Senin, 28 Oktober 2024

Manisnya Bisnis Keripik Pisang Coklat Banyak Diminati

Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat suka dengan snack yang renyah dan memiliki rasa gurih ataupun manis. Iya salah satunya keripik, sebagai jenis makanan ringan yang sering menjadi pelengkap untuk dinikmati di kala senggang ataupun santai. Melihat pangsa pasar yang cukup luas, menjalankan usaha memproduksi keripik bisa menjadi peluang yang bagus.

Sumber Gambar : IG @zainudin.haza

Hal itulah yang di baca oleh pemuda bernama Muhammad Zainudin asal surabaya - Jawa Timur. Bermula dari rasa empatinya kepada warga desa Kanor ketika ia berkunjung ke tempat kerabatnya, dimana para petani pisang terutama pisang kepok mengeluhkan tentang penawaran harga yang rendah oleh tengkulak. Disamping itu, ia juga melihat adanya potensi di antara ibu-ibu TKI dan anak muda di desa sekitarnya yang ingin berwirausaha, namun terkendala modal.

Muhammad Zainudin memiliki pemikiran cerdas dan kepekaan sosial, ia pun mencoba berinovasi membuat sebuah produk makanan ringan keripik pisang coklat yang diberi nama Pigela Chips. Memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk bersinergi bersama.

Jumat, 25 Oktober 2024

Aktivitas Sosial Gerakan Gigi Bali Sehat Mengedukasi dan Berbagi

Sampai saat ini tidak sedikit orang yang masih mengabaikan kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut. Padahal menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mulut dan gigi merupakan indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan, serta mempengaruhi kualitas hidup yang baik. 

Sumber gambar : IG @gigibalisehat

Gigi dan mulut begitu vital perannya dalam kesehatan tubuh lantaran merupakan sumber masuknya kuman dan bakteri yang berpengaruh pada saluran pencernaan dan pernapasan. Jika abai dalam merawat gigi dan mulut akan menimbulkan dampak negatif lainnya yang tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari sebab bisa menimbulkan bau mulut, gigi berlubang, radang gusi bahkan penyakit lainnya seperti jantung atau diabetes.

Aktivitas Sosial Inisiasi Gerakan Gigi Bali Sehat  

Menyadari akan hal ini, perempuan asal Bali yang juga berprofesi sebagai dokter gigi, drg.Komang Ayu Sri Widyasanthi menginisiasi sebuah gerakan bertajuk Gigi Bali Sehat yakni sebuah komunitas sosial yang memberikan edukasi serta fasilitas kesehatan terutama gigi dan mulut secara sukarela.

Selasa, 22 Oktober 2024

Program Kampung Iklim Desa Langgongsari Membangun Budaya Peduli Lingkungan

Beberapa waktu terakhir perubahan iklim dan pemanasan global menjadi ranah isu lingkungan yang menjadi keprihatinan warga dunia. Dalam mengantisipasi dampaknya diharapkan setiap masyarakat bisa melakukan langkah adaptasi serta mitigasi misalnya melalui program kampung iklim. 

Langkah adaptasi dan mitigasi pada hakikatnya tidak harus berupa gerakan besar namun bisa juga dilakukan dengan cara-cara sederhana, yang terpenting bisa menumbuhkan kesadaran bersama di tengah masyarakat untuk menjaga lingkungan bersama.

Lewat program kampung iklim tentunya diharapkan tidak mempercepat dampak yang bisa terjadi akibat perubahan iklim. Adaptasi ini pun sudah menjadi program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah diterapkan di beberapa wilayah Indonesia.

Sumber Gambar : IG @proklim_langgongsari

Sabtu, 19 Oktober 2024

Konservasi Taman Kupu-kupu Sukardi Menjaga Keseimbangan Keragaman Hayati

Beraneka kupu-kupu indah itu dengan ragam warnanya yang bervariasi beterbangan diantara bunga-bunga di Taman Kupu-kupu Sukardi. Sebuah tempat yang beberapa tahun ini dijadikan penangkaran kupu-kupu dan terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata. Adapun yang mendasari penamaan Taman Kupu-kupu Sukardi ialah karena lokasinya yang berada di Desa Gintung Sukardi, Kabupaten Tangerang. 

Sumber Gambar : IG @tamankupu2sukardi

Awal Mula Berdirinya Taman Kupu-kupu Sukardi

Digagasnya pada sekitar akhir Maret 2020 saat itu pandemi tengah berlangsung, ketika segala aktivitas luar ruang dibatasi. Ahmad Yunus tidak sengaja melihat tanaman jeruknya dihinggapi kupu-kupu. Keberadaan kupu-kupu tersebut memberi inspirasi baginya untuk membuat taman yang tentunya berbeda dari taman kota yang sudah ada. Didasari atas keprihatinan juga lantaran habitat kupu-kupu terakhir belakangan semakin tergerus karena banyaknya lahan hijau yang berkurang seiring dengan pembangunan perumahan di Tangerang.