Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Minggu, 06 Agustus 2017

Petung Kriyono, Pesona Wisata di Pekalongan

Mendengar kota Pekalongan, Saya selalu teringat akan industri batiknya yang mendunia. Namun, disamping itu Kota yang sangat dekat dengan kawasan Banjarnegara juga Semarang ini sering di juluki sebagai kota Tahu dan kota Santri yang didasarkan pada karakteristik masyarakat setempat yang di dominasi dan terkenal religius.

Saya merasa cukup beruntung bisa hadir dan menjadi bagian dari program "Amazing National Petung Explore 2017"  yang di seleksi dengan empat kategori meliputi Drone Video, Fotografer, Blogger dan Jurnalist. Kehadiran sekitar 80 peserta di sambut langsung dengan hangat oleh Bupati yakni Bapak Asip Kholbihi, SH, MSi.
Pendopo Kajen Pekalongan (Doc.Pri)


Adalah Pendopo Kajen Kabupaten Pekalongan menjadi tempat pertemuan tersebut. Memiliki halaman yang sangat luas dengan tiang-tiang penyanggah yang kokoh dan atap berbentuk limas, sangat artistik. Di sebrang gedung terdapat sebuah monumen berbentuk gunungan pewayangan yang ternyata tak kalah menarik untuk dijadikan spot berfoto.

Bapak Bupati sangat mengapresiasi akan acara yang di gagas oleh pemuda-pemudi Pekalongan dibawah payung komunitas bernama Kanjen Unique yang mengundang peserta dari berbagai bidang. Memperkenalkan wisata-wisata yang mulai ditemukan dan dikembangkan.

Memang, terakhir belakangan ini di tengah maraknya potensi wisata Indonesia yang kian melesat. Menarik minat masyarakat setempat untuk terus menggali kekayaan wisata alam agar banyak pengunjung yang tertarik. Pekalongan pun tak kalah ambil start. Beberapa tahun terakhir pemerintah menaruh perhatian penuh untuk sektor wisata setempat. Hingga di temukan beberapa potensi keindahan alam yang bisa menjadi daya tarik pengunjung nantinya.

Adalah wilayah selatan Pekalongan, yang di kenal dengan nama Petung Kriyono. Merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 600-2100 Meter Di atas Permukaan Laut (Mdpl). Untuk mencapai lokasi biasanya menggunakan mobil angkutan semacam bak terbuka yang di kenal Anggun Paris (Angkutan Pariwisata). Menyenangkan, menegangkan, begitu lah kira-kira sensasi ketika berada di dalam kendaraannya yang melaju gesit dengan jalan berkelok-kelok dan menanjak juga bebatuan jalan yang memberi pernyataan bahwa akses jalannya memerlukan perbaikan.

Saat itu di mobil terisi hampir 10 orang di belakang, dengan satu orang penanggung jawab. Dan di mobil yang Saya tumpangi, adalah Mas Wato yang mendampingi. Senangnya, Dia cukup tanggap ketika Saya dan beberapa teman bertanya perihal Petung Kriyono dan destinasi yang ada disekitarnya. Menurut penuturannya Petung kriyono berasal dari kata yang memiliki arti rumpun bambu.


Tarian Selamat Datang Petung Kriyono (Doc.Pri)
Destinasi awal Kami adalah Gerbang Petung, sebuah monumen menandai batas sebagai pintu gerbang menuju kawasan petung yang berada di dataran tinggi. Semula kami disambut dengan tarian daerah, yang dibawakan dengan gemulai oleh dua penari cantik yang bergerak lincah. Bahkan seluruh peserta berkesempatan mencicipi langsung kopi perkebunan warga yang cukup terkenal yakni Kopi Petung, rasa arabica yang disajikan cukup nikmat.
Foto Bersama di Gerbang Petung Kriyono (Doc.Hengky)
Spot berikutnya adalah Curug Sibedug, cukup dekat dengan pinggir jalan dan tidak terlalu sulit jalurnya untuk mencapai tujuan. Berlokasi di Dusun Sokokembang Desa Kayupuring, air terjun dengan ketinggian mencapai 20 meter ini memiliki dua sumber mata air. Bahkan sebenarnya tiga jika debit airnya tegah melimpah. Merupakan aliran air yang mengalir dari Gunung Kukusan.


Desa Kayupuring - Curug Sibedug (Doc.Pri)

Panorama Curug Sibedug (Doc.Pri)

Kunjungan ke Curug Sibedug (Doc.Pri)
Semakin menanjak ke spot berikutnya, adalah jembatan sipingit. Menurut Mas Wato, tidak ada penjelasan pasti mengapa area itu dinamakan sipingit, tapi satu hal yang pasti di bawah jembatan itu mengalir sungai yang jernih dengan batu-batu besar di sekitarnya. Lokasinya yang berada di jalan raya, menjadikan area ini sangat mudah untuk dijangkau.
panorama sungai sipingit (Doc.Pri)
berkunjung ke sungaii sipingit (Doc.Pri)

Hari kian siang, masih ada beberapa lokasi lain yang akan di tuju. Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya Kami tiba di Welo River yakni sebuah are body rafting yang sudah cukup banyak dikenal oleh wisatawan penggemar tantangan air.  Ketika memasuki areanya, sangat terasa sekali keasrian dan kesejukan tempat tersebut karena didominasi pepohonan.
Welo Asri (Doc.Pri)
spot 1 foto welo asri (Doc.Pri)
spot 2 foto welo asri (Doc.Pri)
Banyak spot-spot menarik yang dibuat sedemikian rupa untuk pengunjung  mengabadikan foto-foto. Yang cukup menarik perhatian adalah spot rumah pohon yang tinggi menjulang. 

