Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Sabtu, 09 Maret 2019

Eksplorasi Wisata Eksotik Tana Toraja dan Makassar

Tak terasa di tahun 2019 ini sudah memasuki bulan ketiga, rasanya cepat sekali waktu berlalu. Jika dijabarkan resolusi yang ingin dicapai masih cukup panjang data list-nya. Pun demikian mengenai destinasi impian untuk dikunjungi. Dari rentetan berbagai wilayah menarik di Nusantara, salah satu yang menjadi daya pikat adalah Tana Toraja di Sulawesi Selatan.

Rumsh Adat Khas Toraja (Doc. Makassarterkini)
Tana Toraja yang memiliki arti tanah para raja terletak di kabupaten sebelah utara kota Makassar kurang lebih berjarak 313,8 km . Jika perjalanan menggunakan maskapai penerbangan umumnya landing di Bandara Sultan Hassanudin dan kemudian dilanjutkan perjalanan via jalur darat menggunakan bus dari Makassar ke Toraja yang memakan waktu sekitar 6 – 8 jam.

Keistimewaan dari Tana Toraja adalah masih memegang teguh adat istiadat setempat, kekayaan budaya yang mereka miliki masih bertahan di tengah arus perubahan zaman yang terus berkembang. Di samping itu panorama keindahan alamnya pun masih sangat terjaga.

Setidaknya, ada beberapa tempat yang tak boleh terlewatkan ketika ke Tana Toraja, sebagaimana rekomendasi dari  teman yang sudah pernah menjejak ke sana :

1. Desa Kete Kesu

Berlokasi sekitar 4 KM dari Ratenpao - kawasan Toraja utara. Bisa dikatakan ini merupakan desa wisata yang indah dan unik. Terletak pada kawasan perbukitan dan persawahan sehingga mampu menyuguhkan pemandangan yang sangat menakjubkan, memanjakan mata dan sangat asri. Terbayang sudah segarnyanya udara yang dihirup masih bersih dan alami.

Desa Kete Kesu ini memiliki sebuah kompleks rumah adat Tana Toraja yang dikenal dengan Tongkonan. Nah, Tongkonan ini sering dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan mayat sementara sebelum dikebumikan oleh warga setempat. Di bagian atas tebing Desa Kete Kesu ada kuburan batu yang mirip dengan perahu. Kabarnya pada kuburan inilah terdapat tulang belulang dan tengkorak manusia yang sudah meninggal pada zaman dahulu. Di sekitarnya biasanya terdapat beberapa sajen  di sisi tebing, yang diyakini sebagai makanan untuk orang yang telah meninggal.

Desa Kete Kesu (Doc: Keepo.me)
2. Gua Batu Londa

Merupakan sebuah kompleks kuburan yang berada pada sebuah tebing batu besar yang dikelilingi oleh pegunungan sehingga menawarkan suasana yang segar dan sejuk ketika berada di sini. Ada sensasi berbeda saat memasuki Londa, sebab bagi masyarakat Toraja tempat ini dikeramatkan, namun siapa saja boleh masuk asal tetap menjaga tata krama disana.

Makam Londa telah berumur lebih dari 550 tahun dan sudah 25 generasi masyarakat Toraja dikuburkan disini. Terdapat banyak gua serta lubang pada tebing yang sengaja dipahat untuk menempatkan peti mati berisi mayat. Pasalnya, tidak sembarang jenazah boleh diletakkan di sini. Penempatan harus disesuaikan berdasarkan garis keluarga.


Gua Batu Londa


3. Makam Batu LEMO

Sama seperti Londa yakni sebuah komplek pemakaman bagi masyarakat Toraja yang telah wafat. Bedanya, jika di Londa pengunjung diperkenankan untuk masuk gua dan bisa melihat langsung peti mati dan tengkoraknya kalau di Lemo hanya bisa melihat dari kejauhan kerangka-kerangka itu yang disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam.

Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di waktu-waktu tertentu, pakaian dari mayat-mayat akan diganti  melalui upacara Ma Nene. Di balut dengan pakaian baru yang lebih rapi, mayat-mayat itu dituntun pelan oleh beberapa orang, berjalan beriringan, diarak, dan disaksikan oleh warga sekampung yang ramai di tepi jalan.

Tradisi Ma Nene juga menjadi momen bagi seluruh keluarga yang masih hidup untuk berkumpul. Anggota keluarga yang merantau ke tempat-tempat yang jauh pun akan sebisa mungkin berusaha pulang demi menghadiri upacara sakral itu sekaligus untuk melepas kerinduan pada kampung halaman.


