Senin, 30 Januari 2017

7 Tahapan Menciptakan Konten Kreatif Dengan Notebook Asus

Sumber gbr : Freepik.com
Dunia Blogging saat ini tengah menjadi primadona dan semakin banyak di minati, persaingan pun menjadi satu hal yang tak dapat di hindari. Intinya menulis itu adalah berbagi dan saling menginspirasi, jika dahulu hanya menggunakan media kertas atau semaca buku namun saat ini tengah beralih menjadi media digital. Menurut sebuah penelitian seseorang memiliki keterbatasan untuk membaca melalui layar pc maupun ponsel, itulah sebabnya dalam menulis di sebuah situs blog wajib memahami karakter dan memperhatikan jumlah kata yang proporsional sehingga pembaca blog tidak beralih dan segera bosan.

Minggu, 29 Januari 2017

Yogyakarta Kota Keraton

Perjalanan Yogyakarta yang Saya tuliskan kali ini adalah lanjutan perjalanan backpacker setelah Lombok dan Bali. Sebenarnya keberadaan Kami di sana hanya singgah, tidak lebih dari 20 jam hanya sekedar untuk menanti jadwal kepulangan kereta ke Jakarta.

Kami tiba di Stasiun Lempuyangan, hari telah beranjak malam namun jadwal kereta baru besok siangnya. Waktu singkat di Yogya tersebut pun tak kami siakan hanya dengan stay di kamar penginapan, justru Kami memanfaatkan waktu terbatas tersebut dengan mengunjungi beberapa tempat. 
Taman Sari (Doc.Pri)
Menggunakan Trans Yogya, tujuan kami adalah Taman Sari, sebuah tempat yang dahulunya di pergunakan sebagai taman pemandian bagi putri-putri Keraton serta para selir. Di dalamnya terdapat kolam yang cukup luas dipisahkan sebuah jembatan yang dihiasi berbagai pot-pot tanaman. Bangunan di taman sari ini masih mempertahankan keunikan arsitektur terdahulu yang kental sekali dengan unsur keraton Jawa.

Dibagian belakang luar bangunan berbatasan dengan pasar dan terdapat halaman yang cukup luas dengan beberapa anak tangga berundak-undak. Oh,iya..Kami juga tidak lupa untuk mengunjungi Masjid Bawah Tanah yang cukup menjadi primadona di Taman Sari. Lokasinya cukup terpencil dan membuat kami berputar-putar hampir mengelilingi seluruh taman sari. Namun, setelah mencari melewati beberapa rumah penduduk dan ternyata lokasi tersebut masuk dalam satu jajaran Kampoeng Cyber yang pernah dikunjungi Mark Zuckeberg founder Facebook pada tahun 2014 lalu.
Dokumentasi Kampoeng Cyber (Doc.Pri)
Memasuki lorong-lorong yang lokasinya agak lembab dan gelap hingga kemudian akan ditemukan keunikan masjid bawah tanah ini. Arsitekturnya lebih condong ke arah lingkaran dengan beberapa rongga-rongga jendela di setiap sisi. Terdiri atas dua lantai dimana dahulu lantai bawah untuk jama'ah wanita dan lantai atas untuk jama'ah pria. Di tengah-tengah bangunannya terdapat tangga untuk naik ke lantai atasnya. Tangga tersebut berjumlah lima, yang mengartikan jumlah waktu salat umat Islam. Lokasinya kini telah beralih fungsi tidak lagi digunakan sebagai tempat ibadah, tapi telah menjadi tempat rekreasi bersejarah peninggalan kerajaan Mataram.
Masjid Bawah Tanah (Doc.Pri)
Beralih ke tempat berikutnya, Kami memutuskan untuk singgah pula ke Keraton Yogya. Karena mendapat informasi untuk menuju ke sana bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja dari komplek Taman Sari.

Keraton Yogyakarta merupakan pusat dari museum kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menjadi lokasi untuk lebih banyak belajar serta mengenal budaya Jawa dan keraton yang memiliki khas tersendiri yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini ditengah arus modernisasi.
Keraton Yogyakarta (Doc.Pri)
Faktor sejarah dan tradisi serta beberapa peninggalan unik ini lah yang selalu menjadi daya tarik para wisawatan baik lokal maupun mancanegara. Di tempat ini para pengunjung dapat melihat koleksi barang-barang Kraton. Koleksi yang disimpan dalam kotak kaca dan tersebar di berbagai ruangan. Mulai dari keramik dan barang pecah belah, senjata, foto, miniatur dan replika, hingga aneka jenis batik. Sebagian besar di dominasi oleh peninggalan milik Sultan Hamengkubuwono. 
Koleksi Kamera Sultan (Doc.Pri)
Koleksi Batik (Doc.Pri)
Replika ruang pertemuan Keraton (Doc.Pri)
Tak sekedar hanya itu saja, di lokasi keraton ini pengunjung pun bisa melihat langsung aktifitas para abdi keraton yang bertugas, dan Kami pun sempat menikmati indah gemulai tarian di sebuah pendopo dengan alunan musik jawa yang sangat kental sekali. Jujur Saya merasa bangga menjadi Warga Negara ini, sebuah bangsa yang begitu dikagumi para turis asing mulai dari keindahan alam hingga ragam budaya yang mempesona.

Mengunjungi berbagai tempat di Indonesia selalu memberi kesan berbeda dalam setiap langkah, rasanya sayang sekali untuk melewatkan moment-moment menyenangkan tanpa di abadikan. Saya kadang sering membawa kamera tapi suka enggan untuk mengeluarkan dari tas, karena bentuknya yang agak makan tempat jadi agak ribet untuk keluar masuk tas. Jadi saat ini lebih sering memanfaatkan kamera ponsel yang lebih praktis walau di akui, kadang hasilnya tidak terlalu maksimal.

Sayapun jadi terpikirkan untuk mencari action camera, nampaknya lebih praktis untuk menemani travelling. Dari beberapa rekomendasi dan penelususran melalui beberapa situs web, sebagian besar menyatakan bahwa harga Xiaomi murah, namun tetap mengutamakan kualitas sehingga telah menjadi pilihan beberapa traveller.

Karena perjalanan yang sering Saya lakukan yakni tipe pejalan ransel, kerap kali yang namanya ke praktisan menjadi pertimbangan utama baik itu yang bertema adventure atau sekedar city tour. Tetapi kembali lagi ke kepribadian individunya, yang terpenting nikmati perjalanan itu senyaman mungkin, dengan tetap menjaga lingkungan dan Saya berharap tindak laku vandalisme yang merusak alam maupun beberapa lokasi wisata tidak akan pernah terjadi lagi,

Kamis, 26 Januari 2017

Karakteristik Minyak Goreng Baik dan Berkualitas Untuk Olahan Makanan Sehat

Saya termasuk penggemar gorengan dan sudah sering kali sebenarnya mendengar akan bahaya minyak goreng yang biasa dipergunakan oleh para pedagangnya. Tetapi tahukah, bahwa hal tersebut tidak hanya berlaku untuk olahan di luar rumah saja, penggunaan minyak goreng yang keliru kerap menjadi sumber The Silent Killer dalam olahan masakan rumah.
Simposium Bersama Sunco (Doc.Pri)
Dalam rangka memperingati hari Gizi Nasional pada Rabu, 25 Januari 2017 lalu bertempat di Ballroom Cheers Residental, Kompleks Rumah Sakit Pertamina Pusat, Jakarta. Dalam acara bertajuk  Simposium 'Masakan Rumah, The Silent Killer ?' mengapa disertakan dengan tanda tanya, sebab hal  tersebut masih banyak menjadi pertanyaan dan asumsi beragam di kalangan masyarakat. Dihadiri oleh para ahli dibidangnya, beberapa informasi di sharing terkait gizi yang berhubungan dengan olahan masakan dalam hal mendasar adalah penggunaan minyak gorengnya. Kita semua tentu mengetahui bahwa penggunaan minyak goreng telah menjadi kebiasaan dan kebutuhan umum untuk memasak dan meningkatkan kelezatan masakan. Meski demikian ada baiknya kita paham akan kadar manfaat dan informasi untuk memilih minyak goreng yang tepat bagi kesehatan keluarga.

Menurut Bapak Dr. Entos Zainal, DCN, SP, MPHM,  selaku Sekretaris Jenderal PERSAGI menjelaskan pada dasarnya minyak diperlukan dalam gizi yang seimbang sebab Beberapa vitamin larut minyak yakni vitamin A, D, E, dan K, hanya mengandung unsur- unsur karbon, hidrogen dan oksigen dan jika berlebihan tidak dikeluarkan oleh tubuh melainkan akan disimpan sehingga menimbun lemak bahkan bisa cukup menganggu fungsi organ kesehatan karena kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas, serta mengundang penyakit lainnya seperti kanker, penumpukan lemak di hati dan yang cukup membahayakan adalah jantung koroner.

