Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Minggu, 10 Januari 2021

Santapan Kuliner Nusantara Lontong Balap Pak Gendut Surabaya

Seporsi hidangan yang terdiri dari potongan lontong,  lentho, tahu goreng, serta ditaburi tauge yang sangat banyak tersaji di hadapan. Makanan khas kota Pahlawan ini juga  disiram dengan kuah, yang juga ditaburi  bawang goreng, kecap dan bumbu petis. Yups, namanya Lontong Balap (cukup unik ya), sekilas memang mirip dengan kupat tahu.

Kabarnya penamaan Lontong Balap ini lantaran para penjual lontong menjajakan dagangannya dengan keliling kampung-kampung atau rumah warga dengan cara dipikul. Dimana salah satu pikul berupa gentong berisi bahan dari beragam rupa  makanan dan satunya lagi untuk peralatan lain. Memikul beban yang berat sehingga untuk mengatasinya para penjual dengan berjalan cepat seperti orang balapan.Dari jalan cepat inilah, memberi kesan bahwa antar pedagang berpacu menjual dagangannya dengan cara siapa cepat ia dapat. Namun, saat ini lontong balap sudah banyak dijual di warung-warung  makan di pinggir jalan sehingga tidak lagi berebut seperti dahulu. Meskipun beberapa diantaranya masih ada yang berjualan keliling dengan sepeda atau gerobak dorong.

Terus Lentho itu apa ? Nah, ini sejenis perkedel berbahan kacang tolo dan bumbu kemudiandigoreng kering yang dibuat dengan cetakan kepalan tangan. Proses pembuatan Lentho sedikit agak rumit karena membutuhkan proses pengerjaan yang tidak sebentar. Pertama kacang tolo  direndam semalaman, lalu dibersihkan,  ditumbuk, diberi bumbu seperti kencur, daun jeruk, bawang putih, bawang merah, dan ketumbar tidak lupa juga garam (semuanya ditumbuk halus). Adonan kacang tolo dan bumbu yang dihaluskan disatukan setelahnya dikepal dengan tangan kemudian digoreng.

Untuk kuah lontong balap ini  merupakan campuran air kaldu, bumbu, dan bawang goreng. Rasanya gurih dan ada sedikit asin serta manis. Warnanya kuning keruh khas kaldu juga tak bersantan, cukup segar dan lezat sehingga menyempurnakan cita rasa dari hidangan lontong balap ini. Biasanya juga ada tambahan hidangan pendamiping seperti sate kerang (optional).

Kita memang tidak menampik selain destinasi wisata juga budaya yang beragam, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki ragam kuliner salah satunya lontong. Dan Jawa Timur mempunyai sensasi kuliner yang cukup menarik. 

Aku sempat liat proses penyajiannya, pegawai begitu cekatan memotong lontong, menaburkan bahan isian lainnya serta menyirami sajian dengan kuah kaldu dari dalam gentong makanan. Tidak perlu menunggu lama untuk proses menyiapkan sajiannya, sehingga bisa segera disantap. Selain itu, bisa juga request jika ada isian yang tidak ingin di sertakan.

Di kota Surabaya cukup banyak pilihan tempat untuk menikmati Lontong Balap. Dan yang Aku kunjungi saat itu Lontong Balap Pak Gendut, yang berlokasi di Jalan Moestopo 11 depan kantor PDAM Surabaya. Kabarnya usaha makan ini cukup legendaris sebab sudah dirintis sejak tahun 1956. Untuk satu porsi hidangan Lontong Balap harganya cukup terjangkau ko, jadi jika tengah bertandang ke salah satu kota Jawa Timur ini jangan lupa untuk merasakan sensasi kenikmatan dari salah satu kuliner khas nusantara ini.

10 komentar:

Akarui Cha mengatakan...

Sudah sering dengar tentang nikmatnya Lontong Balap Surabaya. Payahnya pas ke Surabaya nggak ingat buat nyobain sebelum pulang.

Maria G Soemitro mengatakan...

Duh terakhir ke Surabaya saya lupa ngga kulineran lontong balap
Penasaran dengan lentho
Karena setau saya lentho terbuat dari parutan singkong dan kacang merah

Siti Nurjanah mengatakan...

Secara umum bahan sederhananya seperti yang Aku sebutkan Ambu. Untuk kacang yang digunakan juga variatif sebab ada juga yang mengolahnya dengan kacang hijau

Triani Retno A mengatakan...

Isiannya mirip kupat tahu di Bandung ya. Beda di bumbu, kuah, dan lentho :D
Kupat tahu Bandung kan pakai bumbu kacang yang asin manis, no kuah-kuah.

@simbok_li mengatakan...

Duh mbak siti, aku selalu rindu kampung halamanku lo ya, kalau ada tulisan yang menguak makanan jawa kaya gini, huhu. Ya..sedikit terobati lah membaca tulisan mbak siti ini. Efek belum pulang kampung sejak pandemi kemarin, huhu

Mia Yunita mengatakan...

Aku tuh berasa lucu deh. Kalo udah di Surabaya, bukannya nyicip Lontong Balap malah nyari Rawon, Tahu Tek-Tek, Rujak Cingur, Sup Kikil. Jadi sampe sekarang malah belum tau gimana rasanya Lontng Balap. Kalo ada rejeki travelling ke Surabaya, janji deh akan nyicip kuliner ini. Apalagi di kotaku, Banjarmasin belum ada yang jual.

Annie Nugraha mengatakan...

Duh duh duuuhhh liat ini jadi kangen sama Surabaya. Kota yang banjir dengan aneka kuliner yang enak-enak, termasuk Lontong Balap Cak Gendut ini. Yang paling saya suka dari lontong ini adalah kuahnya dan taugenya yang krenyes-krenyes itu. Nikmat banget.

ginanelwan mengatakan...

berhubung saya kurang begitu suka dengan sayur tauge, apakah bisa direquest tanpa tauge..hihih boleh gak sih?

Shyntako mengatakan...

dulu aku padahal tinggal setahun di surabaya, cuma sayangnya gak banyak eksplor kulinernya karena lagi hamil saat itu,sepertinya banyak kuliner unik dan lezat yang harus banget dicoba yaa

nurul rahma mengatakan...

Yummyyyy
sebagai arek Sby, aku juga demen lontong balap!

ada lagi yg recommended, lontong balap di jl. Rajawali
(dekat jembatan merah)