Kala
itu mentari pagi hangat menyinari, suasana yang cerah menambah keceriaan bagi
umat muslim dalam menyambut kemenangan selepas sebulan penuh berpuasa di bulan
Ramadhan. Gema takbir telah menggema sejak sore sebelumnya, mengungkan
kebesaran nama ilahi. Seluruh masyarakat muslilm berbondong-bondong menuju
masjid terdekat untuk menunaikan shalat iedul fitri, tak terkecuali saya dan
keluarga. Masjid lebih ramai dari biasanya, hal yang lumrah terjadi. Dua rakaat
pun ditunaikan, dilanjutkan khutbah dari khatib yang bertugas kala itu mengenai
makna idul fitri.
Usai
menunaikan shalat ied, kami sekeluarga saling bermaafan. Di sinilah kesyahduan
di rasakan ketika permintaan maaf terhantur kepada orang tua dan mendapatkan
pelukan hangat di kemudiannya. Selepas itu open house kepada para tetangga dan
saudara yang datang silih berganti, saling bersilaturahim bermaaf-maafan. Ada
yang pernah menyatakan ketika tangan saling berjabat dengan hati yang tulus
maka lunturlah segala kesalahan.Lalu kemudian giliran kami sekeluarga
bergantian berkeliling menyusuri rumah tetangga dan saudara di sekitar yang
kiranya di tua kan.


