Buku adalah jendela dunia, tentu slogan itu sudah lama menggema namun antusias masyarakat negeri ini masih sangat kurang terhadap kebiasaan membaca karena satu dan lain hal. Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di negeri dengan kemajuan teknologi yang cukup tinggi seperti Jepang atau Jerman. Mayoritas dari mereka sangat gemar membaca dalam waktu dan kondisi apapun.
Kemajuan teknologi yang semakin pesat, menjadikan alat-alat canggih teknologi lebih diminati dibanding sebuah buku. Kebanyakan masyarakat sekarang lebih suka berselancar lewat internet, berintraksi lewat jejaring sosial, lebih gemar menghabiskan waktu bersama gadget. Alhasil, buku semakin tidak diminati, toko buku dan perpustakaan semakin sepi. Cukup sulit untuk bisa menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat tentang hakikat dan manfaat dari membaca. Ya, meskipun pada akhirnya banyak orang berasumsi membaca kini lebih mudah meski tanpa harus sebuah buku, pada akhirnya semua akan kembali dengan pernyataan setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menikmati dan mencari tahu tentang suatu hal walau tidak harus dengan membaca.
Kemajuan teknologi yang semakin pesat, menjadikan alat-alat canggih teknologi lebih diminati dibanding sebuah buku. Kebanyakan masyarakat sekarang lebih suka berselancar lewat internet, berintraksi lewat jejaring sosial, lebih gemar menghabiskan waktu bersama gadget. Alhasil, buku semakin tidak diminati, toko buku dan perpustakaan semakin sepi. Cukup sulit untuk bisa menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat tentang hakikat dan manfaat dari membaca. Ya, meskipun pada akhirnya banyak orang berasumsi membaca kini lebih mudah meski tanpa harus sebuah buku, pada akhirnya semua akan kembali dengan pernyataan setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menikmati dan mencari tahu tentang suatu hal walau tidak harus dengan membaca.
