Jika dahulu saya selalu menyatakan bahwa Yogyakarta adalah kota yang terbentuk atas kata kerinduan, namun saat ini sepertinya tidak lagi. Berbekal sebuah pengalaman dari perjalanan terakhir yang saya lakukan yang pada akhirnya menanamkan kekecewaan yang teramat sangat.
Jika dahulu yang saya tahu bahwa Yogyakarta adalah kota yang ramah bagi para backpacker namun sepertinya tidak lagi. Sedih sudah pasti karena segala yang terjadi jauh dari apa yang saya perkirakan sebelumnya.
Saya tahu, tanpa kedatangan saya pun Yogyakarta akan tetap menjadi primadona wisatawan lain. Yang saya rasakan adalah kondisi dan aura kota yang tak lagi sama dengan yang terakhir kali saya berkunjung.
Bermula dari kemalangan yang tidak mendapat penginapan karena tiba malam dan terkejutnya masjid di dekat malioboro yang dahulu bisa disinggahi ternyata terkunci. Berputar-putar menelusuri jalan dan pekatnya malam hingga meminta persinggahan ke polsek pun tak mendapatkan ijin untuk singgah beristirahat. Sampai kemudian bisa beristirahat di pelataran Masjid Bhayangkara Baitturahman - Ngampilin Yogyakarta walaupun pada akhirnya tetap saja tidak dapat tidur.