Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Sabtu, 06 Januari 2018

Lembaran Cerita Untuk Tahun Yang Baru


Kalender yang bergantung di dinding kamar telah berganti masa. Kian waktu berjalan begitu cepatnya jika di renungkan. Entah, semakin berlalunya tahun demi tahun bergulir ada rasa yang tak mampu terpahami. Menyambut tahun baru, sudah tak lagi antusias apalagi jika dengan kehura-huraan yang sia-sia.

2017 bisa di bilang menjadi masa berat yang dialami dalam lingkungan keluarga, tidak spesifik kepada diri Saya tapi anggota keluarga lainnya. Ada rasa pedih yang tenggelam jauh, atas ketidakperdayaan. Bekali-kali berusaha untuk optimis tapi kenyataan hidup tak semanis harapan. Terkadang ada perasaan ingin menyerah, berulang kali mencoba bangkit dan menangis di balik senyum yang tergambarkan. Awalnya Saya mengira bahwa pilihan yang menjadi passion ini akan cukup memenuhi apa yang sekiranya di butuhkan, bahkan kini justru semakin merasa terpelosok jauh dalam ketertinggalan.


Berkali mencoba menutup 'buku lama' untuk kembali menorehkan tinta pengharapan dalam lembar kehidupan. Belajar untuk bersyukur, sabar, tekun, menjalani apa yang menjadi kodrat-Nya. Meski dalam relung percaya bahwa apa yang terjadi ada hikmah di baliknya. Selalu ada dua sisi, hitam ataupun putih, senang dan duka, bergulir silih berganti.

Flashback 2017

Saya agak bingung, mengumpamakan sepanjang tahun perjalanan itu. Selama hampir apa yang dijalani bukan merupakan impian yang diharapkan. Tetapi hikmahnya, mungkin itu adalah hal terbaik yang Allah tetapkan untuk Saya. Di mulai dari perjalanan, jujur Saya utarakan, entah mengapa terakhir belakangan ini Saya tak lagi menemukan makna kepuasan dari setiap jejak yang ditorehkan. Adakah yang salah dengan diri Saya ??

Saya coba merangkum beberapa perjalanan yang Saya lakukan sepanjang tahun 2017

Magelang

Jujur, Saya katakan ini pelarian buat Saya untuk tak ingin terobsesi mengingat moment bulan Februari. Kenapa ? karena selalu berujung kecewa, cara saya untuk membalut rasa itu adalah dengan melangkahkan kaki di alam terbuka yang Saya berfikir dengan demikian waktu akan terasa cepat berlalu. Tetapi Februari hadir selalu dengan hujan, yang mungkin bisa juga mewakili apa yang Saya rasakan.

Kediri - Blitar

Melangkah ke Jawa Timur, menyenangkan mendapat teman perjalanan yang menggap Saya ada. Tetapi kurang berkesannya mungkin karena terlalu terhimpit waktu sehingga terasa terburu-buru dan tidak puas eksplore lebih luas lagi.

Cianjur

Mbolang, ketiga orang nekat pergi dengan rencana tarik ulur hingga akhirnya sampai kesiangan tiba stasiun Bogor. Dengan keraguan dan tekat berjalan juga meski setengah jalan hujan mengiringi.

Semarang

Dari sepuluh orang yang berencana, yang jalan cuma dua, tidak tahu bagaimana mengumpakannya. Sayangnya, Saya tidak sempat eksplore kabupatennya yang punya potensi wisata yang lebih menarik. Kekecewaan disini adalah berharap ada yang bisa ditemui oleh orang yang di kenal, tapi...ya sudah lha....untuk itulah Saya tak berani berharap dengan orang lain terlalu lebih.

