Selasa, 08 April 2014

Pemilu 2014 : Jadilah Pemilih Yang Cerdas

H-1 menjelang pesta demokrasi di Indonesia, Pemilihan Umum Legislatif 2014. Harapnnya sich calon-calon pemimpin ini nantinya akan mampu menjembatani aspirasi rakyat ke pemerintah. Namun kenyataan yang terjadi lebih banyak anggota legislatif yang lupa diri, lupa pada janji-janjinya semasa kampanye menjadi pemimpin hanya untuk memperkaya diri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifv47jGCrAi3Uzhm5DP59ZtQiW_oToJOtsNJch6oDCQZgXXFdD-cpqutVEYP4TdKK6Me334ZxtAAdm4cq-8naDc3yO6xO1jyeLUcu7d5o0HgqZDFAsbh01Z5oyCCcJLGAzSKg9zwEFdfhb/s640/Pemilu+2014+Logo.jpg

Kepercayaan sebagian masyarakat pun memudar, bahkan sudah muak dengan tipu-tipu daya. Tapi bukan berarti kita cuek bebek dengan keberlangsungan pemilu ini. Jadilah pemilih yang pintar, untuk perubahan Indonesia yang lebih baik. Satu suara akan sangat menentukan.

Rabu, 02 April 2014

Review Film 99 Cahaya Di Langit Eropa (Part.2) : Peradaban Islam Yang Megah Dengan Toleransinya

Berhubung saya sudah pernah me review film 99 cahaya langit eropa part.1. Kali ini saya akan melanjutkannya review film tersebut (Part.2 nya) yang saya tonton di bioskop hampir satu bulan lalu.

Secara juur saya menerangkan ending dan perjalanan cerita tak seklimaks yang saya harapkan ketika potongan episodenya di tayangkan sedikit di akhir ketika part.1. Namun, saya akui ini adalah film ke sekian yang mampu membuat air mata saya jatuh ? why ?...
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4g17c5fbSb40igY1lDvtjR04OQtxaE7-mNh8Rw6GdEpu6qdAmv2oBFY5p_KZKeZ5sICXyJRcUo_UEzAxWBHBpEoRrDWgdawaRgrEJDqEfKQ5GHmGpTh5cSFB97kjtwRVvlsw5_YVQFVw/s1600/99+Cahaya+di+Langit+Eropa+Part+2+2014.jpg

Berikut reviewnya :

Malaikat Itu Ku Panggil Ibu



           http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/06/1339788723167005797_300x300.jpg 
             Aku hanya bisa menatap nanar wanita yang terbaring lama di ranjang ini dengan belalai-belalai medis dan monitor yang menyala dengan gambar garis – garis bergerak bak kurva secara perlahan yang menandakan masih adanya sebuah kehidupan.
            Aku genggam tangan wanita yang telah merawatku selama ini, dingin. Tak lagi hangat sebagaimana dulu ia sering membelai rambutku semasa kecil. Air mataku mungkin sudah mongering, sujud – sujud panjang pun selalu ku tunaikan berharap ada sebuah keajaiban dari-NYA untuk wanita berusia senja yang ku panggil ia ibu. 

Senin, 17 Maret 2014

Menulislah, karena engkau ingin menulis

Setelah sekian hari berlalu, rasa-rasanya baru sempat menuliskan ini. Bukan tulisan begitu berharga hanya ingin mencatat sebagai rekam jejak dari salah satu siklus kehidupan.

Penantian pun berakhir, kiriman buku antalogi cerpen dimana karya saya pun turut berkontribusi akhirnya tiba di tangan tanpa kurang satu apapun. Ini adalah buku antalogi kedua (masih sedikit sekali ya..), dari sayembara-sayembara kepenulisan yang saya ikuti.