Rabu, 17 Februari 2016

Sharing Asyik Berkomunitas dan Menginspirasi Bersama Liputan6.com


Jum'at sore saat itu bertempat di Cafe Brewerkz - Senayan City saya berkesempatan menghadiri acara keren bersama komunitas Citizen6. Acara yang dihadiri sekitar 50 orang lebih tersebut tidak hanya berasal dari Jabodetabek, bahkan ada yang datang dari daerah Sukabumi dan Batam.

Mas Gawang selaku wakil pempimpin redaksi  Liputan6.com membuka acara kopi darat tersebut, undangan yang hadir saat itu merupakan bagian dari pembaca liputan6.com dan para awak redaksi terkait. Beliau pun menuturkan mengenai pentingnya sebuah komunitas dalam kehidupan bersosial. Liputan6.com dan Citizen6 membuka kesempatan kepada siapapun untuk mengirimkan karya tulis, artikel dan video baik bertema wisata, informasi unik, kuliner, dan lain sebagainya.

Terakhir belakangan ini makin banyak komunitas bermunculan dari segala jenis macam dan kegemaran. Jika di telisik secara umum komunitas memiliki pengertian sebagai wadah atau suatu tempat perkumpulan dari beberapa orang yang membentuk suatu organisasi dimana memiliki hobi maupun minat yang sama untuk saling berbagi satu sama lain. Manfaat yang dapat di peroleh bila kita tergabung dalam suatu komunitas adalah :

Senin, 15 Februari 2016

Napak Tilas Bangunan Bersejarah di Sudut Jakarta


Berkesempatan turut serta napak tilas menelusuri bangunan-bangunan bersejarah di salah satu sudut Jakarta. Bersama team Jelajah masjid part.5 komunitas Backpacker Jakarta. Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Jami Kampung Baru, beralamat lengkap di Jl. Bandengan Selatan No.34 Rt 012/ Rw 05 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora Jakarta Barat lokasi berdekatan dengan shalter busway Bandengan Pekojan.
Luas bangunan sekitar 400 M2 dan kemudian di perluas menjadi 1.060 M2 denah masjid ini berbentuk persegi dengan atap berbentuk limas bertumpuk menyerupai tipe masjid dengan gaya pendopo jawa. Didirikan sekitar tahun 1743 Masehi oleh orang-orang imigran islam dari India bersama kaum moor  yang telah menempati area Pekojan sejak abad ke-17. Masjid tua yang merupakan bangunan kedua yang didirikan setelah bangunan masjid sebelumnya di rasa cukup sempit untuk menampung jama’ah orang-orang Moor kala itu.Saat ini bangunannya sudah tidak lagi asli, hanya tersisa kerangka bagian pusat yang bersegi empat, ukiran, dan beberapa pilar pada jendela.

Menyewa angkutan umum, melaju ke desinasi berikutnya yakni masjid Luar Batang berada di tengah kampung padat penduduk pemukiman berlokasi di daerah pasar ikan. Mengenai cikal bakal penamaan masjid tersebut ada beberapa versi yang santer beredar adalah kisah Al-Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al 'Aydrus yang meninggal pada tanggal 24 Juni 1756 ketika hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam "kurung batang". Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali. Sehingga masyarakat bermufakat untuk menguburkan jenazah di tempat sekarang ini posisi berada di sisi dalam masjid. Namun kabar lain menyatakan bahwa nama tersebut di kaitkan lantaran banyak batang pohon kelapa yang tumbang di sekitar lokasi.

Jumat, 12 Februari 2016

Kilas Balik Sejarah Nama Ancol




Taman Impian Jaya Ancol tentu tidak asing lagi bagi warga ibu kota. Tempat wisata yang berlokasi di bilangan Jakarta Utara ini menyajikan wisata alam berupa pantai, yang tak dapat di ingkari selalu ramai oleh pengunjung terlebih saat musim libur tiba.Tapi tahukah kilas balik sejarah ancolmengapa tempat ini dinamakan demikian??

Ancol mengandung arti “tanah mendidih berpaya – paya” atau menurut kamus bahasa sunda inggris ancol dapat diartikan sebagai kota semenanjung. Dahulu, bila laut sedang pasang air payau, kali Ancol berbalik kedarat menggenangi tanah sekitarnya sehingga terasa asin. Orang Belanda pada masa VOC kerap menjuluki tempat ini sebagai tanah asin.

Selasa, 09 Februari 2016

Video Selfie Perjalanan Kembali

Ketika membaca tema LBI 2016 pekan kelima mengenai posting video blog saya hanya berseloroh "Waduuuhhh", selain kurang mahir mengotak-atik video saya pun termasuk tipe orang yang tidak terlalu suka selfie. Namun, demi tema kali ini baiklah saya pun mencobanya. Walaupun mungkin masih banyak kekurangan, tolong di maapken (sungkem satu-satu).

Video selfie ini saya buat di dalam bus saat perjalanan hendak kembali dari kota Lampung, bus yang melaju dari terminal Rajabasa - Pelabuhan bakauheni. Hiruk pikuk suasana bus menjadi ke khasan tersendiri hingga membuat saya beberapa kali take ulang merekam gambar. Bus yang melaju kurang lebih tiga jam meuju tempat tujuan berjalan konstant tanpa kendala berarti.