Senin, 14 Mei 2018

Memahami Program Deteksi Dini Penyakit Lupus

Situasi perkembangan penyakit tidak menular, semakin lama kian mengkhawatirkan. Bahkan saat ini telah menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Faktor pemicunya bisa karena gaya hidup tidak sehat maupun kurang beraktifitas fisik. Sebagian besar masyarakat dengan derita penyakit tidak menular tidak menyadarinya sehingga kerap terlambat untuk di tangani.

Pernah kah mendengar penyakit bernama lupus ? Dimana suatu sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing (non-self) dengan sel dan jaringan tubuh sendiri (self). Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.


Dalam menyambut hari Lupus Sedunia di tanggal 10 Mei, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam hal ini melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P), menyelenggarakan Temu Media atau Press Breafing di Gedung D Kantor Ditjen P2P Kemenkes RI, Jalan Percetakan Negara, No.29.

Minggu, 13 Mei 2018

Ancam Persatuan NKRI, Ini Cara Antisipasi Hoax


Berkembangnya era digital memang benar memberi segala kemudahan, namun bagai dua mata sisi uang. Dampaknya tidak selalu positif tapi kerap juga negatif. Penyebaran informasi yang begitu cepat pasalnya sering disalah gunakan oleh segelintir orang untuk menyebarkan berita hoax yang kebenarannya masih patut dipertanyakan. 

Sudah banyak bukti terjadi disekitar kita, akibat banyak orang yang terhasut dengan berita hoax, perselesihan, pertengkaran hingga bahkan menimbulkan kerugian bagi orang lain. Kita tidak bisa memungkiri, Indonesia masih cukup rentan dengan berita ataupun informasi seputar politik dan SARA. Kabar hoax 'digoreng'sedemikian rupa dan 'dilahap' mentah-mentah oleh sebagian masyarakat awam.

Peranan Saya sebagai seorang blogger, pasti sangat erat kaitannya dengan internet dan media sosial. Bertanggung jawab saat menyebarkan informasi yang benar dan tepat itu menjadi sebuah keharusan. Tidak hanya blogger atau influencer saja yang memiliki kewajiban tersebut, penggiat media sosial dan netizen pun sudah semestinya memberikan informasi yang tidak menyesatkan.

Sabtu, 12 Mei 2018

Lengkapi Kebutuhanmu Bersama Ramadan Ekstra Tokopedia


Hanya dalam hitungan hari, Kita akan kembali dipertemukan dengan bulan mulia, dimana segala aktifitas bernilai ibadah, juga amal kebaikan dilipat gandakan. Rukun islam yang di tunaikan umat muslim dimana ketika matahari terbit hingga terbenamnya mentari diperintahkan untuk berpuasa, menahan haus dan lapar juga segala emosi.

Inti utama dari berpuasa adalah mencari ridha ilahi dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Bulan suci menjadi ajang memempa diri untuk melakukan peogress lebih baik lagi, jadikan ramadan ekstra dengan segala keberkahan dengam memperbanyak ibadah dari shalat maupun tadarus Al-Quran.

Jumat, 11 Mei 2018

Sambut Ramadhan, Kedubes Amerika Serikat Kenalkan Sajian Kuliner Spesial

Delightful Ramadhan Cullinary (Doc. Freepik)
Rasanya, tak pernah ada habisnya membahas begitu istimewanya Indonesia. Tidak sekedar kekayaan alam dan kecantikan pesona alamnya, dari segi kuliner pun negeri yang kerap berjuluk 'Heaven Of Earth' ini memililiki ragam makanan yang khas.

Tak heran bila Indonesia memiliki sajian dengan cita rasa terbanyak dari seluruh negara di dunia. Perpaduan rasa, asam, asin, manis, pedas, dan gurih terasa begitu nikmat dan menggoda dalam sajian kuliner Indonesia. Kuliner yang dimiliki Indonesia tak lepas dari faktor sejarah latar belakang di baliknya.

Indonesia memiliki modal yg sangat luar biasa dalam hal makan enak mulai dari resep luar biasa , keragaman tata cara teknik , serta bahan baku salah satunya rempah di mana menjadi primadona bagi banyak negeri Eropa. Indonesia menjadi jalur rempah di abad 14, terdapat tiga jenis makanan yang menunjukkan jejak kejayaan rempah di Indonesia. Pertama, kecap. Penyedap makanan berwarna hitam berasal dari kedelai yang diperkirakan ditemukan pada abad kedua masehi tersebut sangat berkembang di Indonesia.