Film "Ayla : The Daughter Of War" yang dirilis tahun 2017 ini tengah ramai dan viral di jagat salah satu platform media sosial dan setelah menyaksikannya ternyata memang sebagus itu. Menurut deskripsi ku, film ini menyampaikan pesan akan makna ketulusan dari sebuah kebaikan, cinta dan kemanusiaan.
Film berdurasi hampir 2 jam ini terinspirasi dari sebuah film dokumenter Korea Selatan 2010 berjudul "Kore Ayla" yang terkenal baik di Korea Selatan maupun di Turki. Sebuah ikatan lebih dari anak korban perang dan pasukan tentara.
Sinopsis :
Setelah perang dunia 2 pecahlah perang antara Korea Selatan dan Korea Utara pada tahun 1950. Adalah Sersan Suleyman Dilbirligi (Ismail Hacioglu) merupakan bagian dari pasukan Turki yang dikirim PBB. Bersama yang lainnya termasuk sahabatnya yang mahir dalam menembak, Ali (Ali Atay) ditugaskan untuk membantu peperangan yang ada di Korea Selatan.
Suleyman adalah perwira muda yang patriotik, berkepala dingin tetapi berhati hangat. Teringat akan salah satu scene yang cukup unik antara Suleyman dan seorang tentara Amerika ketika ingin mengusir semut. Suleyman justru tak sanggup membunuh hewan kecil itu dan memilih trik lain mengusir semut.



