Jumat, 12 September 2014

Mengukir Sejarah Hidup Lewat Tulisan



Alhamdulillah wa Syukurillah. Sertifikat dan buku yang didalamnya dimuat salah satu karya tulis saya sudah tiba sejak dua minggu lalu. Buku yang bertajuk "Yang Menjaga akan Dijaga" adalah kumpulan anatalogi karya tulis dari kompetisi yang diadakan sekeliber penerbit mayor Diva Press bertajuk #Berguru Pada Tokoh Muslim.
 
Yupps...penerbit Diva Press yang dikomandoi CEO gaul Edi Akhiles kerap kali membuka kesempatan kepada penulis-penulis pemula untuk menghasilkan karya yang di bukukan.Dan ini adalah yang kedua kalinya karya tulis saya di beri kesempatan untuk 'mejeng' di buku terbitan Diva Press, walaupun masih dalam bentuk antalogi.

Buku ini di komandoi oleh redaksi agama islam Diva Press @Qulkhairan. Dikemas cantik dengan warna-warna cerah sehingga tidak monoton dan membuat mata menjadi bosan. Total halaman sebanyak 172 halaman, sebenarnya untuk #Berguru pada Tokoh Muslim ini ada dua edisi dimana buku yang lain bertajuk "Stay Woles And You Are Great".

Rabu, 10 September 2014

Rembulan Di Atas Sana

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN5TdBjMZnLdxp2qc2abtD5dhdW8cn26qJrLr0V8KAD25misKQDZ0uujeZC-lvdjIir3u5nmSt2o4PFGhrHgR-qenwjJRgLkg3jRHw0WaY7X0wEqp5hi-9BTpg_woAvwHXgEEnkFdfIjw/s1600/Tebing+laut+Penantian.jpgSejak malam itu
Baru kusadari ada cahaya benderang dari pesonamu
Ah, ku sebut saja Engkau Rembulan
yang sinarnya menghangatkan
diam dalam duniamu

Namun, aku sadar...
Engkau diatas sana sedang aku berpijak di bumi
Jarak kita terlalu jauh
Semakin sulit untuk ku gapai dirimu

Rembulan...
Semua orang tahu
Semua orang mengenalmu,
Sedangkan aku..siapalah aku ini
Tak sepadan jika harus bersanding denganmu

Pesonamu mulai mengusik
atau aku saja yang mungkin tak memperhatikanmu sejak dahulu
iya...bahwa Engkau memang indah

Aku tak ingin banyak berharap
Biarlah Tuhan saja yang tahu
bahwa aku mengagumimu

Cukup sudah aku kecewa dalam harapan kosong
Karena pernah ingin meraih bintang yang tak dapat ku gapai

Selasa, 09 September 2014

Ekspesdisi ke Cikuray 2821 mdpl (Part.II)

Melanjutkan cerita sebelumnya, setelah beritirahat dari keletihan melawan dingin malam berselimutkan sleeping bag, jam 2 dini hari kami bersiap-siap untuk menuju puncak agar bisa menyaksikan matahari pagi menyambut dunia dari tanah tertinggi di Cikuray.
Perjalanan kurang lebih 2 jam dari pos bayangan tempat kami mendirikan tenda. Bermodalkan senter/ headlamp kami menembus pekatnya malam melawan dinginnya angin terus mencari pijakan yang sekiranya cukup aman untuk di tapaki, tetap waspada karena suasana masih sangat gelap. 

Sesekali beristirahat, saat hendak mencapai tujuan di buatnya kami takjub dengan langit malam berhiaskan banyak bintang, kami rekam dalam memori ingatan. Setelah penuh perjuangan, akhirnya kami tiba ke tujuan, pucak. Wuahh..ada rasa bangga, haru menyergap saat menyaksikan panorama ketika sang fajar hendak terbit. Dan saat itu suasana sudah sangat ramai sekali, mencari-cari area lalu menunaikan shalat subuh. Meskipun riuh ramai, ada kekhusyuan, kenyamanan dalam relung hati di kala bisa bersujud kepada-NYA di alam tebuka.

Senin, 08 September 2014

Ekspedisi Cikuray 2821 mdpl (Part. I)

Inigin berbagi cerita lagi, seputar petualangan saat mendaki di dua pekan terakhir bulan Agustus lalu. Tujuannya adalah gunung Cikuray dengan ketinggian 2821 mdpl.

Gunung Cikuray termasuk sebagai gunung yang tidak aktif dan identik dengan bentuknya yang menyerupai kerucut raksasa. Oleh karena itu, berdasarkan karakteristik bentuknya, di gunung ini sulit ditemukan mata air sepanjang perjalanan menuju puncak. Merupakan Gunung tertinggi ke-4 di Jawa Barat, setelah Ciremai (3.078 mdpl), Pangrango (3.019 mdpl), Gunung Gede (2.958 mdpl).
http://siethie.blogspot.com