Makam Batu Lemo (Doc : Tripadvisor)

4. Wisata Kompleks Megalit Bori Kalimbuang

Sebuah tempat yang unik dimana para sebuah lahan yang cukup luas terdapat banyak sekali situs kuno yang dijuluki Bori Kalimbuang yang memiliki arti kuburan batu serta Rante yang artinya lapangan rumput luas yang dijadikan sebagai tempat pelaksanaan pemakaman.

Tempat ini terdapat banyak batu menhir (batu berdiri) yang sengaja didirikan sebagai bukti menghormati para tetua adat atau pun keluarga bangsawan yang telah meninggal ratusan tahun silam. Proses pembentukan Batu menhir itu harus melalui sebuah ritual panjang.

Situs Megalith ini adalah salah satu dari sembilan yang ditetapkan sebagai objek wisata sebagai warisan dunia UNESCO budaya di Toraja Utara.


Megalit Bori Kalimbuang (Doc : Tempo)
5. Wisata pango-pango

Merupakan sebuah agro wisata di Tana Toraja. Menyajikan keindahan alam yang indah dengan panorama mengagumkan, disamping itu suasana dan udara disekitarnya pun terasa sejuk. Karena lokasinya yang berada di atas perbukitan, tempat ini kerap kali dinamai negeri di atas awan.

Penggambaran keindahan pemandangan Pango-pango ini sudah terekam dalam salah satu scane di Film Filosofi Kopi 2. Ketika memasuki kawasan pango-pango hamparan pepohonan dan belukar membentang memberi suasana asri. Keindahan pemandangan kota makale pun bisa terlihat dari puncak perbukitannya.
Bukit Ppongo-Pongo (Doc: WisataDestinasi)
Setelah mengelilingi Tana Toraja, saatnya kembali ke kota asal. Akan tetapi rasanya cukup disayangkan jika tidak mengeksplore Makassar sekalian, sebab ada berbagai tempat yang cukup ikonik juga di kota berjuluk Angin Mamiri ini. diambil dari lagu daerah asalnya, sebagaimana suasana Kota Makassar yang identik dengan pantai serta angin lembut berhembus semilir dari laut setiap siang dan sore hari. Memiliki iklim tropis yang hangat dengan suhu antara 24-45 derajat celcius. Disamping itu banyak kuliner lezat yang sayang jika dilewatkan.

Untuk singgah dan bermalam rasanya tidak sulit menemukan penginapan, berbekal pengalaman memilih properti di RedDoorz tidak mengecewakan sebab servicenya terbilang bagus dimana linen bersih, kamar mandi bersih, perlengkapan mandi lengkap, televisi, air mineral dan WI-FI gratis. Dan untuk di Makassar, ReDoorz juga sudah tersedia. Proses booking mudah sebab bisa diakses lewat website, maupun aplikasi yang bisa di unduh di playstore. Pemesanannya pun sangat praktis sebab sudah terintergrasi dengan berbagai perbankan nasional.
Service RedDoorz

Proses booking di RedDoorz :

1. Buka aplikasi atau website RedDoorz jangan lupa untuk mendaftarkan diri

2. Kemudian dalam pencarian, pilih kota tujuan (Dalam hal ini Saya pilih Kota Makassar).

3. Jangan sampai salah menginput waktu chekin dan chekout properti.

4. Setelahnya akan muncul berbagai properti pilihan yang tersedia
Aneka Pilihan Properti RedDoorz
5. Klik properti yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan akomodasi

6. Klik detail properti, biasanya akan di infokan peta atau rute properti, waktu serta kebijakan jam chek in dan chek out. Setelah dirasa sudah pas langsung klik pesan sekarang.

7. Cek lagi detail biaya biasanya sudah. Terangkum jelas biaya properti satu kamar serta sudah include pajak kemudian klik tab biaya sekarang

8. Pilih jumlah pembayaran ada beberapa opsi mulai dari transfer bank, kartu kredit serta beberapa minimarket
Pilihan Pembayaran RedDoorz
9. Setelah di pilih akan keluar instruksi pembayaran. Misalnya memilih by transfer maka di tab utama akan di infokan virtual acount untuk pembayaran. Akan di infokan pula nomor refrensi bookingan serta batas waktu pembayaran kurang lebih 60 menit. (Biasanya info akan ter link by email di akun terdaftar)

10. Nah, asyiknya lagi setelah semua proses dan sudah chek out nanti, user akan menerima rewards tertentu dalam bentuk redCash. Kan lumayan untuk pemesanan berikutnya mendapat potongan biaya by redCash.