Pulau Merak

Perjalanan yang super nekat, pulang dari suatu acara langsung menuju tempat meeting point. Tidak membawa perlengkapan untuk jalan bahkan baju salinan karena sebenarnya sempat mundur dari rencana itu. Tapi kemudian berubah pikiran karena temannya teman Saya ternyata ikut serta dalam kegiatan malam yang Saya hadiri. Jadilah Saya menghubungi kawan yang mengajak sebelumnya. Meminjam pakaiannya. Karena ke daerah pantai tidak mungkin jika tidak basah-basahan.

Cirebon

Menapaki situs budaya kesepuhan Cirebon di bulan Ramadhan bersama Kompasiana, sebenarnya Saya bukan tipekal orang yang suka berpegian di bulan puasa, alasannya karena khawatir menggaggu kualitas ibadah. Tetapi ini menjadi pengalaman baru dan Alhamdulillah terlewati dengan baik.

Sukabumi

Perjalanan paling menegangkan, tiba di kereta keberangkatan tidak kurang dari 5 menit. Lari-larian sepanjang arah stasiun Bogor sebrang menuju Sukabumi. Berharap bisa eksplore 'Vitamin Sea' minimal pelabuhan ratu, tapi tak terlaksana. Apesnya lagi kejebak di tempat makan pinggir jalan, tapi harganya, cukup mahal untuk Saya dengan porsi makan yang dipesan.

Kebumen

Terkagum-kagum melihat gambarnya, tapi setelahh tiba (ko..di luar ekspektasi ya) Ah..ini mungkin bayangan Saya terlalu tinggi, mungkin kondisinya sedang tidak memungkinkan. 

Magelang-Yogyakarta

Perjalanan impian Saya dan ketiga adik.Namun, ketika harusnya membahagiakan kerap ada beberapa poin yang sempat membuat kesalahpahaman. Berkali-kali bersama mereka kini, Saya harus lebih sabar menahan hati. Mengalah dalam diam. Seharusnya menjadi 'Golden Jouerney' sepanjang tahun tapi sekali lagi, Saya tidak seharunya berharap terlalu tinggi. 

Palembang

Satu-satunya destinasi di luar pulau Jawa sepanjang tahun 2017. Hanya kurang nyaman terlalu di buru-buru (maklum dengan banyak orang dalam satu komunitas). Tidak terlalu banyak wisata alam yang bisa di eksplore, tapi bisa dikatakan ini surganya pempek. (murah-murah banget).

Sisi baiknya sepanjang tahun lalu, adalah sebuah kesempatan yang mungkin tak pernah Saya bayangkan sebelumnya.


  • CSR Visit Factory AQUA- Pasuruan, minuman mineral yang banyak di konsumsi masyarakat Indonesia.
  • Berkesempatan langsung melihat euforia aksi marathon nasional bersama Kompasiana dan Bank Mandiri
  • Berkesempatan bermalam dan dijamu cukup baik di hotel bintang lima Royal Tulip, hal ini tak terlepas dari kesempatan yang di berikan oleh founder Bunda Blogger Indonesia
  • Jelajahi Petung Kriyono, bertemu langsung dengan Bapak Bupati Pekalongan, mengenal budaya Batk lebih dekat, dan eksplore keindahan alam di kawasan kabupatennya
  • Factory Visit Pabrik Pocarie Sweet - Sukabumi, minuman ion yang yang kerap Saya konsimsi.  Ketika sebelumnya tak mendapat kesempatan dari yang lain tapi datang kesempatan lainnya lagi bersama Wajah Bunda Indonesia. 
  • CSR OWA JAWA bersama PERTAMINA dan KOMPASIANA, Saya suka sekali dengan aktifitas yang berhubungan dengan pelestarian ini. Tapi Sayangnya tidak semua mendapat kesempatan untuk berada dekat di penangkarannya.
  • CSR Kementerian Desa - Yogyakarta, menjadi lebih tahu lebih dalam program KEMENDES dan bertemu serta berdiskusi langsung secara dekat dengan Bapak Eko, serta beberapa petinggi Kepala daerah lainnya.
JIka dirunut, apa yang telah Saya dapatkan dan jalani selama ini tidaklah seberapa di banding kesuksesan yang orang lain alami. Kegagalan dan kecewa menjadi serba serbi warna yang melengkapi. Saya paham sekali, masih banyak perbaikan yang harus Saya lakukan. Jika ditanya resolusi tahun ini ? tidak ada yang terlalu spesifik selain menjadi manusia yang lebih baik, dalam Habluminallah ataupun Habluminannas.

