Rabu, 21 Desember 2016

Film Cek Toko Sebelah : Harapan Akan Selalu Ada

Sumber Gambar : Official "Cek Toko Sebelah"
Apa yang terbesit dalam benak teman-teman ketika mendengar kalimat "Cek Toko Sebelah ?". Sebuah tagline yang telah lama mengudara di kalangan masyarakat, siapa sangka hanya dari hal sederhana tersebut bisa tercipta sebuah karya perfilman. Seakan mencoba peruntungan sebagaimana kesuksesan sebelumnya, Ernest Prakasa selaku sutradara sekaligus pemain mengangkat hal-hal sederhana yang umum terjadi di masyarakat ke dalam layar lebar.


Sinopsis film


Di bawah rumah produksi Starvision film "Cek Toko Sebelah" mengangkat genre comedy, bercerita tentang sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah (Chew Kinwah) dan juga dua orang putranya, si sulung Yohan (Dion Wiyoko) dan si bungsu Erwin (Ernest Prakasa). Sang ayah yang sudah berumur dan mulai sakit-sakitan ingin mewariskan sebuah toko yang sudah lama dia kelolanya. Mulanya sang ayah ingin mewariskan toko tersebut pada Erwin karena baginya si bungsu adalah anak yang pintar, memilki karir yang bagus serta penurut. Di siai lain hubungan antara sang ayah dan Yohan tidak begitu baik karena si sulung memiliki sifat yang buruk, membantah orangtua dan kehidupannya tidak memiliki masa depan.

Jumat, 16 Desember 2016

Eloknya Pulau Lombok Yang Mempesona

Berlanjut ke perjalanan berikutnya, usai makan siang kami pun melanjutkan menuju Danau Segara Anakan. Perjalanan yang dibilang tidak mudah karena kami harus menuruni track seperti sebuah tebing berbatu cadas, meskipun ada sedikit bonus karena beberapa diantaranya dibuat menyerupai tangga namun kondisi yang licin tetap harus diperhatikan karena jika lengah bukan tidak mungkin terjatuh bahkan bisa mengalami cidera. Rintik gerimis mulai mengiringi langkah perjalanan kami. Semakin sempurna karena adik Saya mengalami keram di kaki, untungnya tetap bisa melanjutkan perjalanan walau harus tertatih.

Meskipun lebih lama sampai dari umumnya, bisa tiba di area camping danau pun sudah cukup bersyukur meskipun harus basah kuyup karena hujan yang turun di tengah perjalanan namun tak membuat kami menemukan tempat untuk berteduh. Perjalanan yang sungguh luar biasa, karena untuk menuju ke Danau Segara anakan dari Pelawangan sama artinya dengan mengelilingi bukit.


Sesampainya Saya tidak bisa benar-benar menikmati keindahan Danau Segara Anakan karena tiba sudah sangat petang selain itu jua memulihkan kondisi tubuh yang cukup kelelahan dan segera berganti pakaian yang basah kuyup.
Danau Segara Anakan - Rinjani

Kamis, 15 Desember 2016

Bulan Terbalah Di Langit Amerika 2 : Tabir Sejarah Islam di Negeri Paman Sam

Sumber gbr : Official BTDLA 2
Awalnya hanya iseng ikutan kuis dari instagram, tidak disangka rupanya mendapat kesempatan utk hadir di acara gala premiernya bertempat di XXI Plaza Indonesia pada 03 Desember 2016 lalu.

Bertolak dari acara sebelumnya di Serpong, beruntung bisa tiba sebelum film dipuatar. Bergenre drama religi, film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 merupakan sekuel dari film sebelumnya yang diadaptasi dari buku karya Hanum Rais dengan judul yang sama.

Menggandeng sutradara kenamaan Rizal Mantovani mengangkat kisah ke empat perjalanan Hanum dan Rangga menapaki jejak-jejak sejarah peradaban islam di sisi negara barat.

Diceritakan bahwa Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasetya) sebenarnya sudah berniat untuk kembali ke Wina. Namun Hanum kembali diberi tugas baru yang membuat pasangan ini tertahan di Amerika.

Senin, 05 Desember 2016

Workshop dan Diskusi STOP HIV AIDS Menuju Indonesia Sehat

Sumber Gambar : pixabay.com

Dalam memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 01 Desember 2016 lalu, puncak kegiatan diadakan di Surabaya yang juga di hadiri oleh Ibu mentri kesehatan dan Bapak Gubernur Jawa Timur. Di siang harinya team Departemen Kesehatan yang bertolak dari Jakarta pun mengadakan workshop bersama blogger Surabaya dan sekitarnya seperti dari Malang, Sidoarjo hingga Madura. Salut dengan semangat mereka untuk konsisten hadir ke Hotel Tunjungan.

