Memasuki bulan Agustus identik dengan perayaan hari kemerdekaan RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Hakikat dari hari kemeredekaan RI seharusnya menjadi hal penting bagi kita serta seluruh makhluk hidup di sekitarnya. Tetapi sayangnya, makna kemerdekaan belum sepenuhnya dapat dirasakan. Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi suatu yang merisaukan khususnya bagi alam, flora dan fauna. Dengan demikian ini menjadi sebuah peringatan bahwa kita masih harus terus berjuang untuk mengisi makna kemerdekaan bagi alam dan isinya.
Indonesia kaya akan sumber daya alam hayati dimana salah satunya memiliki ragam hutan yang begitu luas dan masuk dalam daftar paru-paru dunia. Tetapi tiap tahun keberadaanya kian memprihatinkan, luas hutan di Indonesia terus menyusut disebabkan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang bisa dikatakan hampir selalu terjadi di setiap musim panas, terutama ketika musim panas ekstrem akibat pengaruh El Nino. Namun di sisi lain ada juga faktor manusia tidak bertanggung jawab.
Pembukaan lahan perkebunan atau pertanian menjadi salah satu penyebab terbakarnya hutan dan lahan gambut yang di lakukan praktik tebang bakar yang dilakukan oleh masyarakat. Padahal lahan gambut yang terbakar bisa menyebabkan emisi karbon dan berakibat pada perubahan iklim global. Selain itu juga bisa menyebabkan penurunan kualitas dan air.





