Rabu, 27 Januari 2016

Hunting Barang Murah Bermerk, Pasar Ular Jakarta Tempatnya


Berkenaan dengan posting tematik liga blogger indonesia pekan ketiga adalah tentang pasar tradisional yakni tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan terjadinya transaksi tawar menawar harga hingga di setujui sebuah kesepakatan yang pelaksanaannya masih bersifat tradisional.

Dari sekian banyak pasar tradisional yang ada di kisaran tempat tinggal saya, akhirnya saya menjatuhkan pilihan Pasar Ular Plumpang yang akan jadi bahan refrensi dalam tulisan kali ini. Alasannya selain, denyut nadi ekonomi yang masih terlihat signifikan, lokasi yang memang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal dan tentu saja hal unik berkenaan dengan tempat ini. Lucunya, ketika baru berkenalan sama orang baru jika di tanya tempat tinggal mayoritas tidak ada yg mengetahui lokasi tempat tinggal saya, namun ketika menyebutkan pasar ular sebagian besar akan berseloroh dengan (oohh,) itu artinya pasar ular memang dikenal karena tempat ini menjual barang-barang dengan merk cukup ternama namun dengan harga yang cukup murah.

Sabtu, 23 Januari 2016

Review Film : Single Berprinsip Ala Raditya Dika

Akhir-akhir ini sedang suka mendengarkan lagu Geisha band berjudul “sementara sendiri”  yang merupakan original soundtract film Single besutan Raditya Dika di bawah payung rumah produksi Soraya Intercine Film. Sambutan masyarakat terhadap film tersebut sungguh luar biasa, bahkan masuk dalam jajaran film terlaris di tahun 2015.

Gaya penuturan dan penyampaian Raditya Dika menjadi daya tarik penonton, terlebih film ini mengangkat tema yang akrab dengan kehidupan sehari-hari di lengkapi sisi komedi yang segar namun tersirat pesan sebenarnya.

Berkisah tentang sosok lajang berusia 27 tahun bernama Ebi (Raditya Dika), yang memiliki krisis percaya diri ketika berhadapan dengan perempuan sehingga membuatnya jomblo sepanjang usia. Keresahan mulai merasuk dikala sang ibu terus mendesak Ebi untuk segera menikah dan memberikan cucu, namun yang membuatnya semakin terdesak adalah adiknya yang bernama Alva (Frederick Alexander) meminta ijin untuk menikah lebih dahulu.

Kamis, 21 Januari 2016

Tiada Yang Sia-Sia Karena Membaca Buku



Sudah lima tahun berjalan Stiletto Book hadir meramaikan dunia publishing nusantara, dibalik kiprah berdirinya sudah barang tentu banyak pasang surut yang dialami, bersaing dengan publishing lain dan beberapa hal lainnya. berkonsep sebagai penerbit buku perempuan yang memang di gawangi oleh perempuan-perempuan bertalenta tentu saja telah memberi kesempatan serta peluang bagi perempuan lainnya untuk mendulurkan karya. Dalam ajang ulang tahunnya kali ini, Stiletto mengajak untuk mempublikasikan tulisan dan menyebarkan virus gemar membaca agar kecintaan terhadap buku bisa tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Sebenarnya dunia buku itu menarik, kita bisa menjadi siapapun saat imajinasi terangkai dalam setiap jejak kalimat buku yang dibaca. Pertama kali suka dengan membaca itu ketika masa Sekolah Dasar saat disodorkan sebuah buku yang terlihat usang sebenarnya, tetapi luar biasa isinya mengandung magis yang entah saya begitu tertarik menelusuri lembar perlembar halaman buku tersebut. Banyak terkadung nilai sosial dan agama yang begitu membuat saya tersentuh. Sejak saat itu saya semakin haus akan bacaan, dari buku-buku novel, cerita hingga majalah, selalu suka melihat banyak bacaan.

Saya lebih tertarik dengan novel  bergenre romantic, religius dan komedy walau tidak menutup kemungkinan terkadang melahap juga bacaan dengan genre non fiksi. Untuk budget biasanya saya tak pernah mematok khusus, saya membeli yang ingin dibeli dan sekiranya di butuhkan. Tapi di akui, terkadang suka tidak terkendali saat ada book fair. Selain banyak pilihan buku, harga yang ditawarkan pun biasanya cukup murah karena memasang diskon-diskon yang sayang sekali untuk di lewatkan.

Selasa, 19 Januari 2016

Pemanfaatan Teknologi Untuk Disabilitas

Siapa yang tidak mengenal Ludwig  Van Beethoven seorang komposer legendaris asal Jerman yang telah menghasilkan maha karya indah melalui gubahan musik yang dibuatnya. Namun, siapa yang menyangka bahwa karya-karya fenomenal itu justru di buat dari seorang tuna rungu, iya Beethoven mengalami pengurangan pendengaran saat usianya 26 tahun. Ia hampir depresi di buatnya lantaran tak ada satupun pengobatan yang mampu menyembuhkannya.

Sesungguhnya Tuhan menciptakan suatu keadaan manusia tiada yang sia-sia, justru di balik kekurangannya itu Beethoven mampu mendulurkan karya-karya terbaiknya yang masih dikenal hingga saat ini. Telah banyak terbukti orang-orang dengan keterbatan fisik misalnya telah menghasilkan banyak karya-karya luar biasa dan telah manjadi inspirasi bagi banyak orang.

Tetapi tak dapat dipungkiri, hingga saat ini kaum minoritas yang mengalami disabilitas masih terpinggirkan hak-haknya termasuk dalam teknologi. Di era perkembangan serba canggih dengan terobosan teknologi terbaru para disabilitas belum mendapat edukasi dan informasi secara menyeluruh yang mampu di sesuaikan oleh kemampuan mereka.