Ketika berkeinginan untuk mengunjungi Kota Semarang, satu tempat yang sudah menjadi list dalam perencanaan perjalanan adalah Masjid Agung Semarang. Tentu yang semula menjadi daya pikat adalah payung hidrolik besar yang jadi mengingatkan Masjid Nabawi di Madinah.
Alhamdulillah, dalam eksplore Semarang saat itu bersama teman bernama Wulan kesampaian juga (jauh sebelumnya sudah beberapa kali rencana tapi gagal). Matahari pagi menyambut hangat Kami saat itu, Kami terbilang santai dalam perjalanan. Jika tidak salah ingat baru keluar hotel jam 10-an. Semula ingin sekalian shalat Zuhur disana.
![]() |
| Masjid Agung Semarang |
Setibanya di Masjid yang beralamat di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Rasanya tidak sabar ingin segera melihat lebih dekat setiap sisi kemegahannya. Namun, saat Kami tiba disana kondisi kurang kondusif karena ada beberapa bagian yang tengah renovasi dan ada juga di sisi lainnya pelaksanaan akad nikah. Sehingga tidak bisa melihat lebih jauh, jadi Kami hanya singgah sesaat.
Kemegahan Masjid Agung Semarang ini bisa terlihat dari arsitektur bangunannya. Mengadopsi perpaduan arsitektur Jawa, Roma, dan Timur tengah. Untuk arsitektur budaya Jawa terdapat pada atap limasan masjid. Beralih ke sisi lainnya di bagian ujungnya terdapat kubah dengan diameter 20 meter yang dikelilingi oleh 4 menara dengan tinggi masing-masing sekitar 62 meter, yang sangat mencerminkan gaya arsitektur Timur Tengah.



