Senin, 12 Januari 2015

Hangout #100 Explore Doraemon Jakarta

Hari minggu pekan kedua di bulan Desember tahun lalu. Sebenarnya saya ada rencana penanaman mangrove dengan salah satu komunitas backpacker, namun berhubung mengejar bulan-bulan berikutnya adik saya yang sudah deadline untuk tugas akhir jadi rencana untuk ke #100 Explore pameran Doraemon dimajukan lebih awal. Kebetulan saya memegang struk pembelian tiket yang diskon khawatir jika terlalu lama tinta memudar dan tidak berlaku lagi.

Naik transportasi busway dari shalter Plumpang rute Tg.Priok-Pluit lalu transit di shalter gunung sahari untuk berganti busway menuju kawasan Ancol. Awalnya sempat kecewa karena informasi sebelumnya jika ingin ke pameran Doraemon maka dapat discount utk masuk Ancol, nyatanya hal itu tidak berlaku dan tidak ada informasi terhadap pihak Ancolnya. Ya, sudah kepalang tanggung HTM /orang Rp 25.000.

Jumat, 09 Januari 2015

Review Film : Assalamualaikum Beijing

Perfilman indonesia kini tengah diramaikan oleh karya-karya yang diadaptasi dari sebuah buku/ novel dan tak sedikit diantaranya mendulang sukses. Tentu masih ingat dengan film Habibie Ainun, 5cm, 99 Cahaya Langit Eropa, Tenggelamnya kapal van Der Wijk, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta bertasbih dan masih banyak lagi. Seakan kini menjadi trend center sehingga membuat sebagian penulis diharapkan karya-karyanya untuk bisa diaplikasikan dalam visualisasi sebuah film. 

30 Desember 2014 menjelang penutupan akhir tahun, perfilman Indonesia di hiasi kembali dengan sebuah tayangan bergenre romansa religi. Diadaptasi dari novel berjudul Assalamualaikum Beijing karya Asmanadia mendulurkan kembali sebuah film yang menyegarkan, mencerahkan diberi judul yang sama
Jika Tak Kau Temukan Cinta, Biar Cinta yang Menemukanmu

Senin, 05 Januari 2015

Hujan dan Kerinduan


            Aku terus berlari,tak kuperdulikan rintik-rintik gerimis yang mulai membasahi. Tak pernah ku mengerti apa yang kurasakan kini, yang ada dalam pandangan dan fikiranku segera menemuinya serta meminta penjelasan padanya.
           Setibanya di tepi danau tempat kami biasa bertemu, aku segera mengatur nafas yang tersengal-sengal, dan Haikal seperti kebiasaannya sudah dengan posisi memunggungi menatap danau serta tangan yang dimasukan dalam saku jaketnya. Aku segera menghampirinya.
            “Haikal” panggilku
            Ia menolehkan pandangan, selalu nampak kaku tanpa ekspresi wajah yang tak bisa kupahami meski kami sudah bersahabat tahunan lamanya.
            “Apa-apaan ini, seminggu lagi kamu menikah dan kamu tidak pernah mengabari aku sebelumnya” Aku langsung mencercanya
            “Maaf” hanya itu yang keluar dari kata-katanya ia menundukan kepala      

Kamis, 01 Januari 2015

Perjalanan Cerita Malam Pergantian Tahun

Postingan pertama diawal tahun, sekelumit cerita yang saya lewati bersama seorang kawan di malam pergantian tahun masehi 2015. Niat awal kami memang ingin jauh dari kesan hura-hura terlebih di akhir tahun lalu bertubi-tubi bencana datang silih berganti menimpa negeri, tak layak rasanya berpesata pora tapi disudut lain tengah berduka. Sudah beberapa tahun terakhir, saya berusaha untuk mengisi pergantian tahun dengan bermuhasabah. 

Jika pada tahun-tahun sebelumnya di masjid At-Tiin namun untuk tahun ini saya alihkan ke lokasi lain yakni itikaf di masjid Baitul Ikhsan yang terletak di kawasan komplek perkantoran Bank Indonesia. Semenjak siang hujan turun tak juga reda, meski sempat diliputi kebimbangan saya memutuskan untuk tetap lanjut berjalan. Untuk menuju shalter bank Indonesia saya menggunakan busway dari shalter di cempaka mas menuju harmoni utk transit dan dilanjutkan ke lokasi tujuan. Tapi, tidak setibanya di shalter cempaka mas antrian sudan mengular panjang. Saya berpositif pasti antrian tidak akan lama. Tapi saya salah besar hampir 2 jam saya mengantri menunggu akhirnya bisa juga dapat busway. Tapi saya dapat kabar kalau perjalanan dari harmoni menuju blok-M sudah ditutup semenjak sore. Akhirnya kami memutuskan untuk ke istiqlal saja.