Acara yang mengangkat tema “Menuju Indonesia Sehat” dengan narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing dalam perbincangan mengenai HIV AIDS. Acara di buka oleh Bapak Indra Rizon, SKM, Mkes selaku kepala bagian salah satu bidang humas di Departement Kesehatan. Berperan sebagai moderator selama berlangsungnya acara, Bapak Indra memperkenankan narasumber untuk memperkenalkan diri dan sharing kepada para blogger yang hadir.
Bapak Indra Rizon (Doc.Pri)

Pembicara pertama adalah Bapak Drg. Oscar Primadi, merupakan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayananan Komunikasi, Kemenkes RI. Beliau menerangkan beberapa definisi seperti  Penyakit katastropik yakni  penyakit yang penanganannya biasanya memerlukan biaya tinggi dan secara komplikasi dapat membahayakan jiwanya. Beberapa penyakit yang termasuk penyakit katastropik di antaranya, hipertensi (darah tinggi) yang berpotensi menjadi kronis dan berkomplikasi, misalnya, terjadinya stroke atau serangan jantung, penyakit jantung koroner yang membutuhkan penanganan komprehensif, penyakit gagal ginjal kronis yang membutuhkan cuci darah permanen, penyakit per kolesterol yang tinggi yang membutuhkan obat-obatan yang panjang, Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, dimana penderitanya membutuhkan untuk mengkonsumsi obat secara terus menerus, penyakit pasca stroke, lalu penyakit ganas lainnya seperti kanker, tumor dan lainnya. Termasuk penyakit infeksi yang serius, misalnya, hepatitis atau radang hati yang dapat menyebabkan sirosis atau penyakit tuberkulosis paru yang memerlukan obat-obatan lama.

Dan yang disebutkan tersebut adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia, selain itu saat ini perkembangan penyakit lainnya yang cukup memprihatinkan adalah HIV AIDS dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan. HIV (Human Immunodeficiency Virus) AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom)  adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh serta melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Umumnya penyebaran virus tersebut melalui  cairan tubuh dari orang yang terinfeksi seperti  cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine

Semakin tingginya angka kematian atas banyaknya penyakit yang menyebar di masyarakat menggerakan dinas kesehatan serta seluruh team terkait, membuat terobosan dan sebuah kebijakan untuk mengajak masyarakat perduli dan menyadari begitu pentingnya gaya hidup sehat. Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dilakukan sebagai bentuk upaya promotif dan preventif menuju Indonesia Sehat. Adapun tujuannya adalah :

  1. 1Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan
  2. Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk
  3. Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.

Tetapi semua itu akan terealisasikan jika semua komponen bersatu, tak terkecuali peranan blogger sangat diharapkan untuk menyebar informasi secara lebih luas.


Pembicara berikutnya adalah Bapak Dr Ansarul F selaku Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah kesehatan Dinas Keseharan Jawa Timur. Di Indonesia wilayah yang mempunyai kasus HIV/AIDS tertinggi salah satunya adalah Propinsi Jawa Timur tepatnya Surabaya, kondisi ini jelas sangat memprihatinkan mengingat Surabaya adalah kota terbesar dan modern setelah Jakarta. Meskipun sudah ada tindakan dengan penutupan Dolly sebagai lokalisasi terbesar namun hal itu tidak menjamin, faktanya kasus HIV AIDS justru lebih banyak ditemukan kepada penderita Ibu Rumah Tangga dan anak.

Banyak hal yang mendasarinya penyebaran virus tersebut , untuk itu harus ada upaya intensif dari semua pihak untuk mengurangi penularan dan penambahan kasus HIV/AIDS, salah satunya adalah pemberian obat secara gratis kepada penderita, seperti obat Anti Retrovirus (ARV).

Ibu Dr Wiendra Woworuntu selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes RI, menambahkan meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat. Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum serta peralatan suntik apa pun.

Untuk menekan makin merebaknya kasus HIV dan AIDS Dinas Kesehatan melakukan beberapa langkah strategis yakni dengan meluncurkan tiga program Zero yaitu Zero New Infection diharapkan mampu menurunkan jumlah kasus baru HIV serendah mungkin. Program Zero AIDS Related Deaths, menurunkan serendah mungkin angka kematian AIDS dan Zero Discrimination, menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap pasien HIV AIDS.

Bidang Kemenkes pun menghimbau untuk segera deteksi dini dengan strategi temukan obati dan pertahankan (TOP) yakni dengan menawarkan tes HIV secara rutin kepada orang-orang yang beresiko tertularnya penyakit tersebut minimal setiap 6 bulan sekali. Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk mempertahankan kepatuhan terjadap pengobatan ARV dengan melibatkan dukungan komunitas ODHA dan LSM.

Terakhir adalah Bapak Farid Hafif dari LSM yang menangani penderita ODHA Yayasan Mahameru bertempat di Surabaya. Dikatakan penderita HIV umumnya tampak normal, karena ketika virus tersebut menyerang tubuh seseorang tidak langsung menimbulkan gejala fisik. Tampak dari luar kondisi penderita tak jauh berbeda dengan orang sehat pada umunya. Namun, kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV akan terus menurun hingga beberapa tahun ke depan dan di fase tersebut lah kelainan fisik mulai terlihat.
Blogger & Narasumber (Doc. Elisa Koraag)

Dalam sesi workshop diskusi kala itu, telihat peserta cukup antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar HIV dan AIDS, hastag #WORLDAIDSDAY pun sempat menempati trending topic twitter di Indonesia. Melalui sharing informatif semacam ini di harapkan pesan-pesan dan anggapan yang sering kali keliru dapat luruskan.