Mengingat Makassar adalah salah satu kota besar yang ada di pulau sulawesi serta sekaligus menjadi ibu kota dari provinsi sulawesi selatan hingga tak heran cukup banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Dan yang tak boleh terlewat dari Kota ini untuk dikunjungi adalah :

- Pantai Losari
Pantai Losari (Doc: SatriaKreatifMakassar)
Sebagai landmark kota Makassar, Pantai Losari wajib untuk di kunjungi. Pantai cantik ini membentang di sepanjang barat kota Makassar sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan apapun. Begitu memasuki kawasan pantai, pengunjung akan disajikan dengan taman yang luas. Setiap sudut pantai ini di tata dengan apik dan sangat fotogenik. Banyak kegiatan yang bisa  dilakukan ditempat ini mulai dari jalan santai, hunting foto, naik perahu karet sampai Kapal Phinisi.

- Masjid Terapung

Masjid AL-Fatih Al Anshar (DocL Hallo Muslim)
Nama asli masjid ini adalah Masjid Al-Fatih Al-Anshar. Lokasinya berada di Jl. Batua Raya Kota Makassar atau sekitar 14,5 km dari bandara. Masjid ini berada di dekat Pantai Losari. Desainnya sangat unik apalagi strukturnya karena bangunan ini berdiri di atas laut. Itulah kenapa masjid ini disebut masjid terapung. Pengunjung bisa datang kesini kapan saja, tapi jika datang pas menjelang maghrib, maka akan mendapat moment mengagumkan dari sunset nan eksotis.

- Benteng Fort Rotterdam


Benteng Fort Rotterdam (Doc: RakyatMerdeka)
Benteng Ujung Pandang, begitulah nama benteng ketika masih dijadikan sebagai markas pasukan Kerajaan Gowa. Benteng yang dibangun  sekitar abad ke-15 oleh Raja Gowa ke-9 memiliki luas bangunan mencapai 3 hektar.

Benteng yang juga menjadi tempat pembuangan Pangeran Diponegoro ini berbentuk seperti penyu. Raja Gowa membangun dengan alasan Kerajaan Gowa dapat berjaya di laut.

- Menikmati Kuliner Pisang Epe dan Sarabba

Selain tempat yang unik dan ikonik, singgah ke Makassar maka tak boleh melewati untuk mencicipi Kuliner Pisang Epe dan Sarabba. Ketika masih panas, Pisang Epe cocok disantap dengan sarabba. Sarabba merupakan minuman hangat khas Makassar berbahan dasar gula merah, jahe, santan, susu, garam, merica, biji pala, dan kayu manis.  Ditenggarai juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina, melancarkan peredaran darah, mengatasi perut kembung, dan mengobati flu. Tak perlu mengocek biaya terlalu dalam sebab harganya sangat bersahabat.

- Bersantap Nikmat Pallu basa

Makanan berkuah yang menjadi makanan khas Makassar, pallu basa namanya. Jika dilihat sekilas, pallu basa memang hampir mirip dengan coto Makassar. Namun, bedanya adalah penggunaan santan kental dan kelapa parut sangrai di dalamnya, juga penambahan telur. Menggunakan daging sapi beserta jeroannya sebagai bahan baku (isiannya). Daging dan jeroan itu diolah dengan cara direbus lama di wadah tersendiri hingga empuk, kemudian dipotong kotak-kotak tampilan warna lebih kuning pekat dengan beberapa rempah. Cita rasa tajam yang khas dan bumbu yang beragam membuat siapapun akan ketagihan untuk terus mencicipinya.

Sulawesi selatan khususnya Toraja dan Makassar memiliki potensi mengesankan dari segi wisata. Keindahan alam, budaya dan keunikan topografi wilayahnya menjadi tempat tujuan menarik untuk dikunjungi.

28 komentar:

Anisa mengatakan...

Bagus banget ya rumahnya. Rumah adatnya

Avy Chujnijah mengatakan...

makasar ini dari tahun ke tahun menjadi destinasi impian
tapi belum sempat aja kesini

Anisa mengatakan...

Wah bagus banget nih tempatnya. Terima kasih kak informasinya

Tian Lustiana mengatakan...

