Senin, 28 Oktober 2013

Memaknai Rasa Nasionalis di Hari Sumpah Pemuda

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe1ozsPN7Lpl4VIuD1946_DriRKB0k11f-cLlSW7Qrs7enEo5DkAdYQxRyjTCH_iHtC9XClabVb-4PTEkM8yC5eY6uK7SGr1eIaACRhP_lj6z9UsaTUrPmfimG3RwFtmODizqBmjMtndQ-/s400/speedy_sumpah_pemuda.jpg
Jika menelisik sejarah yang jatuh bertepatan pada hari ini tgl 28 Oktober di tahun 1928, beberapa pemuda dari berbagai golongan dimana mereka membagi-bagi kelompok asas dasar kedaerah seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon,Jong Borneo dll. Mereka terkotak-kotak dalam organisasi kesukuan tersebut, hingga kemudia tumbuhlah rasa nasionalis mereka untuk bersatu bahwa pada hakikatnya mereka adalah satu, satu dalam ikatan sebagai rakyat Indonesia.

Kemudian para pemuda berkumpul bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat yang sekarang beralih fungsi menjadi Museum Sumpah Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong.membuat perumusan sebagai asas pemersatu bangsa.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Kenapa Shalat Menghadap Ka'bah ??

Mungkin selama ini sebagian dari kita selalu bertanya setiap kali kita melakukan ibadah sekaligus rukun Islam nomor dua yaitu shalat kita selalu menghadap kiblat, atau dalam hal ini Ka’bah. Nah mengapakah sebenarnya harus menghadap Ka’bah?

 http://pesantren-alihsan.org/wp-content/uploads/2013/04/gambar-kabah.jpg
Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Humor Pedagang

KIPAS GELENG

Suatu hari ada seorang penumpang bus yang sedang asyik nyantai, lalu ada seorang penjual kipas menawarkan kepada penumpang tersebut,

"Kipas geleng, kipas geleng, murah dan awet" kata penjual tadi berulang-ulang.

Karena didalam bus tersebut panas maka penumpang tadi menawar kipas tersebut, dan setelah dibeli dan digunakan kipas tersebut robek dan pembeli tadi protes lalu pedagang bertanya,

"Anda memakai kipasnya di gimanakan?"
"Dikipas-kipaskan kipasnya" kata pembeli.
"Pantas, caranya salah, harusnya kipasnya yang diam lalu kepalnya yang geleng-geleng. namanya juga kipas geleng..." jawab pedagang kalem.

Jumat, 25 Oktober 2013

Mencari Arti Hidup


Sunyi dalam sepi...
Sendiri membayang langkah hari
tiada lagi rasa keberatian hidup
tiada lagi yang sungguh perduli

Ingin terbang jauh merentas angkasa
atau bahkan tenggelam dalam lautan samudra
melepaskan duka
meninggalkan kenangan
menghempaskan lara

kemana lagi kaki akan melangkah
meniti bahagia yang tiada juga di jumpa
mencoba berlari namun tetap tak juga terjangkau
warna-warni keceriaan tiada
yang tergambar kelabu dan pekatnya malam

mencari dan terus mencari
Adakah arti ku hidup di kefanaan ini??
Adakah yang membutuhkanku?
Adakah yang perduli dan sayang denganku?? tulus...

rinai hujan menari
menyiratkan gemericik air semakin pilu
keheningan kian terasa menguasai

Hanya pada-MU Rabb
kupasrahkan diri dan hati ini
Engkau tempatku mengadu dan berkeluh kesah
Aku selalu meyakini bahwa Engkau mengawasiku
Hanya dengan-Mu kesendirianku pun terobati