Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Selasa, 26 Juli 2022

Film 200 Pounds Beauty : Standard Kecantikan Pengaruhi Karir ?

Berkembangnya Korean Wave telah banyak memperkenalkan budaya khas negeri gingseng tersebut. Tidak hanya hiburan, dari segi kuliner pun telah menarik minat dan penasaran banyak orang. Sehingga tidak heran di Indonesia sendiri pun sudah banyak restoran atau rumah makan yang menyajikan makanan khas Korea selatan. 

Kalau sedang ada di kawasan Jawa Timur, pun rasanya tidak terlalu sulit jika ingin mencicipi makanan seperti kimchi dan kawan-kawannya. Misalnya aja mau mencari makanan Korea di Malang pun sudah banyak pilihannya. 

Namun dibalik gemerlap dan gelombang Korea Selatan ada sisi kelam dibaliknya. Hal ini bisa terlihat dari beberapa info dan VT yang beberapa hari terakhir ini sering kali dilihat dari pernyataan Lee Jeong Hoon. Lelaki kelahiran 1986 ini berasal dari Korea Selatan dan saat ini meniti karir di Indonesia. Dalam cuplikan wawancara Ia menerangkan di balik suksesnya budaya korea selatan yang mendunia juga ada diskriminasi akan kesempurnaan fisik yang menjadi landasan untuk berkarir. Lee Jeong Hoon mengatakan bahwa cantik dan tampan sudah menjadi suatu keharusan di Korea Selatan. karena hal itu bisa berpengaruh terhadap pekerjaan. 

Sumber Gambar : IMDB

Jadi teringat akan beberapa drama dan film yang memutar tema ini. Salah satunya "200 Pounds Beauty" yang meraih box office saat penayangannya. Saat ini film tersebut pun sudah beberapa kali di putar di stasiun tv swasta Indonesia. 

Film 200 Pounds Beauty bercerita tentang seorang perempuan bernama Hanna (Kim Ah Jong) yang bertubuh gemuk dan memiliki impian menjadi penyanyi terkenal. Namun karena tidak memenuhi standard kecantikan di sana, Hanna hanya bisa bekerja sebagai penyanyi di belakang panggung, dimana menjadi pengisi suara atau ghost singer untuk Ammy (Ji Seo Yun), seorang penyanyi terkenal. Di belakang panggung, Hanna selalu bekerja bersama produser musik bernama Sung Joon (Joo Jin Mo) dan lama-lama Ia pun menaruh hati kepada lelaki tersebut. Namun sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan. 

Hanna menyadari bahwa Ia dijauhi karena kondisi tubuhnya yang gemuk, sampai akhirnya membuatnya mulai mengonsumsi obat pelangsing namun justru membawanya masuk ke rumah sakit. 

Suatu hari, karena sebuah kejadian membuat hati Hanna sangat terluka, Ammy menghinanya di sebuah pesta ulang tahun karena mencintai Sung Joon. Yang paling menyakitkan adalah dikala lelaki yang dicintainya ternyata hanya memanfaatkannya saja. Akhirnya Hanna memutuskan berhenti menjadi ghost singer Ammy dan menghilang selama satu tahun. 

Usai gagal melakukan bunuh diri, Hanna bertekad untuk merubah penampilannya. Ia menjalani operasi plastik besar-besaran.  Kepada dokter bedahnya, Hanna mengatakan Ia berubah bukan sekedar untuk penampilan semata, tapi perubahan itu dilakukan juga demi cinta dan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Operasi berjalan lancar, Hanna pun menjelma menjadi seorang gadis yang sangat cantik. 

Perubahan drastis itu membuat sahabatnya sendiri, Jung Min (Kim Hyun sook) tidak mengenalinya. Mereka pun membuat identitas baru dengan nama Jenny untuk Hanna. Sebagai pribadi yang baru tentu tak ada yang menyadarinya, sebagai Jenny, Ia pun mengikuti audisi vokal Ammy dan hasilnya ia membuat semua orang terpukau. Karena bakat suara yang indah dan penampilan yang menawan, Jenny justru di kontrak sebagai penyanyi utama bukan ghost singer. 

Sumber Gambar : Asianwiki

Lewat film ini menjadi sebuah gambaran, memang dunia entertainment di Korea Selatan cukup keras dan memiliki standard kecantikan yang tinggi. Itu sebabnya banyak orang tua yang menawarkan operasi plastik dikala anaknya menginjak usia 17 tahun. 

Film 200 Pounds Beauty di adaptasi dari komik Jepang berjudul Kanna’s Big Succsess! karya Yumiko Suzuki. Memiliki durasi durasi 120 menit dan rilis pada tahun 2006, film ini cukup populer dan mendapat atensi positif dari penonton. 

Sesungguhnya definisi cantik adalah tentang kenyamanan dan kepercayaan diri. Baiknya lakukan apa yang membuat diri nyaman. Setiap orang berhak untuk menentukan dirinya seperti apa dan bagaimana. Di masa sekarang untuk berpenampilan menarik telah banyak refrensi yang bisa di jadikan inspirasi misalnya lewat media sosial atau portal web beauty dan lifestyle blog untuk mencari informasi seperti menerapkan gaya hidup sehat dan bagaimana berpenampilan lebih baik.

7 komentar:

Anisa AE mengatakan...

Aku tuh agak akh sama standar Korea, kalau kamu jelek tapi pinter masih mending yang bodoh tapi cantik. Karena enggak berguna pinter kalau fisik jelek pernah dengar ini di salah satu podcast atau acara apa yang artis asal Korea memilih menetap di Indonesia. Belum lihat sih kalau film ini, terima kasih sharingnya!

Tukang Jalan Jajan mengatakan...

Memang standar cantik tiap ras dimuka bumi punya konteks yang berbeda. Mungkin tidak semua pekerjaan yang harus seperti ini heheh tapi kalau untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan sepertinya emang perlu sih hehehe

Mpo Ratne mengatakan...

Bukan karena pakai yang bermerk ataupun yang lagi trend tapi memang balik lagi ke diri kita, nyaman, sesuai aturan agama dan sopan.

Risalah Husna mengatakan...

Kalau ngikutin standar kecantikan, rasanya jadi kurang bersyukur banget sama apa yang udh dikasih Allah. Cuma budaya Korea ya memang kaya gitu. Alhamdulillah, walau di Indonesia masih ada yang pake standar kecantikan, tapi ga sampai operasi juga. Kecuali mereka yang bener-bener punya uang. Bersyukur aja ya dengan apa yang udah dikasih Allah.

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Kayaknya ga cuma di Korea aja ya, di banyak negara pun persaingan untuk menjadi artis sangat luar biasa. Orang melakukan oplas utk menjadi lebih cantik, ganteng dan lebih seksi tampilannya.

Riri mengatakan...

Wahh ceritanya menarik nih, jadi penasaran pingin nonton film ini, kl versi yang mirip di Indonesia aku pernah nonton, yg korea jg kyknya seru deh.

Sumiyati Sapriasih mengatakan...

ceritanya sangat menarik, jadi penasaran nih ... pengen nonton filmnya bersama keluarga nonton lebih asyik ya