Begitu pula kandungan gizi, nutrisi dari makanan yang di konsumsi membawa pengaruh terhadap terhadap struktur dan fungsi otak seseorang. Hal tersebut dapat diterapkan sejak bayi ketika masih dalam kandungan, pihak Ibu menjadi kunci utama untuk menumbuhkan Sel-Sel syaraf bagi si anak kelak. Dengan asupan gizi seimbang memegang peran dalam proses menciptakan kecerdasan anak, proses pertumbuhan dan perkembangan otak termasuk energi, protein dan lemak juga vitamin dan mineral. makanan bergizi hendaklah dimulai sejak dini, bahkan sejak 1000 hari pertama kehamilan.

Berikutnya adalah Ibu Theresia Irawati SKM, M. Kes dari Kemitraan Subdit Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI memberikan penjelasan tentang Penyakit yang Tidak Menular (PTM) sejak beberapa dekade terakhir penyebab kematian tertinggi di Indonesia telah beralih dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Tetapi hal tersebut tidak dapat dipandang remeh.

Dalam mewujudkan program Indonesia Sehat, pemerintah yang diprakasai oleh Kementerian Kesehatan RI mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat Germas yakni suatu upaya untuk mendorong masyarakat Indonesia secara menyeluruh agar mengembangkan perilaku hidup sehat, hidup dalam lingkungan yang sehat, dan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan dimana gerakan ini akan berfokus pada 3 hal yaitu peningkatan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Pembicara berikutnya adalah dari Komite Gizi dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Ikatan Dokter Indonesia, Ibu Dr Tirta Prawita Sari, M. Sc. Beliau menerangkan bahwa keberadaan faktor risiko penyakit tidak menular pada seseorang biasanya tidak memberikan gejala signifikan sehingga si penderita kerap telat menyadarinya dan penanganannya terlambat untuk diatasi karena kian parah. Resiko bahaya penyakit tidak menular biasanya disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup  tidak seimbang karena kurangnya aktivitas fisik ketika usia muda kerap merokok serta mengkonsumsi minuman alkohol. Untuk mencegah penyakit yang diderita bertambah parah setidanya perlu dilakukan kontrol gizi salah satunya dengan mengurangi asupan kondumsi garam, gula dan Lemak dengan takaran yang benar serta disertai diet seimbang. Menurut  Permenkes no.30 tahun 2013 batas konsumsi gula, garam dan lemak adalah sebagai berikut :
* Gula per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan)
* Garam 2000 mgr natrium/sodium atau 5 gram garam  (1 sendok teh,)
* Lemak 67 gr (5 sendok makan minyak)
* Baca label pangan kandungan gula garam lemak (produk makanan jadi )

Sunco Minyak Goreng Baik (Doc.Pri)

Masyarakat secara umum masih cukup awam untuk memahami karakteristik mengolah makanan yang sehat. Sebagai contoh dimana anggapan luas minyak goreng biasa tidak terlalu berbahaya padahal akibatnya justru berada di beberapa waktu kedepan. Sebagai sumber lemak, sudah sepatutnya diperhatikan dalam pemilihan minyak goreng yang tepat. Seperti dikatakan oleg Deputy Marketing Manager Sunco, Ibu Mulina Wijaya bahwa #MinyakGorengBaik memiliki karakteristik seperti :
1. Minyak yang berasal dari kelapa sawit segar didukung teknologi mutakhir
2. Dengan warna yang bening sehingga  memiliki kekentalan seperti air jadi hanya #dikitnempel pada makanan
3. Tidak mudah beku yang berarti kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit.

Agar terhindar dari penyakit berbahaya, pastikan jangan gunakan minyak secara berulang-ulang, jika minyak sudah berubah warna akibat sisa makanan ada baiknya segera ganti dengan minyak baru. Terapkan dalam penggunaan suhu ketika memasak adalah jangan yang terlalu panas karena akan membentuk radikal bebas yang akan merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng.
Demo Masak Sunco (Doc.Pri)
Sebagai seorang entertainer dan pekerja kantor, brand ambassador Sunco, yakni Christian Sugiono menceritakan bahwa bersama keluarga selalu mengupayakan menjalani pola hidup sehat dengan menjaga asupan gizi serta rutin melakukan aktifitas tubuh untuk tetap bugar serta sebisa mungkin menghindari makanan siap saji. Ketika acara talkshow bersama Chef Nanda Young, dengan demo masak membuat Mayonaise ala Sunco, disamping itu Christian Sugiono pun melakukan tes organoleptic yakni dengan mengecap 1 sendok minyak goreng yang digunakan dalam hal ini Sunco yang memiliki tekstur seperti air dan tidak serik di tenggorokan. Untuk mengetahui informasi lebih jauh mengenai Sunco Minyak Goreng Baik, Dikit Nempel Di Makanan bisa di akses melalui website atau klik link resep sehat dan bisa juga cek melalui fanpage Sunco Indonesia.

