Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Senin, 25 November 2019

Sanitasi Aman Pengaruhi Pola Hidup Sehat


Mewujudkan budaya pola hidup bersih dan sehat memang bukan perkara mudah, namun hal ini dapat dilakukan sejak dini melalui sanitasi yang bersih. Pengelolaan sanitasi yang bersih dan aman salah satunya jamban sehat dengan tangki septic tank, dan air minum bersih yang memenuhi aspek 4K yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.

Sanitasi yang buruk sangat berhubungan erat dengan penularan beragam penyakit seperti diare, Kolera,cacingan, tifus, polio hingga stunting. Tentu saja ini perlu menjadi perhatian banyak pihak, kendati masalah sanitasi masih sering dianggap ringan, hakikatnya pengelolaan sanitasi terkait air limbah domestik sangat penting karena melibatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam rangka Hari Toilet Sedunia yang diperingati setiap tanggal 19 November, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak menganggap remeh toilet atau kamar mandi. Bahkan, kebersihan toilet menjadi awal dari kesehatan keluarga bahkan lingkungan tempat yang di tinggali.

Talksow 'kapan sanitasi aman'
Hari Toilet Sedunia ini merupakan sebuah kampanye untuk memberikan motivasi dan menggerakan penduduk dunia mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan sanitasi. Bertepatan dengan Hari Toilet Sedunia tahun 2019 ini, USAID IUWASH PLUS dan PD PAL Jaya mengajak blogger dan vlogger dengan mengadakan sebuah kegiatan diskusi serta kunjungan sebagai bentuk upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang di kelola secara aman.

Menghadirkan beberapa narasumber yang akan berbagi mengenai pengelolaan sanitasi yang aman secara tepat. Adalah Dr Subekti SE.,MM, Dir Utama PD PAL JAYA  mengatakan "Sebagian masyarakat bahkan di beberapa kota besar ternyata masih ada yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan seperti langsung ke aliran sungai, bukan ke septic tank sebagaimana seharusnya."

Permasalahan sanitasi permukiman di Indonesia umumnya dapat terlihat dari masih rendahnya kualitas dan tingkat pelayanan sanitasi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dalam rangka memperbaiki kualitas sanitasi permukiman sekaligus mengejar ketertinggalan pembangunan di sektor sanitasi, Pemerintah Indonesia telah menyusun suatu Road Map atau Peta Jalan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman.

Adapun penerapan sanitasi aman mencakup penampungan air limbah domestik di tangki septi tang yang berstandar SNI,penyedotan atau tramsportasi lumpur tinja sampai ke unit pengolahan limbah (IPLT)yang berfungsi serta rutin mencuci tangan pakai sabun  sebagai bentuk memperbaiki tingkat kebersihan (Hygiene) di masyarakat.


Ika Fransisca, Advisor Bidang pemasaran dan perubahan perilaku USAID IUWASH PLUS menambahkan "Selain penyediaan fasilitas, perubahan perilaku masyarakat untuk hidup sehat merupakan elemen penting yang turut mempengaruhi peningkatan akses kebersihan untuk sanitasi aman."

Oleh sebab itu menerapkan pola hidup bersih dari kegiatan sehari-hari sangat penting. Dengan santasi yang tepat secara aman, tinja di keluarkan akan dikelola dengan baik karena ada banyak sekali bakteri.

Limbah dan kotoran buangan dari toilet tidak boleh langsung dibuang ke tempat pembuangan, karena kotorannya dapat menimbulkan wabah penyakit. Disinilah pentingnya membuat septik tank, hal ini bertujuan agar proses penghancuran kotoran lancar. Oleh sebab itu, bak harus dibuat rapat air. Kotoran-kotoran di dalam septic tank akan dimakan oleh bakteri-bakteri penghancur.

Untuk menjaga kehidupan bakteri ini bak septic tank harus cukup udara yang segar, untuk memperolehnya bak harus dihubungkan dengan udara luar dengan sebuah pipa hawa. Dan harus juga diperhatikan septic tank kerap mengalami tersumbat dan ini bisa menjadi masalah apabila tidak tahu bagaimana cara menjaganya. 

Dari bidang Kesehatan Lingkungan, puskesmas kec. Tebet hadir Zaidah Umami, menuturkan "Sanitasi aman mendukung kehidupan yang sehat. Ciptakan sanitasi aman bisa dimulai toilet yang paling perlu dijaga kebersihannya. Karena toilet rata-rata menyimpan 50.000 bakteri seperti E-Colli yang bisa menyebabkan diare. Karena itu setidaknya bersihkanlah toilet dua kali seminggu."


