Awalnya tak terbesit sama sekali untuk menyaksikan film ini, penilaian saat awal promosi bintang-bintang pemerannya di sebuah stasiun TV pasti film ini penuh dengan kekerasan. Nyatanya dugaan saya salah, menurut saya ini adalah sebuah revolusi film yang berbeda dari kebanyakan umumnya. Bertema futuristik mengangkat tema sosial, idealis, action, drama dan agama. Terlalu telat rasanya untuk merekomendasikannya saat ini karena saya pun baru berkesempatan menyaksikannya saat hanya bersisa satu bioskop Jakarta yang menayangkannya.
Sang Sutradara Anggy Umbara, membangun
pemahaman baru yang menyangkut pautkan problematika sehari-hari negara Indonesia pasca kehancuran lewat film besutannya ini. Arogansi
dalam membela apa yang mereka percaya itu menjadi problematika yang tak
akan pernah tahu jawabannya dan tak akan pernah habis untuk dibahas. Hal
tersebut menguap menjadi suatu isu yang sensitif untuk disinggung oleh beberapa
pihak.