Minyak Goreng Baik, Dikit Nempel dimakanan (Doc.Pri)

Selasa, 24 Januari 2017

Stasiun Bogor Penuh Warna Dalam Workshop Seni Kreatif Doodle

Workshop Doodle (sumber gbr : IG KriyaIndonesia)
Minggu pagi, 22 Januari 2017 bersama blogger-blogger lainnya Kami berkumpul untuk mengikuti workshop Doodle yang di adakan oleh Kriya Indonesia. Antusias peserta sudah memenuhi area acara. Kegiatan di awali oleh kata sambutan dari Kepala Daops 1 Bapak Jhon Berto yang sangat terbuka dan mendukung kegiatan pada hari itu. Sebelum memulai kegiatan utama, Kami di ajak berkeliling mengenal stasiun Bogor.
Bpk Jhon Berto Memberi sambutan (Doc.Pri)
Stasiun Bogor merupakan stasiun awal pemberangkatan serta pemberhentian terakhir dari kereta Commuter Line yang dioperasikan oleh PT KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) merupakan anak perusahaan PT KAI (Kereta Api Indonesia). Sejak beberapa tahun terakhir mulai melakukan beberapa pembenahan sarana dan prasarananya, beberapa halnya yakni dengan melakukan penataan ulang dari mulai penggunaan sistem tiket elektronik sampai dengan pemindahan pintu keluar masuk stasiun. Segala perubahan tersebut sebagai langkah peremajaan sistem perkereta apian.
Stasiun Bogor Cagar Budaya (Doc.pri)
Uniknya, Stasiun ini masih mempertahankan beberapa sudut bangunan alaminya. Seperti sebuah ruangan di lantai 2 dengan konsep vintage nya yang masih menggunakan bahan bangunan lama dari kayu, juga tangga spiral yang tampak artistik. Stasiun Bogor juga dicanangkan sebagai cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor.

Beralih ke kegiatan utama yakni workshop Doodle yang hari itu di sponsori Stabilo. Sebelumnya ada sambutan dahulu dari Bapak Rei selaku perwakilan Stabilo. Merk asal Jerman ini sangat terkenal, terutama produk highlighter, ternyata banyak produk Alat Tulis Kantor (ATK) lainnya seperti spidol whiteboard, pensil warna hingga pensil 2B yang biasa digunakan saat ujian mengisi lembar jawaban komputer (LJK), Produk ini tidak beracun sehingga aman digunakan anak-anak.

Workshop Doodle
Bpk Rei dan Mba Tanti Amelia (Doc.Pri)
Adalah Mba Tanti Amelia seorang blogger yang juga sangat kreatif dalam seni doodle. Kata doodle pertama kali muncul pada awal abad ke-17 berarti bodoh, awalnya sekitar tahun 1733 tentara Amerika menggunakan sandi rahasia melalui kode coret-coret yang kian lama membentuk suatu gambar artistik.

Tahukah salah satu gaya doodle art tertua, bahkan sebelum orang mengenal tulisan, dimana doodle dijadikan alat untuk menceritakan sebuah kisah turun temurun yakni pada zaman purbakala yang umumnya terdapat di gua-gua.

Menggambar Doodle tak jauh berbeda dengan teknik menggambar pada umumnya yang biasa menggunakan blok, linear dan arsir. Sebuah karya doodle biasanya melukiskan perasaan si pembuatnya, hal ini terlihat dari goresan-goresan yang dihasilkan. Dalam workshop kala itu menggunakan stabilo Pen 68 dan Pen 88 yang berwarna-warni untuk menggambar bertema Stasiun Bogor Futuristik.

Kami semua mengikuti arahan yang Mba Tanti sampaikan kepada peserta workshop, jika disimpulkan ada beberapa tahap untuk membuat seni doodle ini.

1. Membuat gambar dasar
Seperti menyusun sketsa garis-garis sebagaimana imajinasi kita.

2. Menambahkan Icon gambar
Menambahkan icon gambar sesuai kreatifitas, seperti gambar gambar karakter dan yang lainnya sesuka anda

3. Menebalkan Icon
Jika sudah dirasa cukup bagus tebalkan gambar dengan spidol dalan hal ini menggunakan stabillo pen.

4. Mewarnai
Yang terakhir adalah memberi warna agar gambar terkesan hidup.
Workshop & Karya Doodle (sumber gbr : IG Stabilo Indonesia)
Aneka kreasi doodle Stasiun Bogor masa depan tercipta dari kreatifitas peserta workshop. Melalui kegiatan yang bermanfaat semacam ini membuat Saya mengenal dan mengetahui hal-hal baru suatu kreatifitas seni lainnya.