotel
Udahlah fasilitasnya lengkap, kamarnya nyaman, peduli lingkungan pula
Maulah aku nginep di sini juga

Taumy Alif Firman mengatakan...

Iya. Bener. Plastik harus dikurangi mulai dari kita. Batiqa saja peduli, apalagi kita

Liswanti Pertiwi (PenaLiswanti) mengatakan...

Mantep banget ini hotel berkontribusi untuk kelestarian lingkungan. Mantep ya. Semoga selalu sukses hotelnya.

fenni bungsu mengatakan...

Nah, bila semua seperti yang dilakukan oleh batiqa baik itu hotel resto cafe atau masyarakat juga,maka bijak berplastik akan sukses dijalankan

April Hamsa | Author keluargahamsa.com mengatakan...

Paling suka kalau ada corporat yang mikirin kondisi alam dan lingkungan dengan program2nya yang kyk gini.
Semoga sukses buat Batiqa. Kalau ke Karawang jd pengen nginep sana :D

Maria Soraya mengatakan...

Saluut dengan Batiqa Hotel yg punya tindakan nyata terhadap lingkungan sekitar dengan program donasi. Jadi pengin nginep juga di hotelnya hihii.