Sabtu, 24 Desember 2016

KEMENPAR Mencanangkan Pengembagan Pariwisata Halal di Indonesia

Destinasi Prioritas Prog.Kemenpar
Travelling kini telah menjadi kegemaran bagi banyak orang. Berbagai destinasi tanah air memberi daya pikat bagi pecinta perjalanan. Tentu saja hal itu akan menjadi peluang besar bagi pemasukan devisa negara.

Oleh sebab itu kementrian pariwisata beserta jajaran terkait semakin berbenah untuk mengembangkan peluang wisata bagi kunjungan wisatawan baik lokal maupun international.

Diharapkan nantinya sektor pariwisata bisa tumbuh dan mampu memberikan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mendukung percepatan tersebut, pemerintah mencanangan pembangunan 10 destinasi  prioritas diantarnya : Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok-NTB), Labuan Bajo (Flores-NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotal (Maluku).

Rabu, 21 Desember 2016

Film Cek Toko Sebelah : Harapan Akan Selalu Ada

Sumber Gambar : Official "Cek Toko Sebelah"
Apa yang terbesit dalam benak teman-teman ketika mendengar kalimat "Cek Toko Sebelah ?". Sebuah tagline yang telah lama mengudara di kalangan masyarakat, siapa sangka hanya dari hal sederhana tersebut bisa tercipta sebuah karya perfilman. Seakan mencoba peruntungan sebagaimana kesuksesan sebelumnya, Ernest Prakasa selaku sutradara sekaligus pemain mengangkat hal-hal sederhana yang umum terjadi di masyarakat ke dalam layar lebar.


Sinopsis film


Di bawah rumah produksi Starvision film "Cek Toko Sebelah" mengangkat genre comedy, bercerita tentang sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah (Chew Kinwah) dan juga dua orang putranya, si sulung Yohan (Dion Wiyoko) dan si bungsu Erwin (Ernest Prakasa). Sang ayah yang sudah berumur dan mulai sakit-sakitan ingin mewariskan sebuah toko yang sudah lama dia kelolanya. Mulanya sang ayah ingin mewariskan toko tersebut pada Erwin karena baginya si bungsu adalah anak yang pintar, memilki karir yang bagus serta penurut. Di siai lain hubungan antara sang ayah dan Yohan tidak begitu baik karena si sulung memiliki sifat yang buruk, membantah orangtua dan kehidupannya tidak memiliki masa depan.

Jumat, 16 Desember 2016

Eloknya Pulau Lombok Yang Mempesona

Berlanjut ke perjalanan berikutnya, usai makan siang kami pun melanjutkan menuju Danau Segara Anakan. Perjalanan yang dibilang tidak mudah karena kami harus menuruni track seperti sebuah tebing berbatu cadas, meskipun ada sedikit bonus karena beberapa diantaranya dibuat menyerupai tangga namun kondisi yang licin tetap harus diperhatikan karena jika lengah bukan tidak mungkin terjatuh bahkan bisa mengalami cidera. Rintik gerimis mulai mengiringi langkah perjalanan kami. Semakin sempurna karena adik Saya mengalami keram di kaki, untungnya tetap bisa melanjutkan perjalanan walau harus tertatih.

Meskipun lebih lama sampai dari umumnya, bisa tiba di area camping danau pun sudah cukup bersyukur meskipun harus basah kuyup karena hujan yang turun di tengah perjalanan namun tak membuat kami menemukan tempat untuk berteduh. Perjalanan yang sungguh luar biasa, karena untuk menuju ke Danau Segara anakan dari Pelawangan sama artinya dengan mengelilingi bukit.


Sesampainya Saya tidak bisa benar-benar menikmati keindahan Danau Segara Anakan karena tiba sudah sangat petang selain itu jua memulihkan kondisi tubuh yang cukup kelelahan dan segera berganti pakaian yang basah kuyup.
Danau Segara Anakan - Rinjani

Kamis, 15 Desember 2016

Bulan Terbalah Di Langit Amerika 2 : Tabir Sejarah Islam di Negeri Paman Sam

Sumber gbr : Official BTDLA 2
Awalnya hanya iseng ikutan kuis dari instagram, tidak disangka rupanya mendapat kesempatan utk hadir di acara gala premiernya bertempat di XXI Plaza Indonesia pada 03 Desember 2016 lalu.

Bertolak dari acara sebelumnya di Serpong, beruntung bisa tiba sebelum film dipuatar. Bergenre drama religi, film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 merupakan sekuel dari film sebelumnya yang diadaptasi dari buku karya Hanum Rais dengan judul yang sama.

Menggandeng sutradara kenamaan Rizal Mantovani mengangkat kisah ke empat perjalanan Hanum dan Rangga menapaki jejak-jejak sejarah peradaban islam di sisi negara barat.

Diceritakan bahwa Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasetya) sebenarnya sudah berniat untuk kembali ke Wina. Namun Hanum kembali diberi tugas baru yang membuat pasangan ini tertahan di Amerika.