“Malam ini, papah mengumpulkan
kalian semua ada hal yang harus Papah sampaikan terkhusus untuk kamu Nayla..”
Papah buka suara
Aku terkejut dan heran ketika namaku
disebut “Aku ??” tanyaku
“Papah
sudah mempertimbangkannya. Sebagai anak sulung dan Papah rasa usiamu sudah
cukup untuk menuju jenjang pernikahan” Ucap papah
Seketika wajahku merona, mungkinkah
papah menyetujui hubunganku dengan Gary? Yang selama ini bahkan beliau sangat
keras menentangnya
“Papah sudah menemukan orang yang
tepat untukmu.. ia anak dari kolega Papah. Minggu depan mereka sekeluarga akan
datang ke rumah ini, Papah harap kamu segera mempersiapkan diri” Papah berucap
lugas tanpa melihat bendungan air mataku
“Tapi..Pah..aku sudah mencintai
orang lain” Jawabku dalam isak
“Siapa? Gary? Apa yang bisa
diharapkan dari orang macam dia ? sudah jelas kalia berbeda keyakinan,,sampai
kapanpun Papah tidak akan pernah merestui…!!” Ucap Papah tegas
“Mah…” aku meminta pembelaan dari
Mamah, tapi beliaupun angkat tangan. Karena kami semua tau segala keputusan
Papah adalah mutlak tak aka nada yang berani menentangnya.


