Kamis, 15 Januari 2015

Menanamkan Minat Membaca dengan Berkarya

Buku adalah jendela dunia, tentu slogan itu sudah lama menggema namun antusias masyarakat negeri ini masih sangat kurang terhadap kebiasaan membaca karena satu dan lain hal. Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di negeri dengan kemajuan teknologi yang cukup tinggi seperti Jepang atau Jerman. Mayoritas dari mereka sangat gemar membaca dalam waktu dan kondisi apapun.

Kemajuan teknologi yang semakin pesat, menjadikan alat-alat canggih teknologi lebih diminati dibanding sebuah buku. Kebanyakan masyarakat sekarang lebih suka berselancar lewat internet, berintraksi lewat jejaring sosial, lebih gemar menghabiskan waktu bersama gadget. Alhasil, buku semakin tidak diminati, toko buku dan perpustakaan semakin sepi. Cukup sulit untuk bisa menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat tentang hakikat dan manfaat dari membaca. Ya, meskipun pada akhirnya banyak orang berasumsi membaca kini lebih mudah meski tanpa harus sebuah buku, pada akhirnya semua akan kembali dengan pernyataan setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menikmati dan mencari tahu tentang suatu hal walau tidak harus dengan membaca.

Senin, 12 Januari 2015

Hangout #100 Explore Doraemon Jakarta

Hari minggu pekan kedua di bulan Desember tahun lalu. Sebenarnya saya ada rencana penanaman mangrove dengan salah satu komunitas backpacker, namun berhubung mengejar bulan-bulan berikutnya adik saya yang sudah deadline untuk tugas akhir jadi rencana untuk ke #100 Explore pameran Doraemon dimajukan lebih awal. Kebetulan saya memegang struk pembelian tiket yang diskon khawatir jika terlalu lama tinta memudar dan tidak berlaku lagi.

Naik transportasi busway dari shalter Plumpang rute Tg.Priok-Pluit lalu transit di shalter gunung sahari untuk berganti busway menuju kawasan Ancol. Awalnya sempat kecewa karena informasi sebelumnya jika ingin ke pameran Doraemon maka dapat discount utk masuk Ancol, nyatanya hal itu tidak berlaku dan tidak ada informasi terhadap pihak Ancolnya. Ya, sudah kepalang tanggung HTM /orang Rp 25.000.

Jumat, 09 Januari 2015

Review Film : Assalamualaikum Beijing

Perfilman indonesia kini tengah diramaikan oleh karya-karya yang diadaptasi dari sebuah buku/ novel dan tak sedikit diantaranya mendulang sukses. Tentu masih ingat dengan film Habibie Ainun, 5cm, 99 Cahaya Langit Eropa, Tenggelamnya kapal van Der Wijk, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta bertasbih dan masih banyak lagi. Seakan kini menjadi trend center sehingga membuat sebagian penulis diharapkan karya-karyanya untuk bisa diaplikasikan dalam visualisasi sebuah film. 

30 Desember 2014 menjelang penutupan akhir tahun, perfilman Indonesia di hiasi kembali dengan sebuah tayangan bergenre romansa religi. Diadaptasi dari novel berjudul Assalamualaikum Beijing karya Asmanadia mendulurkan kembali sebuah film yang menyegarkan, mencerahkan diberi judul yang sama
Jika Tak Kau Temukan Cinta, Biar Cinta yang Menemukanmu

Senin, 05 Januari 2015

Hujan dan Kerinduan


            Aku terus berlari,tak kuperdulikan rintik-rintik gerimis yang mulai membasahi. Tak pernah ku mengerti apa yang kurasakan kini, yang ada dalam pandangan dan fikiranku segera menemuinya serta meminta penjelasan padanya.
           Setibanya di tepi danau tempat kami biasa bertemu, aku segera mengatur nafas yang tersengal-sengal, dan Haikal seperti kebiasaannya sudah dengan posisi memunggungi menatap danau serta tangan yang dimasukan dalam saku jaketnya. Aku segera menghampirinya.
            “Haikal” panggilku
            Ia menolehkan pandangan, selalu nampak kaku tanpa ekspresi wajah yang tak bisa kupahami meski kami sudah bersahabat tahunan lamanya.
            “Apa-apaan ini, seminggu lagi kamu menikah dan kamu tidak pernah mengabari aku sebelumnya” Aku langsung mencercanya
            “Maaf” hanya itu yang keluar dari kata-katanya ia menundukan kepala