Jumat, 09 Oktober 2026

Doulos Hope, Kapal Buku Terapung Bersandar di Jakarta

Sejak melihat tayangannya di lini masa media sosial, Doulos Hope bersandar di Jakarta sudah tertarik banget untuk berkunjung. Terlebih lokasinya di Pelabuhan Tanjung Priok ya ga jauh-jauh banget dari domisili Aku. Pameran buku yang awalnya hendak dibuka di pertengahan September kabarnya mengalami penundaan, karena tiket onlinenya untuk umum belum bisa diakses.

Baru disekitar jelang akhir bulan September 2026, website onlinenya sudah bisa di booking. Untuk pemesanannya :

  1. Cari akun Instagram @douloshope_indonesia
  2. Di bio ada link menuju website booking online
  3. Pilih tanggal dan waktu kunjungan yang di inginkan 
  4. Ada HTM Rp 15.000 tapi pembayaran tunai di meeting point GRJU.

Sore itu tanggal 28 September, udah berencana mau reservasi tapi kepikiran teman, kira-kira mau ga ya pergi bareng. Gayung bersambut mba Anna lagi di Jakarta. Jadi pesan 2 tiket untuk lusa. Sengaja ngambil weekeay agar tak terlalu padat.

Eksplore Doulos Hope di Tanjung Priok

Meeting Point di GRJU (samping Kantor Walikota) untuk diantar pulang pergi dengan shuttle menuju pelabuhan. Ternyata Aku datang kecepatan ke area yang harusnya jadwal 15.30 sudah tiba sebelum jam 3 sore. Shuttle hilir mudik setiap 10 menit sekali. Kondusif saat itu situasinya. 

Keadaan jalan raya pun lancar, hanya butuh sekitar 15-20 menit sudah tiba. Kapal bersandar di Dermaga Pelabuhan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman dari luar tapi tumbler berisi air putih diperbolehkan.

Sebelum menaiki tangga kapal, tiket diserahkan kepada petugas yang berjaga dan setelah tiba diatasnya pun disambut juga dengan kru kapal, rata-rata volunter dari berbagai negara (jadi menggunakan bahasa inggris) kurang lebih penyampaian untuk berhati-hati saat menaiki tangga. 

Memasuki area pameran bukunya, begitu menarik, penataan tiap rak cukup rapi, berjarak, dan disesuaikan dengan kategori. Untuk semua buku yang tersedia menggunakan bahasa inggris. Sistem harganya, di tag di tuliskan dalam bentuk unit, untuk mengetahui harganya biasanya ada form di sudut-sudut rak buku.


Di antara lorong-lorong kapal, pengunjung berjalan perlahan, menelusuri rak demi rak untuk menemukan judul yang menarik perhatian. Selain menjual buku-buku ada juga beragam alat tulis hingga cindera mata seperti post card, pin, dan lainnya.
.
Jika sudah menjatuhkan pilihan buku atau peralatan lainnya, bisa langsung menuju kasir. Untuk transaksi tidak dapat menggunakan Qris, hanya menerima pembayaran tunai (cash) atau kartu pembayaran internasional (seperti Mastercard dan VISA).  

Terlalu asyik eksplore jadi tidak terlalu menyadari sudah jam 5 sore, sebenernya niat awalnya mau sekalian sunset-an. Tapi berhubung belum shalat ashar dan masjidnya agak jauh jadi urung dan memilih mengejar waktu di GRJU, Alhamdulillah masih keburu.

Pameran Buku Terapung Internasional Doulos Hope 

Bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok bisa dikatakan ini menjadi kunjungan perdana setelah 38 tahun, sejak terakhir sekitar tahun 1988 kapal Doulos sejenis singgah di Jakarta. 

Untuk armada kapal Doulos Hope dibangun di Jerman pada tahun 1991 sebelum kemudian diakuisisi organisasi GBA Ships pada 2022. Setelah menjalani proses renovasi, akhirnya kapal ini kembali beroperasi pada Mei 2023 dan melanjutkan pelayaran ke berbagai kota pelabuhan di dunia.

Doulos Hope berlayar menggunakan bendera Malta. Menurut Wikipedia negara kepulauan ini ditenggarai memiliki sistem hukum maritim yang efisien dan diakui secara global. Sehingga lebih memudahkan untuk berpindah pelabuhan lintas negara secara sah di berbagai belahan dunia

Menurut beberapa sumber, Doulos Hope memiliki panjang sekitar 85,5 meter dan bobot kotor 3.370 GT. Adapun nama "Doulos" berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti "servant" atau pelayan.Oleh karenanya, Doulos Hope dimaknai sebagai "servant of hope" atau pelayan harapan yang membawa misi literasi, edukasi, dan kegiatan sosial yang membawa ribuan buku dan relawan dari berbagai negara bersamaan dengan itu juga mempertemukan orang-orang dari latar belakang serta budaya yang berbeda.

Bagi pengunjung yang ingin bersantai setelah berkeliling kapal, tersedia juga Hope Cafe yang menjadi tempat untuk beristirahat sambil menikmati suasana kawasan pelabuhan dari atas kapal. Menyediakan beraneka makanan seperti popcorn, Snack, minuman dan lainnya. 

Pameran Buku Terapung Internasional ini mulai dibuka untuk umum 25 September - 11 Oktober 2026. Untuk tiketnya dibanderol Rp15 ribu per orang dan gratis bagi anak-anak berusia 12 tahun ke bawah serta lansia berusia 65 tahun ke atas. Pameran tutup setiap Senin, beroperasi Selasa hingga Minggu pukul 13.30-21.00 WIB, dengan kunjungan terakhir pukul 20.30 WIB. 

Tidak ada komentar: