Senin, 15 September 2014

Sekelumit Cerita menuju "FLP Muda 18"

Tak terasa enam bulan terlalui sudah, belajar untuk lebih memahami dunia literasi kepenulisan yang baik dalam Forum lingkar Pena. Forum kepenulisan yang sejak lama  memang sangat saya idamkan untuk bisa bergabung ke dalamnya setelah saya mengenal dan jatuh cinta pada dunia buku, dimana penulis buku yang pertama kali membuat saya terpikat dengan dunia bacaan adalah pendiri Forum Lingkar Pena. Ya..beliau adalah Bunda Helvy Tiana Rosa, dimana karyanya yang berjudul "Ketika Mas Gagah Pergi" membuat saya terus dan terus ingin tau lebih banyak kisah dan cerita bahkan sampai terobsesi dengan sosok seorang kakak laki-laki seperti Mas Gagah.

Tergabung di angkatan 18, bertemu bersama teman-teman yang lain yang masih asing bagi saya kecuali salah seorang teman yang memang sudah lama saya kenal. Iya..ia pun suka pada buku. Setiap 2 pekan sekali, mengadakan pertemuan dimana pembicaranya adalah orang-orang yang ahli dibidangnya terutama dunia kepenulisan, Sebut saja Buda Afifah Afra, Mas Taufan E. Prast, Mas sakti Wibowo dan lain-lain pernah membagi ilmunya selama kami masih menyandang status Pramuda.

Jumat, 12 September 2014

Mengukir Sejarah Hidup Lewat Tulisan



Alhamdulillah wa Syukurillah. Sertifikat dan buku yang didalamnya dimuat salah satu karya tulis saya sudah tiba sejak dua minggu lalu. Buku yang bertajuk "Yang Menjaga akan Dijaga" adalah kumpulan anatalogi karya tulis dari kompetisi yang diadakan sekeliber penerbit mayor Diva Press bertajuk #Berguru Pada Tokoh Muslim.
 
Yupps...penerbit Diva Press yang dikomandoi CEO gaul Edi Akhiles kerap kali membuka kesempatan kepada penulis-penulis pemula untuk menghasilkan karya yang di bukukan.Dan ini adalah yang kedua kalinya karya tulis saya di beri kesempatan untuk 'mejeng' di buku terbitan Diva Press, walaupun masih dalam bentuk antalogi.

Buku ini di komandoi oleh redaksi agama islam Diva Press @Qulkhairan. Dikemas cantik dengan warna-warna cerah sehingga tidak monoton dan membuat mata menjadi bosan. Total halaman sebanyak 172 halaman, sebenarnya untuk #Berguru pada Tokoh Muslim ini ada dua edisi dimana buku yang lain bertajuk "Stay Woles And You Are Great".

Rabu, 10 September 2014

Rembulan Di Atas Sana

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN5TdBjMZnLdxp2qc2abtD5dhdW8cn26qJrLr0V8KAD25misKQDZ0uujeZC-lvdjIir3u5nmSt2o4PFGhrHgR-qenwjJRgLkg3jRHw0WaY7X0wEqp5hi-9BTpg_woAvwHXgEEnkFdfIjw/s1600/Tebing+laut+Penantian.jpgSejak malam itu
Baru kusadari ada cahaya benderang dari pesonamu
Ah, ku sebut saja Engkau Rembulan
yang sinarnya menghangatkan
diam dalam duniamu

Namun, aku sadar...
Engkau diatas sana sedang aku berpijak di bumi
Jarak kita terlalu jauh
Semakin sulit untuk ku gapai dirimu

Rembulan...
Semua orang tahu
Semua orang mengenalmu,
Sedangkan aku..siapalah aku ini
Tak sepadan jika harus bersanding denganmu

Pesonamu mulai mengusik
atau aku saja yang mungkin tak memperhatikanmu sejak dahulu
iya...bahwa Engkau memang indah

Aku tak ingin banyak berharap
Biarlah Tuhan saja yang tahu
bahwa aku mengagumimu

Cukup sudah aku kecewa dalam harapan kosong
Karena pernah ingin meraih bintang yang tak dapat ku gapai

Selasa, 09 September 2014

Ekspesdisi ke Cikuray 2821 mdpl (Part.II)

Melanjutkan cerita sebelumnya, setelah beritirahat dari keletihan melawan dingin malam berselimutkan sleeping bag, jam 2 dini hari kami bersiap-siap untuk menuju puncak agar bisa menyaksikan matahari pagi menyambut dunia dari tanah tertinggi di Cikuray.
Perjalanan kurang lebih 2 jam dari pos bayangan tempat kami mendirikan tenda. Bermodalkan senter/ headlamp kami menembus pekatnya malam melawan dinginnya angin terus mencari pijakan yang sekiranya cukup aman untuk di tapaki, tetap waspada karena suasana masih sangat gelap. 

Sesekali beristirahat, saat hendak mencapai tujuan di buatnya kami takjub dengan langit malam berhiaskan banyak bintang, kami rekam dalam memori ingatan. Setelah penuh perjuangan, akhirnya kami tiba ke tujuan, pucak. Wuahh..ada rasa bangga, haru menyergap saat menyaksikan panorama ketika sang fajar hendak terbit. Dan saat itu suasana sudah sangat ramai sekali, mencari-cari area lalu menunaikan shalat subuh. Meskipun riuh ramai, ada kekhusyuan, kenyamanan dalam relung hati di kala bisa bersujud kepada-NYA di alam tebuka.