Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Minggu, 24 April 2022

Vanish Mengajak Berdonasi Lewat Gerakan Bahagia Berbagi Baju

Seiring berjalannya waktu, tren fashion di dunia terus mengalami perubahan. Apalagi jika Kamu merupakan salah satu yang mengikuti perkembangan industri fashion dan gemar berbelanja fashion item, mungkun saat ini lemari sudah dipenuhi oleh tumpukan baju. 

Padahal sering kali, baju yang terlalu banyak dan menumpuk justru malah membuat bingung memilih saat ingin dikenakan. Dan kadang dari sekian banyaknya baju di dalam lemari, mungkin banyak yang hanya dikenakan sekali atau dua kali saja. 

Nah, daripada baju-baju tersebut hanya memenuhi lemari dan tak lagi di kenakan, Kamu bisa mencoba untuk mendonasikannya yang tentu akan lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan. Sebab masih banyak masyarakat kurang beruntung yang tidak memiliki kesempatan membeli baju baru bahkan untuk merayakan lebaran. 

Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh media online Tirto pada tahun 2017, sebanyak 61,71% masyarakat menyatakan selalu membeli baju baru untuk lebaran setiap tahunnya. Di saat 3 dari 10 orang Indonesia mengaku menyingkirkan sepotong pakaian setelah mengenakannya hanya sekali (Omnibus YouGov, 2017), di sisi lain tidak semua orang mampu beli baju baru setiap bulan bahkan untuk setahun sekali. 

Itu sebabnya Bertepatan dengan momen Ramadan tahun ini, Reckitt Indonesia melalui Vanish, menginisiasi gerakan #BahagiaBerbagiBaju untuk mengajak masyarakat Indonesia menyumbangkan baju lama layak pakai bagi mereka yang membutuhkan sekaligus memperpanjang masa pakai pakaian sekaligus turut berpartisipasi mengurangi limbah pakaian. 

Gerakan #BahagiaBerbagiBaju ini juga sejalan dengan tujuan keberlanjutan perusahaan dalam upaya pelestarian lingkungan dalam upaya bersama-sama menciptakan dunia yang lebih bersih dan sehat. Selain menebar kebaikan kepada sesama juga telah memberi kebahagiaan tersendiri bagi yang membutuhkan. 

Sebagaimana yang disampaikan Rahul Bibhuti, Marketing Director Reckitt Indonesia, “Mengenakan pakaian terbaik merupakan bentuk sukacita dalam menyambut Hari Raya. Mengingat di antara kita masih banyak yang tidak bisa membeli baju baru untuk merayakan lebaran, maka melalui gerakan #BahagiaBerbagiBaju, Vanish ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut berbagi kebahagiaan dengan ‘menghidupkan kembali’ pakaian lama layak pakai mereka dengan Vanish agar menjadi pakaian yang terlihat bersih dan pantas dikenakan untuk menyambut momen kebersamaan ini." 

Turut mendukung gerakan #BahagiaBerbagiBaju dari Vanish, Aghnia Punjabi, seorang influencer hijab yang juga merupakan pengusaha fashion mengungkapkan, “Dalam industri fashion, terdapat istilah fast fashion untuk menggambarkan bagaimana pakaian diproduksi secara cepat agar dapat terus mengikuti tren terbaru. Perilaku membeli baju lebaran baru pun salah satunya didorong oleh tren fashion yang menampilkan desain yang berbeda setiap tahunnya.” 

Menurut artikel yang dirilis The World Bank tahun 2019, fast fashion dapat memperburuk masalah lingkungan karena mendorong lahirnya produk fashion yang memiliki masa pakai lebih singkat. Sebanyak 50 miliar pakaian baru diproduksi tahun 2000, dan 20 tahun kemudian tepatnya tahun 2020, tercatat rata-rata konsumen membeli pakaian 60% lebih banyak. 

Tidak hanya membeli lebih banyak, konsumen juga membuang lebih banyak pakaian. Kurang dari 1% pakaian bekas didaur ulang menjadi pakaian baru. Diperkirakan setiap tahunnya sekitar USD 500 miliar hilang akibat pakaian yang berakhir di tempat pembuangan sampah karena tidak disumbangkan atau didaur ulang . 

Aghnia Punjabi memandang perilaku semacam itu sangat mubazir, itu sebabnya Ia menerapkan prinsip one in, one out.

"Kalau saya membeli baju baru, saya akan memilih pakaian lama yang bisa disumbangkan ke sesama yang membutuhkan. Dengan konsep ini, selain dapat menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain, kita juga bisa berkontribusi dalam upaya mengurangi limbah pakaian yang merupakan salah satu ancaman bagi kelestarian lingkungan,” ungkapnya. 

Publik figure, Dona Agnesia sependapat. untuk membantu mengurangi personal fashion waste bisa di manfaatkan momen-momen istimewa salah satunya seperti Ramadan ini untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama dengan cara menyumbangkan pakaian lama layak pakai. 

Sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap sang pemilik baru, sebelum menyerahkan pakaian lama, alangkah lebih baiknya memastikan pakaian tersebut dalam keadaan bersih. 

Istri Darius Sinathrya ini juga percaya, kalau merawat pakaian yang di miliki dengan sepenuh hati, salah satunya dengan cara mencucinya menggunakan pembersih noda yang dapat membuat pakaian bersih, warna terlihat cerah dan tampak seperti baru, merupakan kebiasaan baik yang dapat memperpanjang masa pakai pakaian. 

Untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyumbangkan pakaian lama layak pakainya, Vanish menyediakan drop box di sejumlah pusat perbelanjaan seperti Transmart, Hypermart & Lottemart di berbagai wilayah seperti Jakarta, Tanggerang, dan Cibubur selama ramadan ini hingga 07 Mei 2022. 

Document : Indrifairy

Vanish juga bekerja sama dengan Paxel dalam menyediakan layanan penjemputan sumbangan pakaian lama layak pakai di lebih dari 40 kota di Indonesia. Sebagai apresiasi, Vanish juga menyediakan hadiah menarik berupa uang tunai senilai Rp 1.000.000 untuk masing-masing 5 orang donatur tercepat serta 300 pcs produk Vanish untuk donatur beruntung lainnya. 

Yuu, jangan sungkan dan jangan ragu untuk sedekah pakaian bekas. Karena bisa jadi pakaian yang tidak terpakai itu sangat bernilai bagi orang lain. 


11 komentar:

Anisa AE mengatakan...

Wah mantep nih programnya di bulan penuh berkah ini, apalagi menjelang hari raya pastinya banyak baju yang perlu diganti dengan yang baru. Kalau begini caranya kan lebih bermanfaat, mantep vanish memang andalan.

Mpo Ratne mengatakan...

Baju baru sekali pakai terus tidak di pakai dibuang ke tong sampah. Aih sayang banget. Vanish bikin baju lama seperti baru.

Okti Li mengatakan...

Nah kegiatan ini padahal saya ingin sekali berpartisipasi. Tapi ternyata daerah tempat tinggal saya tidak terjangkau.
Sayang banget ya.
Semoga mereka yang membutuhkan bisa mendapatkan yang terbaik ya dari program ini

Yuni Bint Saniro mengatakan...

Ini program vanish keren banget. Secara kan banyak banget pasti orang yang suka belanja baju. Daripada numpuk di lemari dan nggak dipake emang paling bagus kalau dihibahkan ke orang yang membutuhkanlah.

Dee_Arif mengatakan...

Wah, inspiratif banget program Vanish ini
Ini jadi salah satu aksi nyata mengurangi sampah tekstil ya kak

Hafif Rahman mengatakan...

keren, semoga program ini diteruskan

eka fitriani l mengatakan...

Keren nih vanish bikin event kayak gini. Karena emang bener, secara gak langsung kita nyampah pakaian. Kadang daripada beli baju baru terus, aku lebih milih nge thrift. Bisa ngurangin nyampah baju juga. Terus sebelumnya udah pasti declutering isi lemari dan sumbangin baju yang masih layak pake ke tetangga, saudara atau yayasan. Semoga event seperti vanish ini bisa terus berlanjut ya.

Fenni Bungsu mengatakan...

Dapat manfaatnya beragam nih, yang pastinya membuat bahagia baik pemberi dan penerimanya juga.
Semoga program Vanish ini berkelanjutan ya.

Ayu Natih Widhiarini - natih.net mengatakan...

programnya inspiring sekali yaa Vanish, penuh berkah dan bermanfaat untuk orang lain dan juga lingkungan.

Sarieffe mengatakan...

Programnya lumayan bagus nih Vanish. Aku sendiri sedang belajar konsep minimalis dan prefer ke penggunaan produk long fashion. Enggak sering-sering beli baju. Setuju dengan one in one out-nya

Ulfah Aulia mengatakan...

Keren banget, Vanish bisa mengajak masyarakat untuk menjadi donatur... Semoga nanti makin banyak yg ikut berpartisipasi ya..