Beberapa kalimat bijak mengatakan janganlah menikah karena dikejar umur, tapi kini Saya semakin mengerti apa yang dirasakan di umur segini yang dahulu menjadi hal terlihat biasa tapi nampaknya tidak pada kegundahan. Tak pernah terbayangkan untuk menikah di usia muda, tapi tak pernah menyangka juga bahwa telah melewati batas usia menikah yang diharap dahulu.

Ikhtiar, ternyata sudah 5 tahun berlalu sejak Saya memutuskan untuk ta'aruf dan saat ini, Saya semakin tidak percaya diri. Pasrah ? entahlah...

Saya bahagia menjalani apa yang Saya lakoni saat ini, tetapi nampaknya tidak dapat terus bertumpu di sini. Banyak yang lebih baik, lebih bagus dan lebih beruntung di berbagai aspeknya. Mungkin Saya harus menentang kegamangan, dengan kembali mencari penghasilan yang mengikat dengan bekerja full time seperti dahulu, setidaknya berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi bisa tercukupi. 

Saya bukan orang yang mudah untuk mendapatkan segala sesuatu, selalu ada perjuangan, penolakan, kegagalan, penantian yang cukup panjang. Dan Saya menyadari bahwa status keuangan benar bisa menjadi tolak ukur orang untuk lebih menghargai.

Selamat Datang Tahun Yang Baru, 2018. Bersahabatlah dengan Saya, dan tolong jangan ada duka ataupun kekecewaan di tiap masanya.

11 komentar:

  1. Semoga 2017 yang membawa banyak pelajaran membuat hidup kita di 2018 jadi semakin bijak ya, mbak.
    Tetap semangat Hablumminallah dan Habluminannas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin, Allahumma aaamiiin
      Terima kasih banyak Mba

      Hapus
  2. perjalanannya keren sekali teh menurutku, aku sempet punya target nikah di tahun 2019 dengan usia yang bisa dibilang matang. tapi qadarullah dapat joodoh di tahun 2017 kemaren menikah di usia muda.. semuanya sesuai dan tepat waktu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih mba, tmn saya juga ada yg lebih dahulu menikah padahal blm masuk usia target :D

      Memang rahasia kehidupan benar2 misterius

      Hapus
  3. Semangat terus, Mbak. Saya yakin jik 2018 nanti bisa lebih baik, yang penting terus berusaha dan berdo'a jadi lebih baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaamiiiin, ya..Allah
      Terima kasih banyak mba Anisa
      Doa yang sama utkmu :)

      Hapus
  4. Asiikk... jalan jalan terruusss mba ^^ keren, kalau aku mana bisa jalan ke suatu tempat tanpa persiapan apapun hehehe *mak rempong*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Destinasi impian Saya masih banyak Mba (haha haha)
      lumayan memempa diri utk sigap dlm kondisi dan segala situasi :)

      Hapus
  5. Wooowww perjalanan th 2017 nya cukup banyak. Tahun baru, harapan baru. Semoga thn ini membawa kenahagiaan yang jauh lbh banyak ya mba. Semangaaaattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya merasa ko masih kurang ya (hehehe)
      aaamiiin, semoga ke depannya lebih baik
      Begitu juga utkmu Mba ^_^

      Hapus
  6. Perjalanannya cukup banyak ya kak.. Semoga aja tahun ini bisa mencapai semua mimpi-mimpi yang tertunda :)

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    BalasHapus