Sebelum hari kian sore, Kami segera bergegas menuju destinasi selanjutnya yakni Curug Bajing, menjadi salah satu andalan dan primadona di Petung Kriyono karena kecantikan panorama sekitarnya dengan air terjun menjulang sekitar 75 meter dengan debit air yang stabil dan mengalir cantik melewati benatuan bersusun.
Berkunjung ke curug bajing (Doc.Pri)
Curug Bajing (Doc.Pri)


Air terjun ini di tenggarai mengalir dari gunung Rogojembangan. Pemandangan sekitar nampak.sangat asri, lokasi yang bisa dikatakan tidak terlampau dekat ini akan tidak terlalu terasa melelahkan karena banyak spot foto unik dan menarik yang bisa memanjakan pengunjung untuk mengabadikan foto maupun video.


Spot Foto Curug Bajing (Doc.Pri)
Hari kian beranjak senja, menjelang gelap kabut semakin naik. Menuju destinasi terakhir, Kawasan Curug Lawe. Karena tidak memungkinkan utk melanjutkan hingga ke lokasi Curug, sehingga peserta hanya berkesempatan untuk mengeksplore Wanawisata Curug Lawe yang di dominasi hutan pinus berhiaskan beraneka pernak-pernik dan sangat menarik untuk di jadikan spot foto.
Suasana di hutan pinus curug lawe (Doc.Pri)
Bermacam warna-warni payung menghiasi sebagian jalan di antara pohon pinus, bahkan untuk sejenak bersantai karena tergantung beberapa hammock yang bisa di gunakan oleh pengunjung. Di tempat ini juga, Kami para peserta di sambut meriah dengan lagu, musik serta tarian yang nuansanya ceria dari Rampak santri Al Funsha.


Tarian Sambutan di Curug Lawe (Doc.Pri)
Di sisi lainnya hadir pula wakil Bupati, yakni Ibu Ir.Hj. Arini Harimukti yang menyambut senang akan kedatangan para peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Beliau pun menaruh harapan besar disampaikan kepada seluruh peserta agar destinasi di Pekalongan ini bisa lebih dikenal khalayak.


Ibu Wakil Bupati Pekalongan (Doc.Pri)
Nah..kan, Pekalongan ini tak kalah menarik dengan destinasi alam lain di Indonesia. Lokasi kota yang strategis dan mudah untuk di tempuh bisa menjadikan pilihan untuk berlibur atau sekedar menghabiskan weekend dengan ceria. Yang lebih penting dari itu, adalah dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian tempat wisata. Jangan sampai melakukan vandalisme yang bisa merusak keindahan dan kenyamanan destinasi yang dikunjungi. 



14 komentar:

  1. Air terjunya segar banget. Wah udah kepengin nih ke air terjun dan foto fotoan asik di Petung Kriyono :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mba. Pas bgt utk hilangin penat

      Hapus
  2. Banyak curug ya ternyata di Pekalongan. Baru tahu klo Pekalongan terkenal sebagai kota Tahu. Tahu makanan maksudnya? Pekalongan indah ya. Banyak tempat kece untuk narsis. Betah nih pasti di Pekalongan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak. Itu aja ada beberapa yg belum ke eksplore

      Hapus
  3. Wkkwkw kok aku heran kenapa kita gak pada diinapkan di homestay di Petungkriyono yak, padahal kan bakalan lebih seru... Dan yang jelas memangkas waktu perjalanan.

    Nanti ah, main ke sana lagi, ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..iya..jdkan menghemat jarak tempuh, suasana kebersamaan lbh erat terasa. Dah gitu udaranya adem bgt 😀

      Hapus
    2. karena kuota pesertanya banyak, ga cukup kalau nginep di homestay

      Hapus
  4. wah potensi wisatk ya, pekalongan banyak ya, waktu itu hanya sempat lihat batik pekalongan saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..berarti harus balik lagi mba utk menelisik keindahan alamnya juga

      Hapus
  5. Angkutannya bakal jalan reguler gak ya? Kan memudahkan transportasi dari kota pekalongannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anggun paris ini memang dikhususkan utk area wisata Mas

      Hapus
  6. balik lagi yuk mbakkk, dengan waktu yg lebih selow, tubing gitu di Welo, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah..udah rindu ingin kembali
      Semoga ada kesempatan di lain waktu

      Hapus
  7. Mampir kesini tiba-tiba pengen main lagi ke Curug Bajing huuu :(

    BalasHapus