Melanjutkan cerita sebelumnya, setelah beritirahat dari keletihan melawan dingin malam berselimutkan sleeping bag, jam 2 dini hari kami bersiap-siap untuk menuju puncak agar bisa menyaksikan matahari pagi menyambut dunia dari tanah tertinggi di Cikuray.
Perjalanan kurang lebih 2 jam dari pos bayangan tempat kami mendirikan tenda. Bermodalkan senter/ headlamp kami menembus pekatnya malam melawan dinginnya angin terus mencari pijakan yang sekiranya cukup aman untuk di tapaki, tetap waspada karena suasana masih sangat gelap.
Sesekali beristirahat, saat hendak mencapai tujuan di buatnya kami takjub dengan langit malam berhiaskan banyak bintang, kami rekam dalam memori ingatan. Setelah penuh perjuangan, akhirnya kami tiba ke tujuan, pucak. Wuahh..ada rasa bangga, haru menyergap saat menyaksikan panorama ketika sang fajar hendak terbit. Dan saat itu suasana sudah sangat ramai sekali, mencari-cari area lalu menunaikan shalat subuh. Meskipun riuh ramai, ada kekhusyuan, kenyamanan dalam relung hati di kala bisa bersujud kepada-NYA di alam tebuka.


