Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Rabu, 21 Desember 2022

5 Media Sosial Yang Pernah Populer di Indonesia

Seiring berkembangnya teknologi, orang berkomunikasi tak hanya lewat sms atau telepon. Sejak boomingnya era media sosial, networking menjadi semakin luas bahkan kini menjadi wadah informasi, unjuk diri/keterampilan atau sebagai bentuk eksistensi.

Sumber gambar : Freepik

Media sosial menjadi sebuah media daring yang digunakan untuk berbagi dan berinteraksi dengan sesama penggunaannya. Sebelum era berjayanya media sosial kekinian seperti tiktok, instagram, twitter bahkan facebook pernah ada beberapa media sosial yang populer di Indonesia pada masanya. Berikut adalah 5 diantaranya :

1. Friendster

Media sosial yg cukup populer di masanya. Diluncurkan pada tahun 2002 dan memiliki banyak pengguna hingga tahun 2010. Karena keunikan fitur-fiturnya menjadi alasan friendster cukup digandrungi. 

Penggunanya bisa mengganti tampilan profil dengan berbagai desain. Bahkan di laman berandanya, setiap pengguna dapat dipersonalisasi sesuai selera, mulai dari mengganti template atau background utama hingga menambahkan alunan musik yang bisa dinikmati pengguna lain saat mengunjungi akun. Selain itu, para pengguna semakin dipermudah untuk bertukar pesan, berteman, dan berbagi pengalaman satu sama lain.

Masih inget banget, saat itu awal-awal masih kuliah saling bertukar akun friendster tak lagi trend, tergerus dan beralih dengan kehadiran facebook dan twitter yang akhirnya menggeser popularitas friendster sampai kemudian hilang dari peredaran.

2. Yahoo Messager

Sebelum dikuasai google, banyak pengguna email mengandalkan yahoo. Dan setiap pengguna yahoo email akan terhubung dengan Yahoo Messager atau disingkat YM merupakan platform pesan instan yang dapat menampilkan foto profil penggunanya.

Yahoo Messager juga memiliki sejumlah fitur yang mendukung chat serta emoticon yang lucu-lucu. Layanan pesan instan ini menjadi yang paling teratas di era 90-an akhir jelang memasuki tahun 2000an. Setelah 20 tahun mengudara, pada tahun 2018, Yahoo Messager pamit.

3. mIRC

Merupakan media berbincang secara daring yang beroperasi di sistem operasi Windows. Layanan berbincang ini diciptakan pada tahun 1995. Salah satunya karena mIRC menawarkan layanan chatting dengan orang tidak dikenal alias untuk cari teman baru. 

Sisi menariknya. Para pengguna mIRC apabila belum memiliki teman maka bisa bergabung ke sebuah channel dan biasanya sudah berisi anggota-anggota tetap, ditambah dengan moderator dan pemilik ruangan. 

4. Multiply 

Adalah sebuah situs jejaring sosial yang memungkinkan penggunaannya untuk berbagi tulisan sepertu nge-blog, foto, video, musik dan lainnya. Situs ini diluncurkan pada tahun 2003 dan di tahun 2013 Multiply menutup situsnya.

Multiply pernah membuat para blogger kecewa saat menutup layanan blog dan berpaling menjadi situs jual beli online namun hal itu pun tak berjalan sukses. Sempat populer, kini banyak penggunanya baik itu blogger perempuan maupun laki-laki beralih menulis blog lewat situs blogspot, wordpress ataupun situs media yang menyediakan kanal Citizen Journalism.

5. Path

Menjadi layanan jejaring sosial untuk dapat berbagi foto dan pesan. Rilis pada tahun 2010 dan berhenti update di tahun 2018. Media sosial yang identik dengan warna merah ini sifatnya lebih personal karena ada batas pertemanan.

Salah satu fitur path yang paling populer dan favorit adalah saat si penggunanya bisa memamerkan lokasi keberadaanya. Lokasi tersebut bisa saja tempat nongkrong, tempat wisata, hotel, atau lainnya.

Dengan jumlah pengguna aktif media sosial yang begitu banyaknya, maka kecakapan bermedia digital seperti mampu menggunakan dan mengelola media sosial secara baik sangat diperlukan. Kamu bisa banget menambah wawasan lewat webinar bermanfaat yang diisi oleh para Narasumber Literasi Digital yang kompeten. Kelasnya pun ada beragam pilihan.

Media sosial memang memberikan kebebasan bagi para penggunanya, tetapi bukan berarti bebas pula dalam bersikap maupun mempublish konten. Selalu lha menjujung sikap empati dan bijak saat bermedia sosial.

Tidak ada komentar: