Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Minggu, 29 Januari 2017

Yogyakarta Kota Keraton

Perjalanan Yogyakarta yang Saya tuliskan kali ini adalah lanjutan perjalanan backpacker setelah Lombok dan Bali. Sebenarnya keberadaan Kami di sana hanya singgah, tidak lebih dari 20 jam hanya sekedar untuk menanti jadwal kepulangan kereta ke Jakarta.

Kami tiba di Stasiun Lempuyangan, hari telah beranjak malam namun jadwal kereta baru besok siangnya. Waktu singkat di Yogya tersebut pun tak kami siakan hanya dengan stay di kamar penginapan, justru Kami memanfaatkan waktu terbatas tersebut dengan mengunjungi beberapa tempat. 
Taman Sari (Doc.Pri)
Menggunakan Trans Yogya, tujuan kami adalah Taman Sari, sebuah tempat yang dahulunya di pergunakan sebagai taman pemandian bagi putri-putri Keraton serta para selir. Di dalamnya terdapat kolam yang cukup luas dipisahkan sebuah jembatan yang dihiasi berbagai pot-pot tanaman. Bangunan di taman sari ini masih mempertahankan keunikan arsitektur terdahulu yang kental sekali dengan unsur keraton Jawa.

Dibagian belakang luar bangunan berbatasan dengan pasar dan terdapat halaman yang cukup luas dengan beberapa anak tangga berundak-undak. Oh,iya..Kami juga tidak lupa untuk mengunjungi Masjid Bawah Tanah yang cukup menjadi primadona di Taman Sari. Lokasinya cukup terpencil dan membuat kami berputar-putar hampir mengelilingi seluruh taman sari. Namun, setelah mencari melewati beberapa rumah penduduk dan ternyata lokasi tersebut masuk dalam satu jajaran Kampoeng Cyber yang pernah dikunjungi Mark Zuckeberg founder Facebook pada tahun 2014 lalu.
Dokumentasi Kampoeng Cyber (Doc.Pri)
Memasuki lorong-lorong yang lokasinya agak lembab dan gelap hingga kemudian akan ditemukan keunikan masjid bawah tanah ini. Arsitekturnya lebih condong ke arah lingkaran dengan beberapa rongga-rongga jendela di setiap sisi. Terdiri atas dua lantai dimana dahulu lantai bawah untuk jama'ah wanita dan lantai atas untuk jama'ah pria. Di tengah-tengah bangunannya terdapat tangga untuk naik ke lantai atasnya. Tangga tersebut berjumlah lima, yang mengartikan jumlah waktu salat umat Islam. Lokasinya kini telah beralih fungsi tidak lagi digunakan sebagai tempat ibadah, tapi telah menjadi tempat rekreasi bersejarah peninggalan kerajaan Mataram.
Masjid Bawah Tanah (Doc.Pri)
Beralih ke tempat berikutnya, Kami memutuskan untuk singgah pula ke Keraton Yogya. Karena mendapat informasi untuk menuju ke sana bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja dari komplek Taman Sari.

Keraton Yogyakarta merupakan pusat dari museum kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menjadi lokasi untuk lebih banyak belajar serta mengenal budaya Jawa dan keraton yang memiliki khas tersendiri yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini ditengah arus modernisasi.
Keraton Yogyakarta (Doc.Pri)
Faktor sejarah dan tradisi serta beberapa peninggalan unik ini lah yang selalu menjadi daya tarik para wisawatan baik lokal maupun mancanegara. Di tempat ini para pengunjung dapat melihat koleksi barang-barang Kraton. Koleksi yang disimpan dalam kotak kaca dan tersebar di berbagai ruangan. Mulai dari keramik dan barang pecah belah, senjata, foto, miniatur dan replika, hingga aneka jenis batik. Sebagian besar di dominasi oleh peninggalan milik Sultan Hamengkubuwono. 
Koleksi Kamera Sultan (Doc.Pri)
Koleksi Batik (Doc.Pri)
Replika ruang pertemuan Keraton (Doc.Pri)
Tak sekedar hanya itu saja, di lokasi keraton ini pengunjung pun bisa melihat langsung aktifitas para abdi keraton yang bertugas, dan Kami pun sempat menikmati indah gemulai tarian di sebuah pendopo dengan alunan musik jawa yang sangat kental sekali. Jujur Saya merasa bangga menjadi Warga Negara ini, sebuah bangsa yang begitu dikagumi para turis asing mulai dari keindahan alam hingga ragam budaya yang mempesona.

Mengunjungi berbagai tempat di Indonesia selalu memberi kesan berbeda dalam setiap langkah, rasanya sayang sekali untuk melewatkan moment-moment menyenangkan tanpa di abadikan. Saya kadang sering membawa kamera tapi suka enggan untuk mengeluarkan dari tas, karena bentuknya yang agak makan tempat jadi agak ribet untuk keluar masuk tas. Jadi saat ini lebih sering memanfaatkan kamera ponsel yang lebih praktis walau di akui, kadang hasilnya tidak terlalu maksimal.

Sayapun jadi terpikirkan untuk mencari action camera, nampaknya lebih praktis untuk menemani travelling. Dari beberapa rekomendasi dan penelususran melalui beberapa situs web, sebagian besar menyatakan bahwa harga Xiaomi murah, namun tetap mengutamakan kualitas sehingga telah menjadi pilihan beberapa traveller.

Karena perjalanan yang sering Saya lakukan yakni tipe pejalan ransel, kerap kali yang namanya ke praktisan menjadi pertimbangan utama baik itu yang bertema adventure atau sekedar city tour. Tetapi kembali lagi ke kepribadian individunya, yang terpenting nikmati perjalanan itu senyaman mungkin, dengan tetap menjaga lingkungan dan Saya berharap tindak laku vandalisme yang merusak alam maupun beberapa lokasi wisata tidak akan pernah terjadi lagi,

25 komentar:

Oky Maulana mengatakan...

Waktu aku ke Taman Sari pas lagi ramai, jadi gak bisa foto2. Kzl.

Andi Nugraha mengatakan...

Sudah lama mau gak ke taman sari lagi. Kapan2 lah, oh Iya sekarang taman tutup jam beapa ya ?

agus miftah mengatakan...

wih, jadi pengen ke Yogyakarta, tapi masih mikir mikir masalah dana dan tempat menginap. sempat sih ditawarin menginap dirumah temen tapi masih belum ada dana buat berpelesir ke Jogya, moga waktu deket bisa terpenuhi.

fika mengatakan...

Pengen ke Taman Sari pas kesana airnya belum diisi apes banget :(

Hanif Insanwisata mengatakan...

Selamat datang ya Di Jogja. Sebagai tuan rumah, saya tidak bisa menjamu banyak. hehe

Munasyaroh mengatakan...

Yogyakarta adalah salah satu tempat yang pengen saya kunjungi sejak 2 tahun lalu tapi sampai sekarang belum kesampaiaian �� baca postingan ini jadi makin mupeng

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Pengen ke Yogyakarta sampai sekarang belum terwujud nih mba :(

Budy TravellingAddict mengatakan...

Ah jadi pengen ke Jogja terus foto2 di taman sari :)

travellingaddict.com

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

kalo menjelang siang..memang mulai rame

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

silahkan kembali berkunjung Mas..nampaknya saat sore. Antara jam 3 sampai 5 an

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

wah..tinggal dmn Mas ?
utk penginapan yogya banyak ko yg menawarkan harga yg ga buat kantong kering

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

lagi dibersihkan mungkin ya mba ^_^

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

heheeheh...kota yogya banyak digemari

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

luruskan niat mba, cek isi dompet terus tinggal jalan :D

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

sisihkan waktu mba..dan tinggal berangkat deh ^_^

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

silakan datang Mas Budy..terbuka utk umum ko :D

Johanes Anggoro mengatakan...

kalo ke kawasan sekitaran kraton udah serign sih, tapi malah masuk ke keratonnya belom :D

Alid Abdul mengatakan...

Yogyakarta memang nggak ada matinya. Nggak kehitung saya ke Yogyakarta hahaha. Saya paling suka di belakangnya Taman Sari di Kampung Cyber yang tembok-temboknya instagramable mbak :)

rizka nidy mengatakan...

Dua kali ke Tamansari dan selalu ramai.. sepinya kapan ya? T.T

Cumilebay MazToro mengatakan...

Eh gw kayak nya blm pernah ke mesjid bawah tanah itu deh ???? duch aku gagal bolak balik jogja tapi ngak tau ihik ihik

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

wah..sekali-kali mampir dong Mas

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

bener bgt, kece badai. artistik

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

weekday dan pagi hari biasanya blm padat pengunjung Mba

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

nah..sekarang udah tau kan Om cumi. Cuss lha jgn lupa dikunjungi

Levina mengatakan...

Waktu itu sih mau ke Taman Sari. Tapi ruameee banget jadi urung deh ke sana. Kayaknya sih cakep yak...Nyesel juga, ga jadi masuk, padahal dah jauh jauh.