Ini cerita sekitaran 2 minggu lalu kurang lebih, hari minggu diakhir pekan. Niat awal sebenarnya ingin menyisipkan quality time bersama teman-teman baik saya. Rencana saat itu adalah berkunjung ke acara Indonesia Internasional Book Fair. Pagelaran pameran tak hanya melulu soal buku, beberapa stand juga berdiri utk mengenalkan kerajinan tangan atau seni khas beberapa negara yang turut berkontribusi seperti Saudi Arabia misalnya. Dimana ada stand yg memprlihatkan sulaman berkaligrafi layaknya kiswah yg menyelimuti ka'bah, ada stand membuat henna atau hiasan tangan, saya sempat tertarik tadinya tapi ah, antriannya lumayan panjang, akhirnya batal saja.
Bersama Lili,saya menunggu kedatangan seorang teman lagi yg masih dijalan, kami melihat-lihat ke dalam sebentar dahulu sambil menunggu kedatangannya. Selang beberapa waktu akhirnya yg kami nanti pun tiba, Aan datang bersama adiknya.
Waktu sudah menunjukan pukul 12 ada informasi mengabarkan bahwa Bunda HTR sudah ada dan tengah mengisi acara di panggung utama. Secara saya cukup mengagumi penulis handal tersebut, kamipun segera menuju lokasi. Berhubung Aan tak bisa berlama-lama ia langsung ke tujuannya semula mengunjungi stand Korea dan saya stay di bangku penonton menyaksikan acara dari Bunda HTR.

