Cerita perjalanan yang saya lakukan bersama ketiga orang adik saya ditambah dua kawan yang lain pasca lebaran idul fitri bulan juli 2015 lalu. Bandung menjadi tujuan kami, jika saja menggunakan mobil tentu perjalanan tidak memerlukan waktu lama lantaran bisa lewat tol. Namun, perjalanan yang kami lakukan menjadi berbeda di kala menggunakan sepeda motor. Ditambah lagi kami melewati jalur yang tak akan di pungkiri dari kepadatan yupps, lewat jalur puncak.
Kamis, 26 November 2015
Rabu, 11 November 2015
Backpackeran Ke Little Green Canyon Cita Rasa Bogor
Perjalanan perdana bersama teman satu komunitas Backpacker Jakarta-7, minggu 08 november 2015 rencana pun akhirnya terealisasikan. Titik kumpul di Stasiun Bogor tujuan kami kala itu adalah Curug Leuwi Hejo. Kawasan wisata alam yang terakhir belakangan ini telah banyak diminati, tempat ini kerap di juluki little green canyon cita rasa Bogor. Berada
di Kp. Wangun Cileugsi-Ds. Karang Tengah-Kec. Babakan Madang- Kab. Bogor
Berada di Kp. Wangun Cileugsi-Ds. Karang Tengah-Kec. Babakan Madang- Kab. Bogor
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c8768
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c8768
Berada di Kp. Wangun Cileugsi-Ds. Karang Tengah-Kec. Babakan Madang- Kab. Bogor
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c8768
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c8768
Berada di Kp. Wangun Cileugsi-Ds. Karang Tengah-Kec. Babakan Madang- Kab. Bogor
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c8768
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c8768
Berada di Kp. Wangun Cileugsi-Ds. Karang Tengah-Kec. Babakan Madang- Kab. Bogor
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c876
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/_wilda_/leuwi-hejo-dan-curug-barong-lirikan-baru-pariwisata-bogor_54f41e9c745513932b6c876
Menyewa 2 angkutan umum mikrolet, kami pun pergi ke tempat tujuan. Untuk sekarang-sekarang ini sudah cukup nyaman lantara, beberapa akses jalan sudah di lapisi aspal meskipun kerap perjalanan menanjak membuat kendaraan kepayahan untuk berjalan. Melewati sebuah jembatan kayu itu berarti lokasi sudah tidak terlalu jauh.
Sabtu, 31 Oktober 2015
First Giveaway : Tentang Buku Yang Menginspirasi
Beberapa hari lalu
tepat hari blogger nasional yang ke delapan, dalam rangka meramaikan pagelaran
tersebut saya mau mengadakan Giveaway (GA) untuk pertama kalinya, simple aja dan saderhana.
Tema yang ingin saya
angkat sangat mudah ko, yakni tentang buku yang menginspirasi ataupun berkesan.
Begitu banyak keajaiaban dari sebuah buku, kerap kali bisa membuat menangis,
tertawa dan segala hal-hal istimewa informasi nan menakjubkan bisa di dapatkan.
Sebagaimana Bung Hatta seorang tokoh nasional pun sangat menghargai sebuah buku
dimana kalimatnya yang cukup terkenal “aku rela di penjara, asalkan bersama
buku aku bebas”.
Saya masih ingat sekali
tentang sebuah buku yang akhirnya membuat saya jatuh cinta dengan membaca,
bahkan sampai membuat saya cukup terobesesi dengan tokoh utama dalam buku
tersebut. Permulaan itulah yang akhirnya membuat saya pun terinspirasi juga
untuk berkarya melalui tulisan.
Jumat, 23 Oktober 2015
Review Film 3 "Alif Lam Mim"
Awalnya tak terbesit sama sekali untuk menyaksikan film ini, penilaian saat awal promosi bintang-bintang pemerannya di sebuah stasiun TV pasti film ini penuh dengan kekerasan. Nyatanya dugaan saya salah, menurut saya ini adalah sebuah revolusi film yang berbeda dari kebanyakan umumnya. Bertema futuristik mengangkat tema sosial, idealis, action, drama dan agama. Terlalu telat rasanya untuk merekomendasikannya saat ini karena saya pun baru berkesempatan menyaksikannya saat hanya bersisa satu bioskop Jakarta yang menayangkannya.
Sang Sutradara Anggy Umbara, membangun
pemahaman baru yang menyangkut pautkan problematika sehari-hari negara Indonesia pasca kehancuran lewat film besutannya ini. Arogansi
dalam membela apa yang mereka percaya itu menjadi problematika yang tak
akan pernah tahu jawabannya dan tak akan pernah habis untuk dibahas. Hal
tersebut menguap menjadi suatu isu yang sensitif untuk disinggung oleh beberapa
pihak.
Langganan:
Postingan (Atom)