Pallu basa, duh saya jadi ngiler. Belum pernah nyobain sih tapi jadi pengen , kebayang daging dan jeroannya enak

Kang Didno mengatakan...

kapan kita jalan-jalan bareng lagi ya sit?

Samleinad mengatakan...

Saya baru 1x ke toraja, tahun 2013. Dan waktu itu malah sempat lihat upacara pemakaman di sana

Okti Li mengatakan...

Belum pernah ke Toraja dan membaca artikel ini bikin saya ingin ke sana. Pemandangan, tradisi, dan seni budaya serta kulinernya sangat menggoda. Apalagi kalau soal transportasi dan akomodasi sudah semakin mudah, perjalanan bisa semakin lancar...

Suga Tangguh mengatakan...

Selalu jd pilihan bermalam di RedDoorz, harga terjanhkau.

Akarui Cha mengatakan...

Siapa sih yang nggak kepengen berkunjung ke Tana Toraja dan Makassar. Selain indah dan sarat adat budaya. Duhh saya juga mau. Apalagi kalo ditambah kesempatan menginap di Reddoorz.

Gita Siwi mengatakan...

Bikin penasaran gua batu Londa ya. Btw kita boleh nggak ya naik ke bukit itu biar liat lebih dekat.

Andiyani Achmad mengatakan...

belum pernah aku ke Tana Toraja mba, padahal pengen banget, tapi perjalanan daratnya lumayan jauh kah? Waktu ke Tanjung Bira aja lewat perjalanan darat aku udah keyok hahhaha

Unggul Sagena mengatakan...

Makassarnya udah.. tana toraja blum
. Cuma foto di losari yg adatulisan tana toraja hihi

fenni bungsu mengatakan...

Daku kalau melihat masjid terapung selalu takjub dan kagum, kalau misalnya dekat mau ziarah ke sana

cendekia channel1 mengatakan...

pensaran sama Benteng Fort Rotterdam, sarat makna sejarah

Elly Nurul mengatakan...

Subhanallah.. Indahnyaaa... banyak daerah di Indonesia yang sangat Indah dan saya ingin sekali menikmati keindahan seluruh alam di Indonesia.. semoga impian dan harapan saya bisa terwujud dalam waktu dekat.. aamiin

Sapa Dunia mengatakan...

Saya blm pernah ke Makassar, moga2 diringankan langkah amin

Anis Khoir mengatakan...

Tana Toraja memang menjadi salah satu destinasi paling diminati di Indonesia selain tempatnya indah adat istiadatnya juga menarik untuk dipelajari

Ida Tahmidah mengatakan...

Wah dsri zaman diceritain asyiknya Tanah Toraja oleh suami samoai sekarang blm kesampaian ke sana..skrg tiket keburu mahal lagi..huhu..

Monica Anggen mengatakan...

Lengkap banget tulisannya Mbak Siti, bisa jadi referensi kalau mau perjalanan ke Tana Toraja dan Makasar. Makasi sudah menuliskannya ya. Dulu saya ke Makasar nggak sampe nyambangi berbagai destinasi wisata. Cuma ngunjungi saudara yang sedang ada acara pernikahan saja lalu besoknya langsung pulang. Perlu diplanning lagi nih kapan-kapan biar agak lama di sana

Kania Safitri mengatakan...

Wah seru banget perjalanannya, sungguh aku jadi mau main kesana, thanks for sharing 😍

Jalan-Jalan KeNai mengatakan...

Menariknya Tana Toraja memang kebudayaannya masih kental di sana. Semoga selalu seperti itu

Wian mengatakan...

Wisata ke Toraja itu asik ya mba. Banyak hal/ tempat unik yang bisa kita kunjungi. Aku tertarik dengan rumahny

Ratna Amalia mengatakan...

Toraja eksotis ya?
Saya mupeng lihat foto Pongo-Pongo. Seperti apa rasanya berdiri di atas awan?

Marga Apsari mengatakan...

Pengen banget jalan-jalan ke Makassar. Ngeliat rumah adat dan masjid terapungnya itu :(

Icha mengatakan...

Yang paling pengen aku lihat kalau ke tama toraja ya ini... kebudayaannya adatnya menarik banget

METAMORPHOSIS mengatakan...

semoga ada rejekinya ke Tana Toraja

Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) mengatakan...

Red Doorz ada disana juga ya ternyata, karena aku pengen banget nih mbuat destinasi liburan ke toraja.

Reh Atemalem mengatakan...

Udah ke Toraja, tapi belum puassssss, mau balik lagii.