Kunjungan Lapangan 'Sanitari'

Penelusuran kami di bagi kedalam tiga team. Saya dan beberapa yang lain tergabung dalam kelompok 3 dimana kunjungan kali ini ke RT8/RW10 wilayah Tebet, untuk melihat langsung tempat tinggal yang sudah punya sanitasi bersih dan belum punya sanitasi bersih.

Salah satu rumah warga yang Kami temui adalah Pak Wahyono, seorang warga yang mulai menyadari betapa pentingnya sanitari aman dan bersih demi kesehatan. Selama ini begitu banyak masyarakat yang membuang kotoran ke kali padahal kurangnya keperdulian itu memunculkan bakteri ecolli yang cukup berbahaya.

Belajar dari kedisiplinan suatu wilayah di Pekalongan yang sudah membuat septic tank sekitar 250 unit dan berdampak kebermanfaatannya. Kemudian Pak Wahyono pun berinisiatif membuat membuat septic tank individu pada tahun 2019 dengan biaya sekitar 5 Juta rupiah dengan kedalaman kurang lebih 2 meter.


Kunjungan kedua Kami menjumpai Bapak Agus Sadi, Bapak Handy dan Bapak Kimin sebagai petugas penyedotan tinja dari PD PAL JAYA. Kali itu ada beberapa penjelasan yang diutarakan mengenai pelayanan jasa pengolahan limbah. Proses sedot septic tank itu berlangsung di rumah Ibu Surti. Sayangnya sebelumnya belum banyak informasi sehingga Ia harus mengeluarkan biaya lebih karena menghubungi pihak swasta.

Untuk diperhatikan, idelanya untuk sekali sedot wc itu 2 tahun. Jasa sedot wc PD PAL JAYA Jakarta biayanya kurang lebih 330 ribu rupiah sudah termasuk pajak. Dengan standar keamanan yang berlaku.

Kunjungan terakhir yakni dikenslkan dengan sistem septic tank komunal. Adalah Bapak Dodi yang menerangkan bahwa septic tank komunal ini memiliki daya tampungan tangki lebih besar dibandingkan tangki septik di rumah tangga atau individu. Tangki septik tank ini kerap dibuat menjadi paralel  dan menampung limbah yang lebih banyak, oleh karena itu pengelolaan limbahnya harus lebih baik. Jangan sampai bocor atau mencemari lingkungan. 

Ibu Wiwik salah satu warga yang menjadi penggerak di area Tebet tersebut dan mengajak beberapa keluarga turut berkontrobusi  dalam pengadaan septic tank komunal. Pihaknya bersyukur untuk terwujudnya IPAL komunal ini dibantu salah satu csr pihak swasta. Daerah padat penduduk yang masih jadi permasalahan adalah kurangnya lahan. 

Menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan setiap saat. Apalagi mengenai saluran pembuangan kotoran yang akan sangat berpengaruh bagi kesehatan masyarakatnya.

9 komentar:

rumi mengatakan...

Sanitasi emang penting banget untuk membangun pola hidup bersih dan sehat. Semoga masyarakat semakin sadar ya Mbak!

Dunia Dito mengatakan...

Benar banget nih, sanitasi penting utk jaga kesehatan lingkungan. Dengan sanitasi yang bagus, kesehatan masyarakatnya juga akan bagus.

Mugniar mengatakan...

Suka gak ngeh sama ini:
toilet rata-rata menyimpan 50.000 bakteri seperti E-Colli .. serem ya, makanya memang harus diperhatikan sanitasi toilet ya

kataresi mengatakan...

Wew klo toilet ga bersih itu ngaruh banget lho karena itu sarangnya bakteri dan bisa bkin penyakit nempel sm kita kan

Ratna Kirana mengatakan...

Sanitasi ini emang penting sih apalagi menyangkut kesehatan, dulu hunting kostan yg dicek toilet dulu haha

Intan Novriza Kamala Sari mengatakan...

Aih setuju. Syarat utama hidup sehat ya sanitasi harus bersih terlebih dahulu. Seneng ya Kak kalo makin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya pengelolaan sanitasi ini :))

Naqiyyah Syam mengatakan...

Senang deh kalau makin banyak orang pedulu dengan sanitasi. Kalau ke desa dan kampung maish banyak jamban yang enggak sesuai dengan kelayakkan. Sedih deh. Semoga dengan info ini makin banyak terkentuk pedulu sanitasi

Suzannita mengatakan...

Hidup yang sehat berawal dari sanitasi yang bagus ya semoga semakin banyak sanitasi yang bagus di kampung-kampung di Indonesia

Tika Samosir mengatakan...

Kaget banget kalau di jakarta masih ada yang belum memiliki sanitasi aman, sehat dan bersih ya. Padahal kan ini untuk kesehatan.