Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Senin, 15 Januari 2018

Gerakan Tanam 10.000 Pohon Mangrove

Kerusakan lingkungan terakhir belakangan ini sungguh memprihatinkan. Penyebabnya tak terlepas karena faktor dari alam itu sendiri tetapi juga tidak sedikit bermula dari tindak laku manusia. Sebagaimana yang terjadi di beberapa wilayah ketika musim penghujan tiba, banjir besar tak pernah absen menggenangi. Bahkan untuk area pemukiman yang berada disekitar pesisir pantai sering sekali luapan air merambah naik ke daratan akibat dari pengikisan resapan air tanah dampak dari terjadinya abrasi.

Turunnya permukaan tanah mengakibatkan daratan menjadi lebih rendah dari lautan dan hal ini meningkatkan resiko terjadinya banjir akibat meluapnya air laut ke daratan. Berdirinya bangunan yang tegak lurus di sekitar pantai secara berlebihan juga menjadi faktor penyebab mempercepat terjadinya abrasi.

Setiap saat pantai terancam abrasi akibat arus dan gelombang laut yang selalu bergerak. Disini kian di sadari bahwa keberadaan hutan mangrove dan hutan pantai sangat dibutuhkan untuk menahan gelombang laut dan meluapnya air laut kearah darat. Sumber daya Hutan Mangrove memiliki andil besar sebagai penyeimbang ekosistem serta penyedia berbagai kebutuhan hidup bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. 
Konservasi Mangrove Kawasan PIK (Doc.pri)
Berlandas pada hal ini, Koalisi Lestari Hutanku (KLH) bersama Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggerakan puluhan siswa dari beberapa sekolah untuk turut serta bergerak dalam partisipasi penanaman Mangrove. Menggandeng aktor muda yang tengah di gandrungi saat ini, Jefri Nichol yang di daulat sebagai Duta Sahabat Anak Peduli Lingkungan. 

Dalam pelaksanaannya, pada Minggu, 14 Januari 2018 bertempat di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Menjadi perwakilan suatu program penanaman Mangrove serempak sebanyak 10.000 pohon bakau di sepuluh kota Tanah Air sebagai bagian dari aksi tanam 25 pohon selama hidup. Dihadiri para tokoh lingkungan, hadir pula siswa-siswi SD Negeri Kenari 5 dan 7 Jakarta Pusat serta puluhan fans club dari Jefri Nichole. Disana mereka akan ikut menanam mangrove bersama.

Penanaman pohon mangrove tersebut diapresiasi oleh Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Bapak Hilman Nugroho mewakili Ibu Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berterima kasih kepada Koalisi Lestari Hutanku atas inisiatif gerakan menyelamatkan hutan mangrove yang sudah ditemui beberapa kerusakan untuk segera diperbaiki.
Dihadiri Miss Earth Indonesia 2017 (Doc.Lestarihutanku)
Acara ini juga dihadiri oleh Miss Earth Indonesia 2017, Michelle Victoria Alriani. Ia memaparkan tentang pentingnya upaya pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistemnya.

"Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitarnya, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang dilakukan akan membawa manfaat sangat besar bagi terwujudnya bumi yang layak huni."

Tak jauh berbeda, Jefri Nichol sebagai seorang public figure yang cukup perduli terhadap isu lingkungan hidup mengungkapkan harapan besar terhadap berbagai konservasi alam akan membawa perbaikan ke depannya demi terwujudnya kelestarian sumber kekayaan hayati yang akan menjadi warisan untuk generasi mendatang.

Kak Seto Mulyadi selaku Ketua Koalisi Hutanku mengajak kaum muda-mudinya turut serta berpartisipasi untuk lebih perduli pada lingkungan, dengan tidak merusaknya serta menjaga kelestariannya yang dimulai dari diri sendiri.

Aksi penanaman pohon mangrove dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Sebanyak kurang lebih 3.500 siswa SD sampai mahasiswa berusia 6 hingga 21 tahun mengikuti kegiatan ini. 

Semangat anak-anak menanam Mangrove (Doc.Pri)
Gerakan tanam 10.000 pohon mangrove atau yang dikenal bakau ini dimulai di Pantai Indah Kapuk, Jakarta yang berpusat di dua tempat yakni Taman Wisata Alam Angke dan Elang laut. Kota lainnya yang juga bergerak dalam program ini selanjutnya di Lateebung Kelurahan Bira  Kecamatan Lanrea - Makassar (Sulawesi Selatan), Gampang Ruko Kecamatan Syah Kuala - Banda Aceh (Aceh), Desa Purworejo kecamaat Pasir Sakti - Lampung, Klayang Gunung Jati - Cirebon (Jawa Barat),Pantai Konservasi Penyu Kota Pariaman - Padang (Sumatra Barat), Mangrove center - Surabaya (Jawa Timur), Desa Percut Kabupaten Deli Serdang -Medan (Sumatra Utara), dan Kawasan Konservasi Baros - Yogyakarta (DIY).

6 komentar:

Wichan mengatakan...

Wacana doang nih aku mau ke sana. Hahahha. Mangrove itu buatku keren banget, tumbuhan yang penuh seni, soalnya akar dan batang ke mana2. HahahaHahaha

Mpo Ratne mengatakan...

Jakarta gak bakalan banjir akibat rop. Kecintaan bumi kecintaan lingkungan tanggung jawab kita

miss dapur mengatakan...

Mangrove bikin pemandangan indah dan hasil tak hanya menghasilkan hutan sehingga hak banjir tapi juga keranjinan tangan

Febrianty Rachma mengatakan...

Nah iya bener banget ya. Setuju dengan aksi penanaman mangrove ini. Bisa mencegah banjir dan pastinya melindungi bumi juga untuk masa depan. Ahh seandainya setiap orang memiliki kesadaran untuk tetap mencintai dan melestarikan bumi sesuai dengan kemampuannya masing2 pasti akan lebih lestari ya. Btw aku pun baru tahu lho kalo kak seto mulyadi itu selain pecinta anak juga ketua koalisi hutanku xixi.

Anis Khoir mengatakan...

Di daerah saya di Tuban yang merupakan pesisir juga ada mangrove center yg jadi pusat edukasi dan pengembangan mangrove

Chacha Dwi mengatakan...

Saya baru tahu di Jogja juga ada kawasan mangrove setelah baca postingan ini, padahal sudah tinggal 10 tahun di Jogja hehe :D

Acaranya seru banget keliatannya. Untuk daerah2 lain belum ada info tanggal berapa akan diadakan ya mbak?