Jumat, 15 Agustus 2014

Libur Lebaran 2014 ala Backpacker : Menyinggahi Pulau Manuk & Karang Taraje (Part. II)

Melanjutkan cerita sebelumnya, sebuah kisah dan perjalanan pasca lebaran yang akhirnya mempertemukan saya dengan teman-teman yang seru layaknya karib yang telah lama berkawan.

Menumpangi ojek, dimana satu motor di naiki tiga orang yakni tukang ojeknya beserta saya dan seorang teman. Menerobos jalan yang macet sekitaran Sawarna menuju Pulau Manuk. Sungguh kami dibuat takjub, betapa menawannya pantai biru di Banten (saya lupa bertanya nama pantai itu), dan kami di buat heran Banten itu memiliki tempat-tempat menarik jika dikembangkan namun sayang sepertinya kurang mendapat sentuhan dan perhatian dari pemerintah dan kehidupan masyarakatnya pun terlihat memprihatinkan terlihat dari rumah-rumah warga dan jalanan yang kebanyakan tak terawat alias rusak.

Rabu, 06 Agustus 2014

Senyum Keceriaan di Idul FItri

Kala itu mentari pagi hangat menyinari, suasana yang cerah menambah keceriaan bagi umat muslim dalam menyambut kemenangan selepas sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Gema takbir telah menggema sejak sore sebelumnya, mengungkan kebesaran nama ilahi. Seluruh masyarakat muslilm berbondong-bondong menuju masjid terdekat untuk menunaikan shalat iedul fitri, tak terkecuali saya dan keluarga. Masjid lebih ramai dari biasanya, hal yang lumrah terjadi. Dua rakaat pun ditunaikan, dilanjutkan khutbah dari khatib yang bertugas kala itu mengenai makna idul fitri.

Usai menunaikan shalat ied, kami sekeluarga saling bermaafan. Di sinilah kesyahduan di rasakan ketika permintaan maaf  terhantur kepada orang tua dan mendapatkan pelukan hangat di kemudiannya. Selepas itu open house kepada para tetangga dan saudara yang datang silih berganti, saling bersilaturahim bermaaf-maafan. Ada yang pernah menyatakan ketika tangan saling berjabat dengan hati yang tulus maka lunturlah segala kesalahan.Lalu kemudian giliran kami sekeluarga bergantian berkeliling menyusuri rumah tetangga dan saudara di sekitar yang kiranya di tua kan.

Senin, 04 Agustus 2014

Libur Lebaran 2014 ala Backpacker : Menyinggahi Sawarna (Part.I)

Welcome Agustus, tak terasa kini sudah pergantian bulan. Saat ini saya ingin berbagi kisah sebuah perjalanan seru saat lebaran di akhir bulan lalu. Sebuah perjalanan murni ala backpacker ke tempat yang dijuluki surga tersembunyi Banten yakni Pantai Sawarna. Meskipun ga punya kampung halaman bukan berarti tidak bisa menikmati yang namanya sebuah perjalanan ketika lebaran kan ?

Trip yang di usung oleh sebuah agent trip kali ini menyuguhkan perjalanan secara share cost. Diwakili oleh seorang admin-nya, titk kumpul awal dari perjalanan itu sendiri adalah stasiun kota. Ketika itu kami bertujuh naik kereta comuter line untuk kemudian bertemu seorang peserta lain yang telah menunggu di stasiun berikutnya. Hari itu masih suasana lebaran 28 Juli 2014, sekitar jam 22.30 berangkatlah kereta yang kami tumpangi menuju stasiun Bogor.

Jumat, 25 Juli 2014

Ramadhanku, Ramadhanmu, Ramadhan kita

Tanpa disadari, Ramadhan telah memasuki di akhir penghujung waktu. Ramadhan di tahun 1435 Hijriah ini telah banyak hal yang kita lakukan dan terjadi tentu saja termasuk soal pemilihan presiden bagi Repulik Indonesia yang memanas (ahhh,,saya tidak ingin membahas politik dahulu). 

Ramadhan yang akan segera pergi dan meninggalkan, kini sudah saatnya merenung diri sudahkah menjadi insan yang lebih bertakwa ?

Telah banyak meninggalkan rekam jejak selama Ramadhan, salah satu yang pasti dan hampir setiap tahun terlaksana adalah buka bersama. Bagi saya pribadi buka bersama bukan sebuah keharusan sebenarnya, melainkan wadah bagi saya dan teman-teman lain untuk bisa bertemu kembali dimana hari-hari lainnya sulit untuk membagi waktu berjumpa. Kegiatan semacam ini cukup bagus, bagi yang pergi bersama keluarga tentu saja sebagai pelengkap keharmonisan, bagi sesama rekan kerja ajang buka bersama menjadi tempat dimana tak terlihat atasan dan bawahan karena semua duduk pada satu meja yang sama, dan bagi kawan lama inilah ajang reuni kecil-kecilan.