Senin, 26 Agustus 2013

Sifat Manusia Berdasarkan Urutan Kelahiran

Percaya atau tidak, bahwa urutan kelahiran bisa mempengaruhi perilaku seseorang dalam menjalin cinta. memang masih kontorovorsi mengenai hal ini, walau berasal dari keluarga yang sama dan didikan yang kurang lebih sama antara anak sulung, tengah dan bungsu kerap memiliki karekteristik diri yang berbeda. Berikut ulasannya :

1. Anak Sulung : Pro Status Quo dan Setia

Menurut beberapa psikologi cenderung mengambil posisi sebagai pemimpin. Hal lainnya adalah ada dorongan untuk mengikuti norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat dan mereka sukses beradaptasi dalam suatu lingkungan yang sudah mapan. Karakteristik umum anak sulung adalah bertanggung jawab dan cenderung mengikuti aturan.

Menurut para ahli, anak sulung memiliki kecenderungan menikahi orang yang ia cintai sejak masa pubernya, ketika ia masih mengalami “cinta monyet”. Jika pasangan anda adalah anak sulung, kemungkinan besar rumah tangga yang anda bina akan langgeng karena mereka cenderung mempertahankan hubungan yang tidak harmonis sekalipun dan berusaha keras memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam hubungan rumah tangga mereka.

Jumat, 23 Agustus 2013

20 Kelebihan dan Keutamaan Kota Makkah

Terdapat satu ruangan tanah di planet bumi yang diistimewakan Allah ini. Ianya adalah sebidang tanah seluas lebih kurang 540km persegi. Inilah tanah tempat Allah pertama kali meletakkan bangunan rumah-Nya di bumi, yakni Kaabah. Itulah juga sebagai tempat tumpuan kiblat manusia sejagat dan pusat pusaran power Kaabah yang luar biasa. 
Berikut akan disebutkan, beberapa keutamaan kota Makkah yang setiap tahun dibanjiri jamaah yang menunaikan haji dan umrah. Dengan mengetahui kelebihannya, hati akan semakin terasa sentakan spiritualnya. Tidak seperti melancong ke tempat-tempat lainnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3Rw_CGOiMDH65k4ctI682bgbFsStGbFvzolYRSGSxJNZ7Vb_SD2QizJXPafDvFWIs4IKWkKW-Xfvcr42xDXKSJbkxVKpfYEnZ-16CdCD0DbkmLPEPPhLHsR3SWavXpF27Onalr09Rk5ih/s320/P3080761.JPG 

Kumpulan Humor Perlombaan

Menang Lomba Lari

Junot seakan lupa diri akibat TABLET barunya. Hampir setiap detik, dia tak bisa lepas dari TABLET itu. Kemana pun dia pergi, dia selalu menentengnya. Saat sedang seru-serunya chating di teras rumah, Ramli datang menghampirinya..

" Oii Junot, hampir setiap hari aku perhatiin kamu selalu asyik main TABLET itu", ujar Ramli sambil duduk di samping Junot.
"Iyaaaa nihhh, asyik sih mainnya. Jadi kecanduan". Jawab Junot seadanya..
"Hmmmm.. Oh ya, kamu beli TABLET itu harganya berapa duit ", tanya Ramli sambil melirik ke arah TABLET
"Aku ga beli Brooooo. Aku dapat dari lomba lari", jawab Junot sambil meletakkan TABLETnya di atas meja..
"Lomba Lari???? Dalam rangka apaaaa??? Kenapa kamu ga ngajak-ngajak aku???, wajah Ramli semakin penasaran.
"Broooo..Brooooo.Gw menang lomba lari bukan ikut lomba. Gw menang lomba lari, dari kejaran 2 orang POLISI, 3 orang SATPAM MALL, dan beberapa orang warga."
 

Kamis, 22 Agustus 2013

Cinta Di Atas Asa

                  Malam ini tak biasanya Papah mengumpulkan kami semua di meja makan. Ada hal penting yang katanya ingin disampaikan beliau. Ketika semua sudah berkumpul Papah pun memulai pembicaraannya.
            “Malam ini, papah mengumpulkan kalian semua ada hal yang harus Papah sampaikan terkhusus untuk kamu Nayla..” Papah buka suara
            Aku terkejut dan heran ketika namaku disebut “Aku ??” tanyaku
            “Papah sudah mempertimbangkannya. Sebagai anak sulung dan Papah rasa usiamu sudah cukup untuk menuju jenjang pernikahan” Ucap papah
            Seketika wajahku merona, mungkinkah papah menyetujui hubunganku dengan Gary? Yang selama ini bahkan beliau sangat keras menentangnya
            “Papah sudah menemukan orang yang tepat untukmu.. ia anak dari kolega Papah. Minggu depan mereka sekeluarga akan datang ke rumah ini, Papah harap kamu segera mempersiapkan diri” Papah berucap lugas tanpa melihat bendungan air mataku
            “Tapi..Pah..aku sudah mencintai orang lain” Jawabku dalam isak
            “Siapa? Gary? Apa yang bisa diharapkan dari orang macam dia ? sudah jelas kalia berbeda keyakinan,,sampai kapanpun Papah tidak akan pernah merestui…!!” Ucap Papah tegas
            “Mah…” aku meminta pembelaan dari Mamah, tapi beliaupun angkat tangan. Karena kami semua tau segala keputusan Papah adalah mutlak tak aka nada yang berani menentangnya.