Kamis, 29 Januari 2015

Menapaki Langkah di Gunung Munara

Libur panjang tahun lalu banyak sekali dimanfaatkan banyak orang terutama pekerja utk merefrehkan pikiran dari kejenuhan melalui aktifitas sehari-hari. Travelling salah satu yang menjadi pilihan dan kini seakan sudah menjadi kebutuhan sekunder.

Sedikit berbagi cerita seputar perjalanan yang saya lakukan bersama beberapa orang kawan, berhubung keberangkatan saya ke kota Malang terpaksa harus batal akhirnya saya pun menyetujui sebuah perjalanan ajakan seorang teman ke kawasan Bogor, Gunung Munara tepatnya.

Titik ketemuan saya dengan teman dari rombongan bekasi adalah stasiun Tanah Abang, kami menggunakan commuter line dan turun di stasiun Cisauk. Disana kami menyewa sebuah angkot untuk mengantar kami ke daerah Rumpin kawasan situs Munara berada.

Senin, 26 Januari 2015

Weekend di Galeri Indonesia Kaya & mencicipi Lembutnya Ice Cream Ragusa

Pekan ke tiga dibulan Januari, saya berkesempatan untuk berkunjung ke lokasi yang cukup unik dan menarik. Bertempat di Grand Indonesia Lantai 8, Galeri Indonesia Kaya namanya. Sebuah tampat yang digagas menjadi ruang edukasi tentang kaya dan aneka ragamnya segala hal juga budaya Indonesia. Dikemas dengan teknologi digital yang disajikan secara interaktif dan menarik.
 Untuk menuju ke lokasi, bisa menggunakan busway jalur kota-blok M atau sebaliknya dan turun di shalter Tosari lalu jalan sebentar ke Grand Indonesia. Setelahnya berjalan menyusuri ke arah west mall. Lokasi tempat berdekatan dengan blitz mega plax 4D, Grand Indonesia.

Jumat, 16 Januari 2015

Libur Tahun Baru Ke Taman Wisata Alam Hutan Mangrove

Perjalanan kali ini lanjutan dari cerita melewatkan malam tahun baru seperti yang sudah saya tuliskan diposting sebelumnya. Saat itu masih pagi hari, kami keluar dari area masjid Baitul Ikhsan dan menyusuri jalan menuju shalter busway Bank Indonesia.

Ah...jarang sekali bisa menikmati jalan ibu kota yang damai seperti saat itu. Tanpa banyak kendaraan lalu lalang dan bukan pula car free day. Kami segera naik busway menuju kawasan kota dan menunggu teman lainnya. Setelah sudah lengkap, 6 orang kami melanjutkan perjalanan dan turun di shalter busway Pluit. Setelahnya kami naik angkutan umun kwk B-01 di pertengahan jalan mobil hanya terisi oleh kami dan akhirnya kami memutuskan utk chater saja setelah tawar menawar disetujui /org kami dikenakan Rp 10.000 karena untuk menuju lokasi cukup jauh dan tidak ada akses kendaraan publik yang melintas.

Kamis, 15 Januari 2015

Menanamkan Minat Membaca dengan Berkarya

Buku adalah jendela dunia, tentu slogan itu sudah lama menggema namun antusias masyarakat negeri ini masih sangat kurang terhadap kebiasaan membaca karena satu dan lain hal. Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di negeri dengan kemajuan teknologi yang cukup tinggi seperti Jepang atau Jerman. Mayoritas dari mereka sangat gemar membaca dalam waktu dan kondisi apapun.

Kemajuan teknologi yang semakin pesat, menjadikan alat-alat canggih teknologi lebih diminati dibanding sebuah buku. Kebanyakan masyarakat sekarang lebih suka berselancar lewat internet, berintraksi lewat jejaring sosial, lebih gemar menghabiskan waktu bersama gadget. Alhasil, buku semakin tidak diminati, toko buku dan perpustakaan semakin sepi. Cukup sulit untuk bisa menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat tentang hakikat dan manfaat dari membaca. Ya, meskipun pada akhirnya banyak orang berasumsi membaca kini lebih mudah meski tanpa harus sebuah buku, pada akhirnya semua akan kembali dengan pernyataan setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menikmati dan mencari tahu tentang suatu hal walau tidak harus dengan membaca.