Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Kamis, 25 Januari 2018

Peran Penting Menumbuhkan Budaya Membaca

"Belajar membaca bagaikan menyalakan api, setiap suku kata yang di eja akan menjadi percik yang menerangi." [Victor Hugo.]
Membaca menjadi salah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan, biasanya akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri dalam menatap segala perkembangan. Sehingga akan lebih mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan serta tetap bisa bertahan dalam menghadapi gejolak zaman.
Namun, di era digital seperti saat ini, kegiatan membaca oleh sebagian orang bukanlah kegiatan yang asyik untuk dilakukan, bahkan menjadi sesuatu yang dianggap membosankan. Sebab pada zaman yang serba instan ini, segala sesuatunya bisa didapatkan secara mudah, tidak perlu lagi mencari tahu di tengah tumpukan buku yang tebal dimana setiap detailnya harus dibaca. Contohnya, bisa dilihat pada kalangan pelajar dalam mengerjakan tugas, dan mencari bahan atau jawabannya langsung dari internet. Karena hal instan inilah seakan budaya membaca perlahan-lahan mulai memudar.

Kurangnya minat baca dilandaskan karena tidak adanya keinginan dalam diri untuk membaca. Banyak sudah survei yang menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah didunia. Diperkirakan hanya sekitar 10% yang tergolong kelompok gemar membaca. Sebagian besar terkalahkan pada asumsi kesibukan, urusan pribadi dan gadget.

Padahal jika dikaji lebih mendalam, kecanduan dalam akses teknologi komunikasi dan elektronik itu bisa berkibat buruk  yang bisa menyebabkan rasa malas, kurang kreatif, asyik sendiri dan kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Sebaliknya, nilai-nilai positif tidak terbangun seperti solidaritas, toleransi dan tolong-menolong sebab lebih banyak terbuai dengan kesibukan sendiri sehingga hubungan sosial kurang terbangun. Hingga akhirnya malah memunculkan mental konsumtif dimana menerima segala informasi secara mudah tanpa perlu berpikir dan bertindak kreatif.

Dalam skala lebih luas, sampai kapanpun sebuah negara tidak akan maju apabila budaya baca masyarakatnya masih terbilang rendah. Hal ini bisa terlihat dari akar budaya negara-negara maju dimana ada keterkaitan warganya yang gemar membaca dengan kemajuan suatu bangsa. Semakin tinggi minat baca masyarakat maka semakin maju negara tersebut.

Perdaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat. Sumber berbagai ilmu pengetahuan tersebut di dapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan maka akan semakin tinggi peradabannya, muaranya akan memberi multi guna bagi proses kehidupan sosial yang dinamis.

Itulah sebab mengapa kebiasaan membaca begitu penting peranannya sebagaimana yang dikemukakan oleh mba Siti Fauzia. Semakin sering seseorang membaca maka semakin tajam kemampuannya untuk mengolah informasi, sehingga dapat berdampak signifikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebiasaan membaca sejak dini.

Terlepas dari berbagai manfaat dari membaca, seperti halnya yoga ataupun cara meditasi lainnya, membaca bisa menjadi metode luar biasa yang dapat membantu untuk menjaga pikiran tetap tenang dan melupakan segala sesuatu yang lain. Karena itulah sebagian pakar mengungkapkan jika membaca diyakini menjadi alternatif lain untuk rileksasi tak terkecuali ketika di serang kebosanan.

Dengan membiasakan aktifitas membaca dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi otak sebab juga mampu untuk meningkatkan keahlian kognitif serta meningkatkan perbendaharaan kosakata. Dan hal ini menjadi poin paling mendasar yang harus di tanamkan pada seorang penulis.

Memang bukan perkara mudah untuk membangkitkan minat membaca terlebih di era serba teknologi, ada baiknya kebiasaan membaca ditanamkan oleh orangtua pada anak sedini mungkin. Apalagi bagi anak-anak yang menginjak usia kecil hingga remaja. Karena pada saat itulah merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan membaca. Apabila telah ditanamkan dan dibiasakan dari masa anak kemungkinan besar akan membentuk karakter pribadinya dengan memiliki minat membaca yang tinggi.

14 komentar:

Ade Delina Putri mengatakan...

Sekarang memang kebanyakan orang akses bacaan lewat gadget. Sebenernya ga salah. Cuma kalo saya pribadi tetap lebih asyik pegang buku fisik hihi

Anisa mengatakan...

Betul nih, aku juga nerapain gemar membaca pada anak-anak dari kecil. Soalnya aku juga suka buku ^^

Esti Sulistyawan mengatakan...

Kebiasaan membaca itu emang enting banget, meskipun membaca dari gadget juga :)

Sonya Tampubolon mengatakan...

ahhh cinta banget sama tulisan ini! please please please, terus tumbuhkan budaya membaca buku. aku juga sempet berasa bangga bgt krn anakku yg pertama pernah dapet kado sebagai anak yang paling rajin pinjam buku di perpustakaan sekolah pas TK dulu. seneeeng bgt rasanya bisa 'nularin' hobi ini ke bocah sejak dia mulai baru bisa baca

bunavita mengatakan...

emang bener sih kalau dibilang karena kebiasaan. aku dulu juga dibiasakan orangtua kenal buku dan majalah jadi seneng baca. sekarang ke anak-anak juga gitu. apalagi dengan gempuran gadget, harus banget nih ngasih banyak buku biar anak juga keinget hihihi

Melysa Luthiasari mengatakan...

Membaca memang hobby ku dari dulu, sampe koleksi novel2 banyak. Sekarang malah lebih sering baca2 artikle via gadget atau informasi penting lainnya. Yuk kita budayakan membaca juga untuk anak2 kita.

Echi Mustika mengatakan...

Benar perubahan jaman juga merubah pemikiran orang, dulu aku suka sekali membaca hingga 1 novel akan habis dlm 4 hari tapi sekarang... 1 bulan belum tentu

Lina Astuti mengatakan...

Sebetulnya mereka yang kecanduan gedget juga sedang membaca, membaca situasi di medsos. Hehe.

Hanni Handayani mengatakan...

setuju, kadang sudah dewasa saja ga membaca detail lebih baik. ingat kasus casing xiaomi di lazada? itu juga salah karena tidak membaca detail

Helenamantra mengatakan...

Setuju! penting banget membaca buku. Meski udah ada e-book aku tetap lebih nyaman baca buku fisik. Ga capek di mata.

Hellofika mengatakan...

Dulu waktu masih single, budgetku sebulan 300-500 ribu untuk beli buku.. kebanyakan emang novel fantasy sih.. mayan emang itu harganya semacam eragon, bartimaeus dll. Berhubung setelah menikah panci itu lebih penting Dr buku hahahaha.. jd sekarang ya bacanya ebook aja dulu

Natara mengatakan...

Setujuuu... Walau udah ada mbah google tapi untuk hal hal tertentu aku sih lebih milih buku...

Agoes Supriyono mengatakan...

Sebenarnya saya sebagai orang tua juga sudah mencoba menerapkan dengan sering berkunjung ke perpustakaan daerah meminjam buku untuk anak, tapi kalah dengan youtube, gimana itu m

deddyhuang.com mengatakan...

aku juga kudu rajin nih buat baca :D